Tampilkan postingan dengan label pemuda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemuda. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Februari 2020

CILACAP SIAP GELAR LI & SUSPELAT


Cilacap (kitaberjejak.blogspot.co.id) – Gelaran Latihan Instruktur (LI) dan Kursus Pelatih (SUSPELAT) bagi kader Gerakan Pemuda Ansor yang rencana akan dilaksanakan di kabupaten Cilacap sudah mulai hangat diperbincangkan. 

Sebagai tuan rumah, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Cilacap mulai sibuk untuk menyambut baik event tingkat wilayah ini. Mulai dari membentuk kepanitiaan, berkoordinasi dengan berbagai instansi dan tentunya berkoordinasi dengan Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah sebagai pihak yang berwenang mengurusi LI dan SUSPELAT.



Terhitung PC GP ANSOR kabupaten Cilacap telah menyelenggarakan 2 kali pertemuan, khusus untuk membicarakan persiapan LI dan SUSPELAT. Pertemuan pertama dilaksanakan tanggal 1 Februrari 2020. Pada pertemuan yang bertempat di Wana Wisata Wanarata ini, berhasil menyepakati susunan kepanitaan LI dan SUSPELAT tingkat Kabupaten yang selanjutnya menjadi perangkat PC GP ANSOR Cilacap untuk menyiapkan berbagai hal guna suksesnya kegiatan LI dan SUSPELAT. PC GP ANSOR Cilacap memberikan mandat kepada Ahmad Rusdan untuk menjadi ketua panitia penyelenggara.

Selain menyepakati kepanitiaan, pertemuan pertama ini juga menyepakati rencana waktu pelaksanaan dan lokasi kegiatan.  Rencananya tahapan pelaksanaan LI dan SUSPELAT akan dimulai dengan Screening pada tanggal 22 Maret 2020 di Pondok Pesantren Miftahul Huda Kroya. Sedangkan untuk tahap pelaksanaannya dilaksanakan pada tanggal 27, 28, 29 Maret 2020 di lokasi yang sama dengan Screening.

Pertemuan kedua diselenggarakan di Kantor PC GP ANSOR Cilacap, pada tanggal 15 Februari 2020 dengan menyepakati hal-hal teknis dan administratif kepanitiaan yang harus segera disiapkan. Pembicaraan dalam rapat kedua ini diantaranya adalah tentang kepesertaan, misalnya ketentuan dan Persyaratan Peserta, target peserta, juga merencanakan beberapa tahap perencanaan manajemen tempat acara beserta berbagai alternatifnya jika menemukan situasi-situasi yang tidak memungkinkan.

Ketua PC GP ANSOR Cilacap, ‘Aliman S.Pd, dalam beberapa kesempatan menyampaikan bahwa Cilacap bersyukur berkesempatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan LI dan SUSPELAT, ini adalah yang pertama di Cilacap. Dirinya juga mengajak kepada kader GP ANSOR di Cilacap untuk bersama-sama  menjadi tuan rumah yang baik.

Jumat, 14 Februari 2020

Serius, Karangpucung Susun Jadwal Rapat Anggota 14 Ranting.

Cilacap (kitaberjejak.blogspot.co.id) – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Karangpucung serius untuk mewujudkan tertib administrasi, dengan memastikan seluruh kepengurusan GP Ansor tingkat desa melaksanakan Rapat Anggota.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PAC GP ANSOR Karangpucung, Muhyi Awaludin melalui pesan singkat yang dikirim ke Redaktur Jejak Kita.

“Kami (PAC Karangpucung, red) telah menyusun jadwal pelaksanaan Rapat Anggota untuk 14 Pimpinan Ranting (PR) GP ANSOR, berharap semua dapat berjalan lancar.” Ungkapnya.

Jadwal Pelaksanaan Rapat Anggota PR se Karangpucung


Rapat Anggota sendiri merupakan forum tertinggi bagi Gerakan Pemuda Ansor tingkat ranting atau desa. Sebagai perwujudan demokratisasi dalam tubuh organisasi, rapat anggota wajib dilaksanakan oleh setiap Pimpinan Ranting sedikitnya 2 tahun sekali.

Mengacu pada Peraturan Rumah Tangga GP ANSOR, sedikitnya ada 3 agenda yang dibicarakan dalam Rapat Anggota, yaitu :
1. Pelaksanaan kegiatan dan Program Organisasi
2. Memilih Pimpinan Ranting
3. Hal-hal lain yang menyangkut kepentingan anggota.

Dalam pantauan Redaktur Jejak Kita, beberapa PR GP Ansor di kabupaten Cilacap telah melaksanakan Rapat Anggota dengan inisiatif sendiri atau karena ada permintaan dari PAC-nya. Namun, sampai saat ini baru PAC GP Ansor Karangpucung yang menginformasikan tentang jadwal rapat anggota untuk beberapa ranting yang ada di wilayahnya.

Melihat jadwal yang ada, PAC GP Ansor Karangpucung telah mengalokasikan waktu 2 bulan untuk menyelesaikan gelaran kegiatan 2 tahunan tersebut. Dimulai pada 14 Februari 2020 di Ranting Ciporos dan akan selesai pada 27 Maret 2020 di Ranting Gunungtelu.

Selasa, 31 Juli 2018

Agustus, Banser Cilacap Gelar Diklat di Kampung Laut.


Cilacap, www.kitaberjejak.blogspot.com – Sebagai kecamatan paling muda di Kabupaten Cilacap, Kampung laut tentunya memiliki sisi-sisi yang berbeda dan menarik dibanding dengan kecamatan lainnya di Cilacap. Nyatanya memang demikian, setiap ada kabar apapun yang berkaitan dengan kampung laut selalu menjadi buah bibir, seolah kampung laut itu adalah sebuah magnet yang memiliki daya tarik besar. Apapun yang berkaitan atau dekat dia, langsung menyedot perhatian khalayak.

Hal ini juga terjadi di lingkungan Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) kabupaten Cilacap.  Akhir-akhri ini Kasak-kusuk tentang kampung laut hampir nyaris selalu ditemukan dalam majelis-majelis kopi yang didalamnya ada anggota Ansor Bansernya. Karena dalam waktu dekat di Kampung Laut akan segera dilaksanakan Pendidikan dan Latihan Dasar (DIKLATSAR) Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) untuk yang pertama kalinya.

Barisan Ansor Serbaguna (Banser)
Diklatsar Kampunglaut rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 24, 25, dan 26 Agustus 2018. Tidak seperti umumnya Diklatsar, Diklatsar Kampunglaut akan menggunakan sistem Nomaden, atau berpindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi yang lain. sedikitnya ada 3 lokasi yang sudah disiapkan oleh panitia untuk menyelenggarakan Diklatsar ini, yaitu SMP Maarif, Balaidesa Panikel dan satu tempat di Dusun Karanganyar Desa Ujung Gagak.

Diklatsar Kampung laut ini terbuka untuk umum, yang memenuhi syarat tentunya, beberapa diantaranya adalah pemuda sehat jasamani rohani yang berusia antara 20 – 35 tahun, telah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP ANSOR dan tentunya mendapat rekomendasi dari Pimpinan Ranting atau Pimpinan Anak Cabang atau Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor, jika dari Luar Kabupaten Cilacap.

Pada Bulan Agustus ini, tidak hanya kampung laut yang menyelenggarakan Diklatsar atau pendidikan dasar untuk kader Ansor Banser, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Gandrung Mangu juga menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) pada tanggal 3, 4, dan 5 Agustus 2018 di MI Miftahul Falah, Karanganyar, Gandrung mangu. Untuk dapat mengikuti PKD ini, apa saja yang diperlukan, dapat dibaca melalui poster berikut.
Poster PKD Gadrungmangu

Di Cilacap bagian Timur, Tepatnya di Kecamatan Kroya, diselenggarakan juga Diklatsar Banser yaitu pada tanggal 31 Agustus, 1, 2 September 2018. Untuk lokasinya, informasi terakhir akan dilaksanakan di Desa Karangmangu Kroya.

Agustus ini nampaknya akan menjadi bulan yang cukup sibuk bagi Ansor Banser di Kabupaten Cilacap, karena selain menyelenggarakan Diklatsar dan PKD tentunya pada bulan Agutus juga ada agenda –agenda yang bersifat rutinitas tahunan, untuk mengisi dan memeriahkan perayaan Ulang Tahun Republik Indonesia.

Saya kira semuanya dalam rangka untuk mengisi kemerdekaan, Ansor Banser mengisinya dengan menggunakan media Pendidikan Kader, menanamkan rasa cinta tanah air dan semangat kebangsaan kepada anggota-anggoatanya, dan masyarakat umum mengisi kemerdekaan dengan cara menyelenggarakan berbagai kegiatan yang penuh sukacita dan keakaraban, untuk mengeksrepesikan bahwa kita telah Merdeka. (123)

Minggu, 29 Juli 2018

Ngader, GP Ansor Cilacap Kirim Bapak dan Anak ke Wonogiri


Wonogiri, www.kitaberjejak.blogspot.co.id – Pada Jumat (27/7) dini hari,  Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Cilacap bertolak ke dari Cilacap ke Wonogiri. Hal tersebut dilakukan dalam rangka untuk mengirimkan Kadernya, mengikuti Pendidikan Kaderisasi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah GP ANSOR Jawa Tengah yang berlokasi di Kabupaten Wonogiri.

Mengantarkan 4 Kader GP Ansor Cilacap
Untuk ikut PKL dan Susbalan di Wonogiri
Ke-empat kader tersebut masing-masing adalah 1 orang bernama Mahmudin dari Gandrungmangu Cilacap, mengikuti Kursus Banser Lanjutan (SUSBALAN), Yaitu Pendidikan kebanseran tingkat lanjut. Dan 3 orang masing-masing Haris Kusnandar, Muhammad Alfan Baihaqi, asal keduanya dari Kroya yang juga merupakan Bapak dan anak yang dikirim untuk mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) bersama dengan Arif Bahaudin dari Karangpucung.

Kegiatan PKL dan SUSBALAN di Wonogiri sendiri berlangsung mulai tanggal 27 sampai 29 Juli 2018 yang bertempat di Padepokan Daarussalam, Wonogiri.  Sebuah tempat, yang menurut pandangan redaksi kitaberjejak, strategis untuk digunakan sebagai tempat pelaksanaan pendidikan kader. Kenapa strategis? 1 hal yakni Jauh dari keramaian Karena untuk sampai dilokasi, harus melewati bentangan hutan yang cukup luas dengan medan jalan yang naik turun, dan tentunya kondisi di lokasi cukup kondusif dengan fasilitas yang disediakan. Kiranya peserta dapat melakukan kegiatan secara fokus dan penuh hidmat.

Pengiriman 4 kader ini merupakan bagian dari ikhtiyar yang dilakukan oleh PC GP Ansor Cilacap dalam melaksanakan perintah Ketua Umum Pimpinan Pusat GP ANSOR, H. Yaqut Cholil Qoumas. Perintah tersebut yaitu GP Ansor harus Ngaji, Ngader dan Makaryo. Dan mengikutkan kadernya dalam kegiatan PKL dan SUSBALAN di Wonogiri ini merupakan salah satu bentuk Ngader yang dilakukan oleh PC GP Ansor Cilacap.

Harapannya sepulang dari mengikuti pendidikan kader, kapasitas kader PC GP Ansor meningkat, terutama dalam penguasaan materi-materi yang diterima dalam kegiatan pendidikan tersebut. sejalan dengan meningkatnya kapasitas kader, diharapkan semakin memberikan kontribusi positif dalam mengembangkan organisasi. (123)

Bariskan Kadernya, GP Ansor Cilacap Respon Sentimen Kebangsaan

Adipala, kitaberjejak.blogspot.co.id – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Cilacap, Ahad 29 Juli 2018, menggelar Silaturohim dalam kemasan acara berbentuk Apel Bersama GP Ansor dan Banser. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Adipala dan diiktui oleh kader-kader GP Ansor dan Banser dari beberapa kecamatan, diantaranya dari Nusawungu, Binangun, Kroya, Adipala, Sampang, Maos dan beberapa kecamatan sekitarnya.

Inspeksi Peserta oleh Inspektur Apel
Selain dari GP Ansor dan Banser, terlihat juga dalam barisan, peserta apel dari Muslimat NU, Fatayat NU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama, Perwakilan dari Pengurus Ranting NU dan ormas kepemudaan Pemuda Pancasila.


Bertindak sebagai Inspektur Apel, ‘Aliman (34) Ketua PC GP Ansor Cilacap menyampaikan bahwa setidaknya ada 5 Sikap yang diambil oleh GP Ansor Cilacap, dalam merespon dinamika bangsa yang belakang muncul yaitu :

1. Gerakan Pemuda Ansor selalu siap sedia untuk mendukung negara dalam melawan segala bentuk Intoleransi, Radikalisme dan rongrongan berbagai pihak yang bermaksud merobohkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang dulu kyai-kyai Nahdlatul Ulama mempertaruhkan jiwa raga untuk turut serta memerdekakannya. 

2. Perjuangan melawan berbagai rongrongan tersebut, adalah perjuangan semesta, Yakni perjuangan di semua lini kehidupan berbangsa dan bernegara. GP Ansor Kabupaten Cilacap  akan selalu hadir dan berupaya maksimal dalam perjuangan tersebut.

3. Menempatkan 3 Prinsip Gerakan Ala Ansor yakni Ngaji, Ngader, dan Makaryo sebagai pilar untuk menopang dinamika organisasi dan sebagai semangat dalam menunjukkan bukti kecintaan kader terhadap NKRI. Kader ANSOR harus Ngaji, yakni Selalu berupaya untuk Belajar dan memperdalam ilmu kepada Kyai dan guru yang memiliki sanad keilmuan dan wawasan kebangsaan yang jelas. Kader ANSOR harus Ngader, yakni Menjalankan aktivitas yang memiliki orientasi dalam berjalannya kaderisasi, untuk menunjang dan memastikan keberlanjutan organisasi. Dan sebagai Kader Ansor juga harus Makaryo, Mewujudkan kemandirian kader dan organisasi dalam mencukupi kebutuhan Ekonomi.

4. Pimpinan Cabang GP Ansor Cilacap Menghimbau kepada seluruh elemen bangsa, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk selalu menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara dalam suasana yang damai dan saling menghargai perbedaan, terutama menjelang dan saat berlangsungnya Pemilihan Umum.

5. Dan yang terakhir, Seluruh kader GP Ansor di Kabupaten Cilacap, dengan segenap daya dan upaya, Siap mengawal dan melaksanakan seluruh instruksi dari Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor demi kemaslahatan masyarakat.

Selain para peserta apel, Hadir juga menempati kursi tamu undangan dalam Apel tersebut diantaranya adalah KH Imam Tobroni, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Cilacap, KH Sahal Adzkiya Rois Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Adipala, Mujiburrohman, Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor, H. Faisal Riza Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah dan beberapa tokoh dari lintas sektor dan lintas daerah.
GP Ansor Cilacap Satu Barisan dan Satu Komando

Di Penghujung acara, Aid Mustaqim, Mantan Ketua PC GP Ansor Wonosobo, memberikan orasi kebangsaan, menyulut kembali kobaran sentimen kebangsaan dan soliditas gerakan dengan mengajak seluruh kader GP Ansor untuk solid, satu barisan dan satu komando dalam mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sudah saatnya GP ANSOR untuk Solid Satu Barisan, satu komando untuk memenangkan pertempuran di berbagai lini kehidupan, demi tegak dan utuhnya Ajaran Islam Ahlussunnah wal jamaah An Nahdliyah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Pungkasnya. (123)

Minggu, 27 Mei 2018

Pesan Rois Syuriah PCNU Cilacap Untuk GP ANSOR

Kroya, www.kitaberjejak.blogspot.co.id, - Sudah sepekan lalu, Selasa (22/5) sejumlah kader Gerakan Pemuda Ansor (GP ANSOR) Kabupaten Cilacap mendatangi kediaman KH. Suada Adzkiya, Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cilacap.

Kegiatan mengunjungi kediaman untuk menghadap Rois Syuriah seperti ini merupakan kegiatan yang lazim dilakukan di lingkungan Nahdlatul Ulama, ada ataupun tidak ada kepentingan, Sowan kepada Kyai seakan menjadi hal yang wajib. Terlebih, Rois Syuriah merupakan pucuk pimpinan tertinggi di Nahdlatul Ulama.
Rois Syuriah
Bersama GP Ansor Cilacap

Dalam sowan tersebut, ada beberapa hal yang disampaikan oleh Rois Syuriah kepada GP ANSOR, sebagai kader-kader Muda NU, diantaranya :

1. Perkuat Aqidah
Mbah Su’ada, Panggilan Rois Syuriah, membaca bahwa kondisi zaman sudah banyak berubah. Tantangan Nahdlatul Ulama Kedepan tidak semakin ringan, justru sebaliknya. Salah satu tantangan tersebut adalah adanya paham-paham lain yang mepertentangkan tradisi dan amalan-amalan yang selama ini dipegang teguh oleh Kalangan Nahdliyin, misalnya adalah tentang Tahlilan, Ziarah Kubur, Tradisi 7, 40, 100 hari Orang yang meninggal dan tradisi-tradisi lainnya yang selama ini di laksanakan oleh kalangan Nahdliyin. Kalangan muda NU, sebagai generasi penerus harus paham tentang dasar hukum dari amalan-amalan yang dilakukan oleh NU. Sehingga pesan pertama mbah suada adalah GP ANSOR harus dapat menjadi ruang yang memberikan penguatan-penguatan terhadap kadernya dalam pemahaman akidah Ahlussunnah Wal Jamaah An Nahdliyah.

2. Berkhidmat sesuai dengan Wilayahnya masing-masing.
Pesan kedua adalah tentang motivasi dari mbah suada kepada generasi muda NU untuk berkhidmat pada wilayahnya masing-masing. Hal ini sekaligus menjadi ajakan untuk bersinergi bersama dengan PCNU dalam membesarkan NU di Cilacap. Sebagai Wadah bagi Pemuda dan calon penerus NU, GP ANSOR diharapkan untuk dapat menggarap secara maksimal seluruh potensi yang dimiliki oleh para kader-kader muda NU, agar kedepan ketika sudah masuk usia NU, kader-kader tersebut sudah siap untuk berkhidmat secara maksimal di NU sesuai dengan  potensi kader dan kebutuhan NU.

3. Taati Aturan yang berlaku
Rois Syuriah paham sekali kepentingan para pemuda NU dalam melakukan sowan kepada beliau. Disamping bersilaturohim, GP ANSOR ini memang memiliki misi untuk mendapatkan restu, dukungan dan masukan dari Rois Syuriah dalam menjalankan kepengurusan Pimpinan Cabang GP ANSOR pasca Konferensi Cabang (Konfercab) GP ANSOR di Sidareja, pada bulan april lalu. Sehingga tidak heran, mbah suada berpesan untuk memegang teguh apa yang telah menjadi aturan organisasi. GP ANSOR memiliki aturan yang baku, yang menjadi pijakan dalam menyelenggarakan organisasi disemua tingkatan, yaitu Peraturan Dasar, Peraturan Rumah Tangga dan Peraturan Organisasi GP ANSOR. “Mari bersama-sama menaati dan melaksanakan aturan yang sudah disusun bersama-sama untuk kebaikan organisasi.” Pesannya. 

4. Ambil sisi positif dari segala sesuatu.
Hal ini karena mbah suada memandang GP ANSOR dalam merespon kegiatan pendidikan kader yang dilakukan oleh PCNU kurang maksimal. Sebut saja Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU), yang selama sudah dilaksanakan disemua Majelis Wakil Cabang (MWC). Menurut mbah suada, GP ANSOR kurang antusias dengan kegiatan tersebut. Sehingga beliau berpesan, bahwa PKPNU adalah kegiatan yang memiliki sisi positif yang baik untuk menanamkan dan meningkatkan militansi kader terhadap Jam’iyyah Nahdlatul Ulama, sehingga GP ANSOR sebagai bagian dari NU dan juga memiliki kader yang banyak, diharapkan untuk dapat berperan aktif dalam PKPNU tersebut.
Dalam kesempatan baik tersebut, GP ANSOR juga memberikan masukan tentang posisi PKPNU diantara Pendidikan kaderisasi yang selama ini dilakukan oleh Badan Otonom NU.  GP ANSOR memandang perlu adanya penegasan dari para pihak yang terlibat dalam PKPNU, terutama PCNU bahwa Hasil dari PKPNU adalah dalam bentuk tumbuh dan meningkatnya Ghirah kader dalam ber Nahdlatul Ulama. Dan mestinya, jika kader GP ANSOR yang telah mengikuti PKPNU, lebih militan dalam ber ANSOR. Namun yang terjadi, PKPNU malah terkesan menjadi lembaga sendiri, membuat ruang-ruang sendiri. Harapan GP ANSOR bahwa PKPNU adalah Ruh yang menggerakkan kader untuk lebih militan, sedangkan Jasadnya tetap Badan Otonom dan Lembaga NU yang ada. Jika hal demikian yang terjadi, PKPNU ruh dan Banom Jasadnya, maka bukan tidak mungkin PC GP ANSOR siap untuk menyelenggarakan kegiatan PKPNU untuk seluruh kader-kader GP ANSOR di seluruh kabupaten cilacap berikut Barisan Ansor Serbagunanya.

Setidaknya empat point tersebut yang menjadi pesan rois syuriah, yang mampu tertangkap oleh tim kitaberjejak, dalam mengikuti GP ANSOR Cilacap bersilaturohim kepada Rois Syuriah PCNU Cilacap.
Wallohu A'lam. 

Rabu, 28 Maret 2018

Peringati Hari Jadi ke 84, GP ANSOR Kesugihan Gelar Sorban Cup

Kesugihan, kitaberjejak.blogspot.co.id- Dalam rangka menyambut dan merayakan Hari Lahir ke 84 Gerakan Pemuda ANSOR, yang akan jatuh pada tanggal 24 April, Pengurus Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kesugihan menggelar Turnamen Sepakbola 16 Besar.

Turnamen yang bertajuk “SORBAN (Ansor Banser) CUP 2018” ini, dijadwalkan akan berlangsung selama satu bulan penuh. Rencananya Turnamen ini akan Dimulai tanggal 29 Maret 2018, dan akan berakhir pada tanggal 29 April 2018.
Ilustrasi, Sumber Google.


Peserta Turnamen ini adalah Tim Sepakbola di Wilayah kecamatan kesugihan dan sekitarnya, yang telah mendapatkan rekomendasi dari Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda ANSOR asal Tim tersebut. Artinya bahwa Tim Sepakbola yang berniat menjadi peserta dari turnamen harus berkoordinasi dengan Pengurus Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda ANSOR dimana Tim tersebut berasal untuk mendapatkan surat rekomendasi dari pengurus Gerakan Pemuda ANSOR di tingkat desa. Hal ini dilakukan  agar masyarakat, terutama para pemuda, lebih mengenal dengan keberadaan Gerakan Pemuda ANSOR.

Menggunakan sistem setengah kompetisi pada babak penyisihan, 16 Tim akan dibagi dalam 4 group dan akan berebut menjadi juara dan runner up group, karena hanya juara dan runner up group yang dapat melaju ke babak berikutnya.

Hadi mustofa, selaku panitia penyelenggara Sorban Cup 2018 berharap agar pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan lancar, mendapat dukungan dari berbagai pihak dan tentunya berdampak baik terhadap Gerakan Pemuda Ansor maupun kepada masyarakat.

“Karena pelaksanaan kegiatan ini semangatnya adalah untuk merayakan Ulang Tahun Gerakan Pemuda Ansor, kita berharap semua yang terlibat dalam kegiatan ini dapat menunjukkan ekspresi bahagia dan penuh dengan semangat kebersamaan, walaupun dalam berkompetisi.“ Ungkap pria yang juga Kepala Satkoryon Barisan Ansor Serbaguna Kecamatan Kesugihan.

Dari total 16 Tim Peserta Turnamen Sorban Cup 2018 itu, 15 Tim berasal dari desa di wilayah kecamatan kesugihan, dan 1 tim bersal dari Kecamatan Cilacap Utara. (123)

Rabu, 28 Februari 2018

Ahmad Fajri : Menyoal Kader dan Kaderisasi

Kesugihan, kitaberjejak.blogspot.co.id – Sebagai organisasi Kader, GP ANSOR Kesugihan menempatkan kegiatan Pengkaderan sebagai kegiatan prioritas. Kegiatan yang harus dilaksanakan secara rutin dalam setiap periodisasi kepengerusan, dengan menyelenggarakan sendiri atau mengikutsertakan ke Kecamatan lain. 
Sebagian Kader GP ANSOR Kesugihan

Lantas, Sebenarnya apa itu Kader dan Pengkaderan atau kaderiasasi?

Kader adalah orang atau kumpulan orang yang dibina oleh suatu lembaga kepengurusan dalam sebuah organsisasi, baik sipil maupun militer, yang berfungsi sebagai pemihak dan atau membantu tugas dan fungsi pokok organisasi tersebut (Nano Wijaya, dalam Wikipedia).

Dari pengertian tersebut terlihat jelas bahwa posisi dan peran kader dalam sebuah organisasi sangat penting, yakni untuk memihak dan membantu tugas-tugas pokok organisasi. Jika seseorang sudah mengikrarkan dirinya untuk menjadi kader sebuah organisasi, maka yang melekat dalam dirinya adalah tugas untuk membantu kerja-kerja organisasi tersebut. Jika kemudian ditarik dalam konteks ke GP ANSOR an, dia yang disebut kader GP ANSOR adalah orang-orang yang memiliki kepedulian dan siap sedia untuk memberikan waktu, tenaga, materinya guna tercapainya cita-cita GP ANSOR. (Silahkan baca Peraturan Dasar GP ANSOR Bab III Pasal 4 Tentang Tujuan dari GP ANSOR).

Mari bertanya pada diri kita sendiri, 

Sudahkah kita menjadi Kader yang memihak dan membantu organisasi? Jangan-jangan malah sebaliknya, Justru menjadi penjegal dan Penghambat Organisasi?

Pengkaderan atau kaderisasi, merujuk apa yang tertulis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),  dapat diartikan sebagai proses, cara, perbuatan mendidik atau membentuk orang menjadi kader.
Dalam konteks ke GP ANSOR an, dalam Buku Peraturaan  Organisasi Gerakan Pemuda ANSOR dijelaskan bahwa Kaderisasi di bedakan menjadi 3 hal yakni, kaderisasi Formal, Kaderisasi Informal dan Kaderisasi Non Formal.  Kaderisasi Formal adalah kaderisasi yang dilakukan melalui pendidikan kader berjenjang yang bersifat fromal dan baku serta pelatihan-pelatihan pengembangan kader lainya. Kaderisasi Informal adalah kaderisasi yang dilakukan diluar jalur-jalur pendidikan kader formal, baik melalui pendampingan ataupu praktek lapangan. Sedangkan kaderisasi Nonformal adalah kaderisasi yang dilakukan langsung melalui penugasan dalam kegiatan kepengurusan organisasi, serta dalam kehidupan nyata ditengah masyarakat.

Bertolak pada pengertian tersebut, pengkaderan tidak berhenti hanya pada soal kegiatan pendidikan kader yang bersifat formal organisasi, yang menurut saya orientasinya pada kuantitas kader,  namun berlanjut pada dinamika organisasi yang memberikan ruang penuh kepada kader-kadernya untuk mengembangkan diri dalam mencapai tujuan organisasi tersebut, yang lebih berorientasi kepada kualitas kader (Kaderisasi Informal dan Non Formal).

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah semua Kader harus mengikuti Kaderisasi Formal?

Ya. Bagi saya, Wajib bagi seorang kader untuk mengikuti kaderisasi, baik formal, Informal maupun Nonformal. Bahkan tahapan-tahapan kaderisasi formalpun harus dipatuhi. Hal ini dalam rangka untuk memastikan bahwa organisasi benar-benar memiliki kader yang dibutuhkan untuk membantu mencapai cita-citanya, dengan pemahaman yang sama dalam melihat organisasi secara utuh. Standarisasi pemahaman seperti ini hanya dapat diberikan melalui forum kaderisasi formal. 

Yang sudah mengikuti setiap jenjang kaderisasi formal saja belum tentu dirinya dapat menjadi kader, apalagi tidak mengikuti kaderisasi sama sekali. Melihat Realitas hari ini, tidak menjadi jaminan, seseorang yang mengikuti kaderisasi formal sampai tahapan paling tinggi dapat menjadi representasi Kader secara utuh. (123) 

Selasa, 06 Februari 2018

Angka 9, Bambu Runcing dan Totalitas

Karangpucung, kitaberjejak.blogspot.co.id – Baju Hijau berkombinasi Putih itu terpaksa kulepas, saat menaiki motor Sport sejenis KLX ketika gerimis masih saja tidak menunjukkan i’tikadnya untuk berhenti berjatuhan di Desa Sindangbarang Karangpucung. Kondisi ini mengharuskan saya untuk hanya berkaos oblong berwarna hitam, ketika pulang dari Rihlah bersama sahabat-sahabat kelompok 6.  karena bagi saya baju hijau tersebut harus terlindungi dari percikan air berlumpur yang ditimbulkan oleh laju sepeda motor tanpa penutup roda belakang tersebut. Apalagi baju tersebut masih akan dipakai sampai malam hari, untuk melanjutkan kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) Gerakan Pemuda Ansor (GP ANSOR) Kabupaten Cilacap.

Rihlah merupakan satu dari sekian Sesi, yang harus diikuti oleh seluruh peserta PKL GP ANSOR Kabupaetn Cilacap. Pada sesi rihlah ini, peserta diharuskan berbaur dengan masyarakat di wilayah yang telah ditentukan, untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat tersebut. tak hanya di identifikasi, persoalan tersebut juga harus dianalisa kemudian dirumuskan solusi pemecahan masalahnya dan dituangkan dalam rekomendasi hasil Rihlah. Rihlah merupakan sesi penghujung dari rangkaian acara PKL yang diselenggarakan sejak 2 hingga 4 Februari 2018 oleh Pimpinan Cabang (PC) GP ANSOR Kabupaten Cilacap.
Rihlah di Dusun Jetak, Sindangbarang, Karangpucung

PKL merupakan kaderisasi formal tingkat menengah yang hanya dapat diikuti oleh kader GP ANSOR yang telah lulus kaderisasi tingkat dasar dan hanya dapat diselenggarakan oleh Kepengursan GP ANSOR setingkat Cabang atau diatasnya. Pada PKL yang diselenggarakan di MI Nurul Iman Sendangbarang Karangpucung ini, di ikuti oleh 63 Peserta dari 3 kabupaten yang berbeda, yaitu Cilacap, Banyumas dan Purbalingga. Dengan dipandu langsung oleh instruktur tingkat Wilayah Jawa Tengah, dan 5 Narasumber dari Pimpinan Pusat GP ANSOR.

Dalam pelaksanaannya, dalam pandangan saya, PKL ini memiliki beberapa hal yang menarik dan kemungkinan hal tersebut merupakan sebuah pesan yang memiliki filosofi yang dalam. Dan baru disadari menjelang Penutupan. Beberapa hal yang menjadi pembelajaran menarik tersebut diantaranya :

1. Angka Sembilan (9)

Kita tahu bahwa angka sembilan merupakan angka yang sangat dekat dengan Organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Angka Keramat yang tidak bisa dilepaskan dengan NU. Hal itu bisa dilihat dari jumlah bintang yang ada di Lambang NU berjumlah 9 buah, yang memiliki filosofi bahwa NU itu meneruskan semangat perjuangan Walisongo yang berjumlah sembilan orang, dalam berdakwah menyebarkan ajaran islam ditanah jawa.
Tidak hanya di NU, angka sembilan juga sangat lekat dengan orang jawa. Bahwa dalam tradisi arab tulisan jawa terdiri dari huruf Jim dan Wawu yang mana masing-masing memiliki bobot nilai. Huruf Jim berbobot 3 dan Wawu berbobot 6 jika keduanya dijumlahkan hasilnya menjadi angka 9. Lantas apa hubungannya angka 9 dengan PKL ini?

Pada PKL ini, jika diperhatikan secara tidak langsung juga penuh dengan angka sembilan. Lihat saja dari target 100 Peserta yang direncanakan oleh PC GP ANSOR Cilacap, hanya terpenuhi 63 peserta. Jika angka enam (6) dan angka tiga (3) dijumlahkan, maka akan menjadi sembilan (9). Mungkin ini hanya kebetulan. Apakah benar kebetulan? Mari kita cari kebetulan lain yang menunjukkan bahwa PKL ini lekat dengan angka sembilan.

Yaitu pada tanggal pelaksanaannya, tanggal 2, 3, dan 4. Jika ketiga angka tersebut dijumlahkan maka hasilnya adalah sembilan. 2+3+4 = 9. Padahal sebelumnya PKL ini sudah diagendakan pada tanggal 19, 20, 21 Januari 2018, namun atas kehendak Alloh baru dapat dilaksanakan pada tanggal 2, 3, 4 Februari. Dan pelaksanaan PKL ini juga pada tahun 2018 yang dalam penulisannya biasa disingkat dengan ’18, jika dijumlahkan juga menjadi sembilan.

Saya kira terlepas dari kebetulan-kebetulan tersebut, yang hanya Alloh yang tahu atas kebenarannya, ada pesan yang disampaikan kepada semua orang yang terlibat, terutama para peserta, bahwa PKL ini harus melahirkan kader yang benar-benar siap untuk meneruskan garis perjuangan Nahdlatul Ulama. Kader yang memiliki semangat perjuangan walisongo dalam mendakwahkan ajaran islam yang membawa rahmat untuk seluruh masyarakat jawa dan masyarakat umum.

2.  Filosofi Bambu dan Semangat Perjuangan.

PKL ini juga identik dengan Bambu, hampir semua orang yang terlibat dalam PKL menyapakati hal ini. Terbukti dari obrolan yang lalulalang digroup Whatsapp terlihat peserta PKL, Instruktur, dan Pimpinan GP ANSOR Cilacap ramai membicarakan tentang keberadaan Bambu di PKL ini. Sebenarnya hanya ada 2 moment yang memperlihatkan kehadiran bambu dalam kegiatan ini, yaitu saat sesi istirahat makan, dan Saat Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP ANSOR Jawa Tengah mem-baiat atau melantik 63 Peserta PKL.

Moment pertama adalah saat Istirahat makan, Selama saya mengikuti kegiatan ke-GP ANSOR-an, baru di PKL ini saya menemukan dan merasakan sayur Pohon Bambu sebagai hidangan yang disajikan oleh panitia untuk dimakan Peserta dan orang yang hadir dalam PKL. Dihari ke 2 kegaiatan PKL, hampir seharian peserta disuguhi sayuran yang oleh orang cilacap kebanyakan disebut dengan sayur rebung (Bambu Muda) ini.

Selanjutnya adalah Saat Pelantikan yang dilakukan oleh Solahudin Aly,  Ketua PW GP ANSOR Jawa Tengah. Sebelum pelantikan, terlihat Ketua PW GP ANSOR memeluk sebilah potongan bambu, yang kemudian dicelupkan dalam air yang digunakan untuk membasuh kepala seluruh peserta yang dilantik. Awalnya saya agak keheranan dengan apa yang dilakukan oleh Ketua PW GP ANSOR tersebut. Namun keheranan itu terjawab ketika beliau memberikan Arahan kepada seluruh peserta terlantik.
Solahudin Aly,
Ketua PW GP ANSOR Jateng

Beliau menyampaikan bahwa dirinya baru saja mendapat ijazah dari seorang guru, dan gurunya tersebut mendapat ijazah berupa Bambu Runcing yang diberikan langsung oleh KH Subchi Parakan (wafat 1959) atau yang lebih dikenal dengan Kyai Bambu Runcing yang berasal dari Parakan Temanggung.

Dikalangan NU kyai Subchi sudah masyhur dikenal sebagai seorang pejuang yang gigih untuk merebut kemerdekaan Republik Indonesia. Beliaulah yang menggalang kekuatan para pemuda untuk merebut dan membela Kemerdekaan RI tersebut. beliau juga dikenal sebagai salah satu Guru dari Panglima Besar Jenderal Sudirman.
Semangat perjuangan mbah Subchi inilah yang harus diteruskan oleh kader GP ANSOR, terutama yang telah mengikuti PKL. Apalagi telah dilantik dengan air yang sudah mendapat sentuhan dari Bambu Runcingnya Mbah Subchi.

Selain semangat perjuangan mbah Subchi, Sebagai Kader GP ANSOR juga harus memahami Filosofi Bambu, saya mencoba mencari referensi di internet yang mengulas tentang Filosofi pohon bambu. Disana disampaikan bahwa bambu tidak akan menunjukkan pertumbuhan berarti selama 5 tahun pertama. Walaupun setiap hari disiram dan dipupuk, tumbuhnya hanya beberapa puluh centimeter saja. Namun setelah 5 tahun kemudian, pertumbuhan pohon bambu sangat dahsyat dan ukurannya tidak lagi dalam hitungan centimeter melainkan meter. Pohon bambu pada usia lima tahun pertama ia mengalami pertumbuhan dahsyat pada akar Bukan pada Batang, yang artinya, pohon bambu sedang mempersiapkan pondasi yang sangat kuat agar ia bisa menopang ketinggiannya yang berpuluh puluh meter kelak dikemudian hari.

Sebagai kader harus siap sedia menggarap ummat di akar rumput, harus membuat pondasi organisasi yang kuat, di tingkatan yang paling bawah sekalipun. Agar nantinya bangunan organisasi menjadi kokoh dan dan tahan banting meskipun berbagai badai menerjangnya. Jikapun nanti sudah berhasil dari membuat bangunan organisasi, diri setiap kader tidak lantas berbesar hati, berbangga diri melainkan harus tetap rendah hati, menjauhkan dari congkak dan kesombongan.

3.  Loyalitas dan Totalitas.

Pembelajaran ini saya dapatkan dalam PKL ini melihat dari apa yang dilakukan oleh pantia pelaksana. Mereka dengan penuh serius mempersiapkan segala hal guna suksesnya acara pengkaderan ini. Mulai dari menyiapkan tempat, membuat ijin dan pemberitahuan ke berbagai pihak, mencari dukungan, menghubungi narasumber dan hal lainnya yang semuanya harus disiapkan agar PKL dapat berjalan lancar. Tidak mudah untuk melakukan itu semua, tidak semua orang dapat melakukannya meskipun terlihat sederhana. Butuh orang yang memiliki jiwa Totalitas tinggi untuk bersedia menyiapkan semuanya, apalagi kegiatan yang melibatkan banyak orang, dilakukan lebih dari 2 hari dan tentunya orang yang mempersiapkan juga memiliki kesibukan lainnya yang tidak hanya mengurusi PKL. Karena cintalah orang akan melakukannya meskipun banyak menuai tantangan, karena cintalah orang bersedia melakukannya terus menerus bahkan harus mengorbankan dirinya sendiri agar kegiatan yang sedang di persiapkan dapat berjalan lancar. 

Begitulah kader yang memiliki totalitas dan loyalitas tinggi terhadap organisasi. Dan saya melihat itu juga yang dicontohkan oleh panitia pelaksana kegiatan PKL ini. Kang Narto misalnya, Ketua Panitia pelaksana PKL yang tidak dapat mengikuti dan memantau jalannya PKL. Dirinya harus pulang untuk istirahat bahkan harus dilarikan ke klinik, karena kondisi kesehatan yang menurun akibat harus mempersiapkan semua kegiatan PKL dan kegiatan sebelumnya. Sampai malam terakhir kegiatan, kang narto belum dapat bergabung dengan yang lain karena masih harus Istirahat. Tidak hanya kang Narto, belakangan saya mendengar kabar, salah satu panitia Kang Aziz, juga dilarikan ke Klinik untuk Opname karena kondisi fisik yang menurun. Bagi saya, Keduanya menjadi pembelajaran dan potret kader yang memiliki Loyalitas yang tinggi terhadap organisasi. 

Bahwa menjadi kader harus penuh totalitas melaksanakan mandat yang diberikan oleh organisasi kepada dirinya. Apapun yang terjadi, tugas harus dituntaskan semaksimal mungkin.

Beberapa hal  diatas saya dapatkan selama mengikuti proses PKL, dan tentunya masing-masing yang terlibat dalam PKL memiliki pembelajaran tersendiri. Silahkan mengambil hikmah dari apa yang saya tuliskan. Wallohu A’lam Bishhowab.
-----

Baju hijau berkombinasi putih itu adalah identitas organisasi, siapapun yang memakainya harus menjaganya, harus mampu memberikan yang terbaik. Karena siapapun yang memakai identitas organisasi, sebenarnya dirinya sedang mencitrakan organisasi tersebut. sehingga, jikapun kita belum bisa memberikan yang terbaik untuk organisasi kita, minimal jangan sekali-sekali membuat “kotor” organisasi kita. (123)

Rabu, 31 Januari 2018

GP ANSOR Kesugihan Siap Bertemu Ketua Umum.

Kesugihan, kitaberjejak.blogspot.co.id – Sedikitnya ada 100 kader GP ANSOR, baik BANSER maupun Rijalul Ansor,  dari Kesugihan yang siap untuk berangkat ke Majenang mengikuti Apel dan Pengarahan dari Ketua Umum PP GP ANSOR, Gus Yaqut. Begitulah informasi sementara yang diperoleh redaktur Kitaberjejak melalui Whatsapp dari salah satu kader BANSER kesugihan.

Kader Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) Kesugihan
Seperti diketahui bahwa Kamis (1/2) besok, rencananya seluruh elemen Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda ANSOR (GP ANSOR) Kabupaten Cilacap akan berkumpul di Alun-alun Majenang untuk mengadakan Apel bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat GP ANSOR Yaqut Cholil Qoumas. Apel yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lahir Ke 92 Nahdlatul Ulama ini, rencananya juga akan dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Oleh Penyelenggara, Ganjar sapaan akrab Gubernur Jawa Tengah ini, akan didapuk untuk menjadi Inspektur Apel.

Sebagai bagian dari Jam’iyyah Nahdlatul ‘Ulama (NU), PC GP ANSOR Kabupaten Cilacap memandang Apel ini sebagai kegiatan yang penting, selain sebagai seremonial memperingati Hari Lahir yang ke 92 Nahdlatul Ulama, juga sebagai sarana konsolidasi kader di wilayah Kabupaten Cilacap. Konsolidasi yang dimaksud guna menunjukkan dan meneguhkan komitmen seluruh elemen GP ANSOR untuk senantiasa patuh dan siap dalam mengawal Nahdlatul Ulama dan tentunya meneguhkan komitmen untuk selalu siap menjadi benteng muda yang kokoh dalam menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Informasi tentang Apel ini jauh-jauh hari sudah tersebar luas kepada seluruh kader GP ANSOR di Wilayah Kabupaten Cilacap, baik ditingkat Kecamatan maupun tingkat Desa. Tak terkecuali  di Wilayah Kecamatan Kesugihan.

Menyikapi kegiatan Apel tersebut, Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP ANSOR Kesugihan menyambut positif dan penuh antusias, dengan langsung meneruskan berbagai Informasi yang bersifat Instruksional kepada Seluruh kader di Kesugihan. Baik melalui pesan yang diteruskan melalui Group Whatsapp maupun melalui pertemuan koordinasi memastikan kesiapan dan mempersiapkan kebutuhan untuk mengikuti Apel tersebut, yang diselenggarakan di Masjid Banteran Kalisabuk pada malam H-3 Pelaksanaan Apel.

Selain Kesugihan, beberapa kecamatan lain di Cilacap bagian timur dan Cilacap bagian barat, juga sudah mengkonsolidir diri untuk memastikan kader-kadernya untuk hadir mengikuti Apel tersebut. (123)

Minggu, 24 Desember 2017

Menjelang Natal, Banser Kesugihan Berulah.

Kesugihan, kitaberjejak.blogspot.co.id – Sebanyak 80 Personil BANSER Kesugihan diturunkan untuk menyerbu 3 rumah warga di dusun Kedungsari Desa Dondong Kecamatan Kesugihan. Penyerbuaan ini terjadi pada minggu 24 Desember 2017, tepat satu hari menjelang perayaan natal. Penyerbuan ini langsung dipimipin oleh Kepala Satuan Koordinasi Rayon (Ka Satkoryon) BANSER Kesugihan Hadi Mustofa.

Seperti diketahui bersama, beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 15 Desember 2017, Gempa bumi berkekuatan 7.3 SR telah mengguncang pulau Jawa. 3 Rumah yang diserbu oleh Banser merupakan sebagian dari beberapa rumah warga desa Dondong Kecamatan Kesugihan yang terdampak dari Gempa tersebut.

Banser Kesugihan Bergotong Royong
Membantu Warga Desa Dondong
Masing-masing adalah rumah milik Dadang yang berlokasi di Rt 008 Rw 007, Saebani di Rt 005 Rw 007 dan Yas Rt 001 Rw 007, kesemuanya warga dusun Kedungsari Desa Dondong. Dan Ketiganya merupakan Rumah yang diserbu oleh BANSER Rayon Kesugihan untuk dibantu proses pembongkarannya. Karena pasca gempa, ketiga rumah tersebut mengalami kerusakan yang cukup membahayakan jika tetap ditempati. Harus dirobohkan terlebih dahulu, sebelum kemudian di bangun dengan material yang lebih baik untuk dapat ditempati kembali.

Dadang, salah satu pemilik rumah yang dibantu Banser proses pembongkarannya menyampaikan apresiasi kepada Banser. Apa yang dilakukan Banser sangat membantunya, mengingat selama ini dirinya memiliki keterbatasan dari sisi tenaga untuk merobohkan dan merapihkan rumahnya.

Dirinya menambahkan, Tentunya tidak hanya Banser yang membantu dirinya dan para korban Gempa, namun para pihak lain juga diharapkan untuk memberikan uluran tangannya, agar pembangunan rumah para korban gempa segera selesai sehingga masing-masing korban dapat menempati kembali rumahnya. Selama rumahnya belum terbangun, para korban gempa yang rumahnya dirobohkan tersebut, bertempat tinggal di rumah saudara dan keluarga dekatnya masing-masing.  

Terpisah, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kesugihan, Ali Basroh menyampaikan bahwa Banser sebagai kader inti dari GP Ansor sudah sepatutnya untuk selalu hadir ditengah masyarakat yang membutuhkan, tanpa membeda-bedakan latarbelakang, Golongan, agama ataupun Ras, terutama masyarakat yang terkena musibah. Hal tersebut sebagai wujud komitmen Banser dalam mengaktualisasikan prinsip-prinsip hubungan bermasyarakat di Indonesia, salah satunya Gotong Royong melalui bongkar rumah bersama-sama.

Perayaan Natal Kurang Sehari, BANSER Kesugihan Adakan Apel.

Kesugihan, kitaberjejak.blogspot.co.id – Minggu 24 Desember 2017, Tepat kurang sehari pelaksanaan Perayaan Hari Natal, Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) dibawah Komando Koordinasi Rayon Kesugihan berkumpul untuk mengadakan Apel, di Halaman Masjid Al Itqon, Komplek Pondok Pesantren Huffadzil Qur'an Fadlulloh Kuripan Kidul, Kesugihan. 

Apel yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air ini diikuti oleh tidak kurang dari 90 Anggota BANSER se wilayah kecamatan kesugihan. 

Muharis, dari Polsek Kesugihan
Selaku Pembina Apel Banser 
Muharis, Anggota Kepolisian Republik Indonesia Sektor Kesugihan Bertindak sebagai Pembina Apel, mengapresiasi langkah yang dilakukan BANSER Kesugihan.

“Inisiatif seperti ini merupakan hal baik yang dilakukan oleh masyarakat sipil, untuk menumbuhkan dan menambah rasa cinta terhadap kesatuannya yang harapannya juga menumbuhkan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Ujarnya.

Selain karena untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, Apel ini juga dimaksudkan untuk memberikan dukungan atas diselenggarakannya Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kesugihan yang dilaksanakan pada hari itu juga.
BANSER Kesugihan dalam Barisan Apel

Hadi Mustofa, selaku Kepala Satuan Koordinasi Rayon (Ka Satkoryon) Banser Kesugihan membenarkan hal tersebut. Menurutnya, Sebagai Benteng Ulama dan Bagian yang tidak terpisahkan dari Nahdlatul Ulama, sudah seharusnya BANSER memberikan dukungan terhadap semua kegiatan yang diselenggarakan oleh Nahdlatul Ulama, termasuk pelaksanaan Konferensi ini.  


“BANSER akan selalu siap untuk mengawal dan mengamankan setiap kegiatan Nahdlatul Ulama.” Imbuhnya. 

Apel ditutup dengan menyanyikan yel-yel penyemangat kesatuan Banser dan Foto Bersama. (123)

Senin, 11 Desember 2017

ANSOR Cilacap Gelar PKL

Cilacap, kitaberjejak.blogspot.co.id- Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor (GP ANSOR) Kabupaten Cilacap akan menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL). Hal itu disampaikan oleh Ketua PC GP ANSOR Cilacap dalam Majelis Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) GP ANSOR Cilacap, Sabtu lalu 9 Desember 2017 di Pondok Pesantren Metal Tobat Gandrungmangu.

PKL merupakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan kader jenjang menengah dalam sistem kaderisasi GP ANSOR yang dimaksudkan untuk mencetak kader pemimpin organisasi dan masyarakat di tingkatan pimpinan cabang. Peserta PKL adalah kader GP ANSOR yang telah lulus PKD sekurang-kurangnya enam bulan terakhir yang dibuktikan dengan fotocopy sertifikat dan/atau surat keterangan kelulusan dari pengurus yang berwenang dan direkomendasikan oleh PAC atau PC setempat.

Jajaran Pengurus Harian
PC GP ANSOR Kabupaten Cilacap
PC GP ANSOR Cilacap rencananya akan menyelenggarakan PKL ini pada bulan Januari 2018, ditempatkan di Kecamatan Karangpucung. 100 peserta menjadi target pelaksanaan PKL ini, artinya masing-masing PAC harapannya minimal dapat mengirimkan 5 kadernya untuk dapat mengikuti kegiatan tersebut. Tidak menutup kemungkinan peserta PKL juga bisa dari kabupaten tetangga.  

Selain membicarakan PKL, Rakorcab yang hadiri oleh 15 PAC itu juga membicarakan beberapa program dari PC GP ANSOR Cilacap yang akan dilaksanakan mulai Januari 2018. Diantaranya adalah akan diselenggarakannya Akreditasi Pimpinan Ranting yang ditarget dapat dilaksanakan pada bulan Maret 2018. Selain itu, forum tersebut juga menyinggung tentang kegiatan Konferensi Cabang (Konfercab) GP ANSOR Cilacap yang rencananya akan dilaksanakan sebelum masa khidmat kepengurusan periode sekarang berakhir, yaitu sekitar bulan Juni 2018.


Tidak ketinggalan, pada forum yang dipandu oleh Sahabat Aliman ini, 15 Pengurus PAC yang hadir juga diminta untuk menginformasikan perkembangan masing-masing capaian kegiatan kepengurusannya. Mulai dari kegiatan rutin ke-ANSOR-an, kegiatan Ekonomi organisasi, Kegiatan Pengkaderan, sampai dengan kondisi ranting yang sudah memiliki pengesahan ataupun belum. 

Kamis, 23 November 2017

13 Peserta DIKLATSAR Banyumas, berasal dari Kesugihan.

Cilacap, kitaberjejak.blogspot.co.id- Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor (GP ANSOR) Kecamatan Kesugihan, melalui Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) akan mengirimkan kader-kadernya, calon anggota BANSER, untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (DIKLATSAR) BANSER di Banyumas.

Barisan Ansor Serbaguna (BANSER)
DIKLATSAR merupakan kaderisasi kedua, bagi kader-kader GP ANSOR yang hendak terjun untuk fokus menjadi bagian dari satuan BANSER. Artinya, siapapun yang memiliki keinginan untuk menjadi anggota BANSER, menjadi peserta DIKLATSAR hukumnya Fardlu ‘ain (Wajib dan bersifat pribadi yang bersangkutan). Kenapa DIKLATSAR menjadi Kaderisasi kedua? Karena memang begitu prosesnya. BANSER adalah kader inti dari GP ANSOR dan tentunya adalah bagian yang tidak terpisahkan. Sehingga untuk menjadi BANSER, setiap orang harus berikrar terlebih dahulu menjadi bagian dari GP ANSOR melalui Forum kaderisasi yang namanya Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP ANSOR. Baru setelah dinyatakan Lulus dalam PKD, dan memiliki keinginan untuk menjadi kader inti yang militan di GP ANSOR, orang tersebut dapat mengikuti kaderisasi yang kedua yakni DIKLATSAR.

Sistem kaderisasi ditubuh GP ANSOR sudah memiliki standar baku yang tertuang pada Peraturan Organisasi maupun Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) penyelenggaraan Pendidikan tersebut. Sehingga, daerah penyelenggaraan kegiatan tidak menjadi persoalan. Hal itulah yang melatarbelakangi, PAC GP ANSOR Kesugihan mengirimkan kader-kadernya untuk dapat mengikuti kegiatan DIKLATSAR sampai di kabupaten Banyumas.  

Sampai hari kamis, 23 November 2017, data kader GP ANSOR Kesugihan yang masuk ke pengurus Satkoryon untuk mengikuti DIKLATSAR di Banyumas sejumlah 13 kader. Dengan komposisi, 11 dari Desa Kuripan Kidul, 2 dari Desa Menganti, dan tentunya masih memungkinkan untuk bertambah. Rencananya Peserta dari Kesugihan tersebut akan berangkat secara bersama-sama pada hari Jumat, tanggal 24 November 2017 bakda sholat jum’at, sekitar pukul 13.00 WIB.

Hadi Muatofa,
Kepala Satkoryon BANSER Kesugihan
Hadi Mustofa, selaku Kepala Satkoryon BANSER Kesugihan melalui Whatsapp menyampaikan bahwa  13 Peserta DIKLATSAR akan dilepas hari besok, melalui Apel yang rencananya akan diselenggarakan di Kuripan Kidul.

“Apel tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan calon peserta, baik kesiapan fisik mental ataupun kesiapan syarat-syarat administratif yang harus dipenuhi. Selain itu juga untuk memberikan pesan bahwa, dalam BANSER yang dikedepankan adalah semangat kekeluargaan dan kebersamaan, dimulai dari berangkat DIKLATSAR secara bersama-sama.” Ujar pria yang akrab disapa Ndan Tofa.

Untuk DIKLATSAR di Banyumas sendiri, secara teknis diselenggarakan oleh Satkoryon BANSER Kemranjen. Mengambil Lokasi di Komplek Masjid Jami’ Nurussalafiyah Gemawang, Sidamulya, Kecamatan Kemranjen. Kegiatan ini akan dilaksanakan mulai jumat 24 November dan rencananya akan selesai pada hari Ahad, 26 November 2017.


Selamat mengikuti Pendidikan Sahabat, semoga jalan kita selalu mendapat Ridlo Alloh Subhanahu Wata’ala. Aamiin. (123)

ANSOR Kesugihan, Siap Gunakan Internet untuk Berwirausaha.

Cilacap, kitaberjejak.blogspot.co.id- Laju pertumbuhan teknologi bergerak sangat cepat, hampir setiap saat selalu ada teknologi baru yang dicipatkan oleh manusia. Dan ini menjadi tantangan bagi kita, terlebih anak-anak usia muda, yang hidup ditengah derasnya pertumbuhan teknologi. Jika kita tidak bisa mengikuti laju tersebut, sudah pasti akan tertinggal. Hal tersebut juga berlaku untuk organisasi atau instansi kelembagaan yang lainnya, tidak terkecuali  Gerakan Pemuda Ansor (GP ANSOR).

Peserta Pelatihan Internet Marketing
dari GP ANSOR Kesugihan
Sebagai salah satu bagian dari organisasi sosial kepemudaan, yang sedang tumbuh dan berkembang pada era global seperti saat ini, GP ANSOR yang beranggotakan generasi milenial atau generasi muda ini, tentunya harus membekali anggotanya dengan kemampuan untuk menguasai teknologi. Saat ini yang sedang booming dan menjadi keharusan untuk mampu untuk menguasainya adalah penggunaan internet untuk mendukung segala lini kehidupan. Baik untuk kepentingan personal, untuk menunjang dunia bisnis, maupun untuk menunjang aktivitas organisasi.

Melalui Kegiatan Pelatihan Internet Marketing, yang dilaksanakan hari Rabu lalu, tanggal 22 November 2017, GP Ansor kecamatan Kesugihan mengikutsertakan 10 Kadernya untuk mengikuti kegiatan tersebut. Pelatihan yang bertempat di Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (PUSDIKLAT) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kabupaten Cilacap ini, merupakan pelatihan pemahaman  dasar tentang teknik pemasaran dengan memanfaatkan jaringan online atau internet sebagai komponen utamanya. Sebagai penyelenggara kegiatan, Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Kabupaten Cilacap, menargetkan adanya pemahaman dan keterampilan dasar kader-kader muda NU dalam penggunaan internet untuk meningkatkan aspek kehidupan dalam bidang perekonomian.
   
Bagi GP ANSOR Kesugihan Dengan melibatkan anggotannya dalam kegiatan ini, menunjukkan komitmennya dalam upaya pengingkatan kapasitas anggota, agar tidak tertinggal dengan derasnya laju teknologi. Terlebih GP Ansor Kesugihan, pada tahun 2018 memiliki gagasan yang salah satu fokusnya mengarah pada peningkatan ekonomi organisasi maupun anggoatanya. Sehingga, berbagai kesempatan yang ditawarkan untuk melibatkan GP ANSOR dalam usaha peningkatan kapasitas dalam bidang ekonomi selalu direspon baik. Salah satunya adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh LPNU ini.

Kegiatan ini menyasar kepada kader-kader muda NU, terlihat dari 49 peserta mengikutinya berangkat dari lembaga maupun Badan Otonom (Banom) yang ada di lingkugan NU. Selain dari GP ANSOR peserta yang lainnya dari Fatayat NU, para Alumni Pendidikan Kader Penggerak NU (PKPNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan beberapa kader NU lainnya yang tidak mewakili lembaga ataupu banom.

Harapannya pasca kegiatan pelatihan ini, PCNU Cilacap melalui LPNU, dapat memiliki wadah untuk anggotanya yang bergelut dalam dunia kewirausahaan, terutama yang memanfaatkan internet dalam melakukan usahanya. Wadah tersebut dapat berupa sebuah komunitas maupun sebuah forum Ikatan para Marketing yang berangkat dari kalangan Nahdliyin.


Di GP ANSOR Kesugihan sendiri, para kadernya yang dikirim untuk mengikuti pelatihan tersebut diharapkan dapat menginisiasi gagasan ataupun melahirkan aktivitas usaha yang mengarah pada kegiatan alternatif untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi anggotanya maupun lembaganya. Semoga.. (123)

Selasa, 21 November 2017

BANSER menggeruduk Pengajian (?)

Cilacap, kitaberjejak.blogspot.com - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Jawa Tengah menggelar Bahtsul Masail pada Senin, 20 November 2017. Bertempat di Pondok Pesantren Al Ihya Ulumadin Kesugihan Cilacap, kegiatan yang di ikuti oleh seluruh perwakilan dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se Jawa Tengah digelar.

Suasana Bahtsul Masail PWNU Jawa Tengah
sumber : nujateng.com
Bahtsul Masail merupakan kegiatan yang akrab di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), sebagai tradisi intelektual  yang sudah berlangsung sangat lama. Bahkan sebelum Nahdlatul Ulama itu lahir menjadi organisasi formal, praktek bahtsul masail telah ada lebih dulu ditengah masyarakat. Sampai saat ini tradisi Bahtsul masail masih tetap di praktekkan oleh NU untuk merespon dan memberikan solusi problematika aktual yang muncul dalam kehidupan bermasyarakat. Dan tidak tanggung-tanggung, NU membentuk lembaga khusus untuk mengurusi kegiatan Bahtsul Masail yang dikenal dengan Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU).

Dalam Bahtsul masail kali ini, salah satu persoalan sosial yang diangkat untuk dibahas adalah tentang hukum dari Monopoli frekuensi publik, “Ini persoalan yang sangat krusial, yang seharusnya pemerintah bisa mengatur ulang. Jika regulasi belum bisa menjerat orang-orang yang memonopoli, maka rekomendasi kami yang berdasarkan pada hukum Islam bisa dijadikan pertimbangan. Seharusnya dalam memahami regulasi jangan secara tekstual, tapi memperhatikan filosofi hukumnya juga,” jelas Dewan Perumus Bahtsul Masail, Hudallah Ridwan sepeti yang dilansir melalui nujateng.com. Para kyai utusan dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se Jawa Tengah sepakat untuk menetapkan hukum haram terhadap persoalan sosial tersebut.

BANSER Kesugihan turut mensukseskan kegiatan
Bahstul Masail PWNU Jawa Tengah
Sebagai kegiatan ke-NU-an yang diselenggarakan, selain melibatkan para kiyai dan pengasuh pondok pesantren maupun para intelektual-intelektual yang fasih membicarakan soal agama, panitia Bahtsul Masail ini juga melibatkan Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) sebagai pihak yang berperan dalam suksesnya penyelenggaraan acara. Terutama untuk memastikan ketertiban dan keamanan kegiatan, sehingga para peserta yang hadir dapat fokus mengikuti seluruh rangkaian acara tanpa harus mengkhawatirkan keamanannya.

Seperti yang diketahui banyak pihak, BANSER juga dikenal dengan Tentaranya Nahdlatul Ulama atau biasanya disingkat dengan TNU (Tentara Nahdlatul Ulama). Kenapa demikian? Karena BANSER merupakan Kader inti Gerakan Pemuda ANSOR, sebagai wadah kader-kader muda NU, yang dibentuk dan dididik dengan pola pendidikan kader yang semi militer, ditempa dalam pendidikan yang berorientasi pada kekuatan fisik dan mental. Tak heran jika kemudian seragamnya juga hampir mirip dengan Tentara, yaitu Doreng. Lantas apa yang membedakan TNU dan TNI? Keduanya sama-sama memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi, sama-sama memiliki komitmen yang sama untuk menjaga tegak dan utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Perbedaannya adalah disamping menjaga NKRI, TNU atau BANSER juga menjadi garda depan dalam menjaga para alim ulama, para kyai Nahdlatul Ulama. Dimana ada majelis atau forum pengajian yang mengisi adalah kyai atau Ulama yang menyejukkan ummat, tidak meresahkan ummat, bisa dipastikan di majelis tersebut selalu ada BANSER. Karena itu adalah komitmen dan tugas utama BANSER sebagai Benteng Ulama.

Dalam kesempatan ini, karena kegiatan bertempat di Pondok Pesantren Al Ihya Ulumadin kecamatan Kesugihan, sehingga BANSER yang dilibatkan dalam menjaga dan mengawal kegiatan adalah dari  Satuan Koordinasi Rayon (SATKORYON) BANSER Kesugihan. Dibawah Komando dari Kepala Satkoryon BANSER Kesugihan, Hadi Mustofa, lebih dari 50 Anggota BANSER dilibatkan dan disiagakan mengawal ketertiban dan keamanan kegiatan. Yang terbagi dalam beberapa titik keamanan. Mulai di arena utama kegiatan, ditempat menginap para peserta dari Pengurus Wilayah NU maupun di pinggir-pinggir jalan raya dan pintu gerbang utama Pesantren. BANSER sendiri sudah stanby di arena bahtsul masail mulai dari tanggal 19 November malam, tentunya sampai seluruh rangkaian kegiatan selesai yaitu malam Selasa, 20 November 2017.

Perlu diketahui, bukan baru kali ini saja BANSER menggeruduk untuk menjaga pengajian atau forum-forum keagamaan. Seperti yang saya sampaikan diatas, BANSER hampir selalu ada ketika ada forum yang dihadiri oleh kyai-kyai NU. Di Pondok Pesantren Al Ihya Ulumadin sendiri, dipastikan setiap majelis pengajian Kliwonan selalu ada BANSER yang bertugas mengawal. Setiap peringatan Hari Ulang Tahun (HAUL) Pondok pesantren juga pasti ada BANSER yang turut mengawal. Dan meskipun sebagai tenaga yang bertanggungjawab terhadap keamanan dan ketertiban, dalam forum-forum pengajian atau kajian keagamaan, BANSER didik untuk tidak pernah berharap dapat imbalan berupa uang bayaran atau istilah yang lainnya. BANSER melakukan semua itu dengan penuh keikhlasan dan hanya mengharap Ridlo Alloh subhanahu wata’ala. Kalaupun ada yang memberi imbalan dalam bentuk apapun, itu dianggap sebagai Bonus yang harus disyukuri. Wallohu A’lam bishowab (123)