Tampilkan postingan dengan label pelatihan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelatihan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Februari 2020

CILACAP SIAP GELAR LI & SUSPELAT


Cilacap (kitaberjejak.blogspot.co.id) – Gelaran Latihan Instruktur (LI) dan Kursus Pelatih (SUSPELAT) bagi kader Gerakan Pemuda Ansor yang rencana akan dilaksanakan di kabupaten Cilacap sudah mulai hangat diperbincangkan. 

Sebagai tuan rumah, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Cilacap mulai sibuk untuk menyambut baik event tingkat wilayah ini. Mulai dari membentuk kepanitiaan, berkoordinasi dengan berbagai instansi dan tentunya berkoordinasi dengan Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah sebagai pihak yang berwenang mengurusi LI dan SUSPELAT.



Terhitung PC GP ANSOR kabupaten Cilacap telah menyelenggarakan 2 kali pertemuan, khusus untuk membicarakan persiapan LI dan SUSPELAT. Pertemuan pertama dilaksanakan tanggal 1 Februrari 2020. Pada pertemuan yang bertempat di Wana Wisata Wanarata ini, berhasil menyepakati susunan kepanitaan LI dan SUSPELAT tingkat Kabupaten yang selanjutnya menjadi perangkat PC GP ANSOR Cilacap untuk menyiapkan berbagai hal guna suksesnya kegiatan LI dan SUSPELAT. PC GP ANSOR Cilacap memberikan mandat kepada Ahmad Rusdan untuk menjadi ketua panitia penyelenggara.

Selain menyepakati kepanitiaan, pertemuan pertama ini juga menyepakati rencana waktu pelaksanaan dan lokasi kegiatan.  Rencananya tahapan pelaksanaan LI dan SUSPELAT akan dimulai dengan Screening pada tanggal 22 Maret 2020 di Pondok Pesantren Miftahul Huda Kroya. Sedangkan untuk tahap pelaksanaannya dilaksanakan pada tanggal 27, 28, 29 Maret 2020 di lokasi yang sama dengan Screening.

Pertemuan kedua diselenggarakan di Kantor PC GP ANSOR Cilacap, pada tanggal 15 Februari 2020 dengan menyepakati hal-hal teknis dan administratif kepanitiaan yang harus segera disiapkan. Pembicaraan dalam rapat kedua ini diantaranya adalah tentang kepesertaan, misalnya ketentuan dan Persyaratan Peserta, target peserta, juga merencanakan beberapa tahap perencanaan manajemen tempat acara beserta berbagai alternatifnya jika menemukan situasi-situasi yang tidak memungkinkan.

Ketua PC GP ANSOR Cilacap, ‘Aliman S.Pd, dalam beberapa kesempatan menyampaikan bahwa Cilacap bersyukur berkesempatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan LI dan SUSPELAT, ini adalah yang pertama di Cilacap. Dirinya juga mengajak kepada kader GP ANSOR di Cilacap untuk bersama-sama  menjadi tuan rumah yang baik.

Selasa, 31 Juli 2018

Agustus, Banser Cilacap Gelar Diklat di Kampung Laut.


Cilacap, www.kitaberjejak.blogspot.com – Sebagai kecamatan paling muda di Kabupaten Cilacap, Kampung laut tentunya memiliki sisi-sisi yang berbeda dan menarik dibanding dengan kecamatan lainnya di Cilacap. Nyatanya memang demikian, setiap ada kabar apapun yang berkaitan dengan kampung laut selalu menjadi buah bibir, seolah kampung laut itu adalah sebuah magnet yang memiliki daya tarik besar. Apapun yang berkaitan atau dekat dia, langsung menyedot perhatian khalayak.

Hal ini juga terjadi di lingkungan Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) kabupaten Cilacap.  Akhir-akhri ini Kasak-kusuk tentang kampung laut hampir nyaris selalu ditemukan dalam majelis-majelis kopi yang didalamnya ada anggota Ansor Bansernya. Karena dalam waktu dekat di Kampung Laut akan segera dilaksanakan Pendidikan dan Latihan Dasar (DIKLATSAR) Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) untuk yang pertama kalinya.

Barisan Ansor Serbaguna (Banser)
Diklatsar Kampunglaut rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 24, 25, dan 26 Agustus 2018. Tidak seperti umumnya Diklatsar, Diklatsar Kampunglaut akan menggunakan sistem Nomaden, atau berpindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi yang lain. sedikitnya ada 3 lokasi yang sudah disiapkan oleh panitia untuk menyelenggarakan Diklatsar ini, yaitu SMP Maarif, Balaidesa Panikel dan satu tempat di Dusun Karanganyar Desa Ujung Gagak.

Diklatsar Kampung laut ini terbuka untuk umum, yang memenuhi syarat tentunya, beberapa diantaranya adalah pemuda sehat jasamani rohani yang berusia antara 20 – 35 tahun, telah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP ANSOR dan tentunya mendapat rekomendasi dari Pimpinan Ranting atau Pimpinan Anak Cabang atau Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor, jika dari Luar Kabupaten Cilacap.

Pada Bulan Agustus ini, tidak hanya kampung laut yang menyelenggarakan Diklatsar atau pendidikan dasar untuk kader Ansor Banser, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Gandrung Mangu juga menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) pada tanggal 3, 4, dan 5 Agustus 2018 di MI Miftahul Falah, Karanganyar, Gandrung mangu. Untuk dapat mengikuti PKD ini, apa saja yang diperlukan, dapat dibaca melalui poster berikut.
Poster PKD Gadrungmangu

Di Cilacap bagian Timur, Tepatnya di Kecamatan Kroya, diselenggarakan juga Diklatsar Banser yaitu pada tanggal 31 Agustus, 1, 2 September 2018. Untuk lokasinya, informasi terakhir akan dilaksanakan di Desa Karangmangu Kroya.

Agustus ini nampaknya akan menjadi bulan yang cukup sibuk bagi Ansor Banser di Kabupaten Cilacap, karena selain menyelenggarakan Diklatsar dan PKD tentunya pada bulan Agutus juga ada agenda –agenda yang bersifat rutinitas tahunan, untuk mengisi dan memeriahkan perayaan Ulang Tahun Republik Indonesia.

Saya kira semuanya dalam rangka untuk mengisi kemerdekaan, Ansor Banser mengisinya dengan menggunakan media Pendidikan Kader, menanamkan rasa cinta tanah air dan semangat kebangsaan kepada anggota-anggoatanya, dan masyarakat umum mengisi kemerdekaan dengan cara menyelenggarakan berbagai kegiatan yang penuh sukacita dan keakaraban, untuk mengeksrepesikan bahwa kita telah Merdeka. (123)

Minggu, 29 Juli 2018

Ngader, GP Ansor Cilacap Kirim Bapak dan Anak ke Wonogiri


Wonogiri, www.kitaberjejak.blogspot.co.id – Pada Jumat (27/7) dini hari,  Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Cilacap bertolak ke dari Cilacap ke Wonogiri. Hal tersebut dilakukan dalam rangka untuk mengirimkan Kadernya, mengikuti Pendidikan Kaderisasi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah GP ANSOR Jawa Tengah yang berlokasi di Kabupaten Wonogiri.

Mengantarkan 4 Kader GP Ansor Cilacap
Untuk ikut PKL dan Susbalan di Wonogiri
Ke-empat kader tersebut masing-masing adalah 1 orang bernama Mahmudin dari Gandrungmangu Cilacap, mengikuti Kursus Banser Lanjutan (SUSBALAN), Yaitu Pendidikan kebanseran tingkat lanjut. Dan 3 orang masing-masing Haris Kusnandar, Muhammad Alfan Baihaqi, asal keduanya dari Kroya yang juga merupakan Bapak dan anak yang dikirim untuk mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) bersama dengan Arif Bahaudin dari Karangpucung.

Kegiatan PKL dan SUSBALAN di Wonogiri sendiri berlangsung mulai tanggal 27 sampai 29 Juli 2018 yang bertempat di Padepokan Daarussalam, Wonogiri.  Sebuah tempat, yang menurut pandangan redaksi kitaberjejak, strategis untuk digunakan sebagai tempat pelaksanaan pendidikan kader. Kenapa strategis? 1 hal yakni Jauh dari keramaian Karena untuk sampai dilokasi, harus melewati bentangan hutan yang cukup luas dengan medan jalan yang naik turun, dan tentunya kondisi di lokasi cukup kondusif dengan fasilitas yang disediakan. Kiranya peserta dapat melakukan kegiatan secara fokus dan penuh hidmat.

Pengiriman 4 kader ini merupakan bagian dari ikhtiyar yang dilakukan oleh PC GP Ansor Cilacap dalam melaksanakan perintah Ketua Umum Pimpinan Pusat GP ANSOR, H. Yaqut Cholil Qoumas. Perintah tersebut yaitu GP Ansor harus Ngaji, Ngader dan Makaryo. Dan mengikutkan kadernya dalam kegiatan PKL dan SUSBALAN di Wonogiri ini merupakan salah satu bentuk Ngader yang dilakukan oleh PC GP Ansor Cilacap.

Harapannya sepulang dari mengikuti pendidikan kader, kapasitas kader PC GP Ansor meningkat, terutama dalam penguasaan materi-materi yang diterima dalam kegiatan pendidikan tersebut. sejalan dengan meningkatnya kapasitas kader, diharapkan semakin memberikan kontribusi positif dalam mengembangkan organisasi. (123)

Kamis, 15 Februari 2018

18 Calon Banser Kesugihan digembleng di Binangun

Binangun, kitaberjejak.blogspot.co.id – Jumat Pagi (16/2) Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Kesugihan dibawah Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) ANSOR Kesugihan melaksanakan Apel di Halaman Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kabupaten Cilacap. Apel ini dilaksanakan dalam rangka untuk melepas 18 Calon kader Banser Kesugihan yang akan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (DIKLATSAR) di Kecamatan Binangun.
Apel Banser Kesugihan
di Halaman Pusdiklat PCNU Cilacap

Pada Diklatsar Binangun ini, Satkoryon Kesugihan mengirimkan calon kader Bansernya sebanyak 18 orang. Jumlah ini berkurang dari yang sebelumnya mendaftar berjumlah 21 orang, karena beberapa alasan ada 3 peserta yang datanya sudah masuk ke Satkoryon Kesugihan terpaksa belum bisa mengikuti Diklatsar di Binangun.

Diklatsar di Binangun sendiri, merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh PAC GP  ANSOR Kecamatan Binangun. Kegiatan ini merupakan kaderisasi formal yang harus diikuti oleh seluruh orang yang bergabung dan menjadi bagian dari Banser.  Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari, mulai dari tanggal 16 hingga 18 Februari ini dilaksanakan di Komplek MI dan MTs Al Kholidiyah Widarapayung Wetan Binangun.

18 Calon Peserta dari Kesugihan
Rencananya kegiatan ini akan dibuka langsung oleh KH Su’ada Adzkiya, Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Cilacap. Sampai berita ini dirilis, Lokasi kegiatan yang dipusatkan di Mts Al kholidiyah sudah ramai dipadati oleh calon peserta diklatsar maupun Instruktur dari Satkorcab Banser Cilacap, maupun para tamu Undangan yang akan mengikuti Acara Pembukaan. (123)

Selasa, 06 Februari 2018

Angka 9, Bambu Runcing dan Totalitas

Karangpucung, kitaberjejak.blogspot.co.id – Baju Hijau berkombinasi Putih itu terpaksa kulepas, saat menaiki motor Sport sejenis KLX ketika gerimis masih saja tidak menunjukkan i’tikadnya untuk berhenti berjatuhan di Desa Sindangbarang Karangpucung. Kondisi ini mengharuskan saya untuk hanya berkaos oblong berwarna hitam, ketika pulang dari Rihlah bersama sahabat-sahabat kelompok 6.  karena bagi saya baju hijau tersebut harus terlindungi dari percikan air berlumpur yang ditimbulkan oleh laju sepeda motor tanpa penutup roda belakang tersebut. Apalagi baju tersebut masih akan dipakai sampai malam hari, untuk melanjutkan kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) Gerakan Pemuda Ansor (GP ANSOR) Kabupaten Cilacap.

Rihlah merupakan satu dari sekian Sesi, yang harus diikuti oleh seluruh peserta PKL GP ANSOR Kabupaetn Cilacap. Pada sesi rihlah ini, peserta diharuskan berbaur dengan masyarakat di wilayah yang telah ditentukan, untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat tersebut. tak hanya di identifikasi, persoalan tersebut juga harus dianalisa kemudian dirumuskan solusi pemecahan masalahnya dan dituangkan dalam rekomendasi hasil Rihlah. Rihlah merupakan sesi penghujung dari rangkaian acara PKL yang diselenggarakan sejak 2 hingga 4 Februari 2018 oleh Pimpinan Cabang (PC) GP ANSOR Kabupaten Cilacap.
Rihlah di Dusun Jetak, Sindangbarang, Karangpucung

PKL merupakan kaderisasi formal tingkat menengah yang hanya dapat diikuti oleh kader GP ANSOR yang telah lulus kaderisasi tingkat dasar dan hanya dapat diselenggarakan oleh Kepengursan GP ANSOR setingkat Cabang atau diatasnya. Pada PKL yang diselenggarakan di MI Nurul Iman Sendangbarang Karangpucung ini, di ikuti oleh 63 Peserta dari 3 kabupaten yang berbeda, yaitu Cilacap, Banyumas dan Purbalingga. Dengan dipandu langsung oleh instruktur tingkat Wilayah Jawa Tengah, dan 5 Narasumber dari Pimpinan Pusat GP ANSOR.

Dalam pelaksanaannya, dalam pandangan saya, PKL ini memiliki beberapa hal yang menarik dan kemungkinan hal tersebut merupakan sebuah pesan yang memiliki filosofi yang dalam. Dan baru disadari menjelang Penutupan. Beberapa hal yang menjadi pembelajaran menarik tersebut diantaranya :

1. Angka Sembilan (9)

Kita tahu bahwa angka sembilan merupakan angka yang sangat dekat dengan Organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Angka Keramat yang tidak bisa dilepaskan dengan NU. Hal itu bisa dilihat dari jumlah bintang yang ada di Lambang NU berjumlah 9 buah, yang memiliki filosofi bahwa NU itu meneruskan semangat perjuangan Walisongo yang berjumlah sembilan orang, dalam berdakwah menyebarkan ajaran islam ditanah jawa.
Tidak hanya di NU, angka sembilan juga sangat lekat dengan orang jawa. Bahwa dalam tradisi arab tulisan jawa terdiri dari huruf Jim dan Wawu yang mana masing-masing memiliki bobot nilai. Huruf Jim berbobot 3 dan Wawu berbobot 6 jika keduanya dijumlahkan hasilnya menjadi angka 9. Lantas apa hubungannya angka 9 dengan PKL ini?

Pada PKL ini, jika diperhatikan secara tidak langsung juga penuh dengan angka sembilan. Lihat saja dari target 100 Peserta yang direncanakan oleh PC GP ANSOR Cilacap, hanya terpenuhi 63 peserta. Jika angka enam (6) dan angka tiga (3) dijumlahkan, maka akan menjadi sembilan (9). Mungkin ini hanya kebetulan. Apakah benar kebetulan? Mari kita cari kebetulan lain yang menunjukkan bahwa PKL ini lekat dengan angka sembilan.

Yaitu pada tanggal pelaksanaannya, tanggal 2, 3, dan 4. Jika ketiga angka tersebut dijumlahkan maka hasilnya adalah sembilan. 2+3+4 = 9. Padahal sebelumnya PKL ini sudah diagendakan pada tanggal 19, 20, 21 Januari 2018, namun atas kehendak Alloh baru dapat dilaksanakan pada tanggal 2, 3, 4 Februari. Dan pelaksanaan PKL ini juga pada tahun 2018 yang dalam penulisannya biasa disingkat dengan ’18, jika dijumlahkan juga menjadi sembilan.

Saya kira terlepas dari kebetulan-kebetulan tersebut, yang hanya Alloh yang tahu atas kebenarannya, ada pesan yang disampaikan kepada semua orang yang terlibat, terutama para peserta, bahwa PKL ini harus melahirkan kader yang benar-benar siap untuk meneruskan garis perjuangan Nahdlatul Ulama. Kader yang memiliki semangat perjuangan walisongo dalam mendakwahkan ajaran islam yang membawa rahmat untuk seluruh masyarakat jawa dan masyarakat umum.

2.  Filosofi Bambu dan Semangat Perjuangan.

PKL ini juga identik dengan Bambu, hampir semua orang yang terlibat dalam PKL menyapakati hal ini. Terbukti dari obrolan yang lalulalang digroup Whatsapp terlihat peserta PKL, Instruktur, dan Pimpinan GP ANSOR Cilacap ramai membicarakan tentang keberadaan Bambu di PKL ini. Sebenarnya hanya ada 2 moment yang memperlihatkan kehadiran bambu dalam kegiatan ini, yaitu saat sesi istirahat makan, dan Saat Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP ANSOR Jawa Tengah mem-baiat atau melantik 63 Peserta PKL.

Moment pertama adalah saat Istirahat makan, Selama saya mengikuti kegiatan ke-GP ANSOR-an, baru di PKL ini saya menemukan dan merasakan sayur Pohon Bambu sebagai hidangan yang disajikan oleh panitia untuk dimakan Peserta dan orang yang hadir dalam PKL. Dihari ke 2 kegaiatan PKL, hampir seharian peserta disuguhi sayuran yang oleh orang cilacap kebanyakan disebut dengan sayur rebung (Bambu Muda) ini.

Selanjutnya adalah Saat Pelantikan yang dilakukan oleh Solahudin Aly,  Ketua PW GP ANSOR Jawa Tengah. Sebelum pelantikan, terlihat Ketua PW GP ANSOR memeluk sebilah potongan bambu, yang kemudian dicelupkan dalam air yang digunakan untuk membasuh kepala seluruh peserta yang dilantik. Awalnya saya agak keheranan dengan apa yang dilakukan oleh Ketua PW GP ANSOR tersebut. Namun keheranan itu terjawab ketika beliau memberikan Arahan kepada seluruh peserta terlantik.
Solahudin Aly,
Ketua PW GP ANSOR Jateng

Beliau menyampaikan bahwa dirinya baru saja mendapat ijazah dari seorang guru, dan gurunya tersebut mendapat ijazah berupa Bambu Runcing yang diberikan langsung oleh KH Subchi Parakan (wafat 1959) atau yang lebih dikenal dengan Kyai Bambu Runcing yang berasal dari Parakan Temanggung.

Dikalangan NU kyai Subchi sudah masyhur dikenal sebagai seorang pejuang yang gigih untuk merebut kemerdekaan Republik Indonesia. Beliaulah yang menggalang kekuatan para pemuda untuk merebut dan membela Kemerdekaan RI tersebut. beliau juga dikenal sebagai salah satu Guru dari Panglima Besar Jenderal Sudirman.
Semangat perjuangan mbah Subchi inilah yang harus diteruskan oleh kader GP ANSOR, terutama yang telah mengikuti PKL. Apalagi telah dilantik dengan air yang sudah mendapat sentuhan dari Bambu Runcingnya Mbah Subchi.

Selain semangat perjuangan mbah Subchi, Sebagai Kader GP ANSOR juga harus memahami Filosofi Bambu, saya mencoba mencari referensi di internet yang mengulas tentang Filosofi pohon bambu. Disana disampaikan bahwa bambu tidak akan menunjukkan pertumbuhan berarti selama 5 tahun pertama. Walaupun setiap hari disiram dan dipupuk, tumbuhnya hanya beberapa puluh centimeter saja. Namun setelah 5 tahun kemudian, pertumbuhan pohon bambu sangat dahsyat dan ukurannya tidak lagi dalam hitungan centimeter melainkan meter. Pohon bambu pada usia lima tahun pertama ia mengalami pertumbuhan dahsyat pada akar Bukan pada Batang, yang artinya, pohon bambu sedang mempersiapkan pondasi yang sangat kuat agar ia bisa menopang ketinggiannya yang berpuluh puluh meter kelak dikemudian hari.

Sebagai kader harus siap sedia menggarap ummat di akar rumput, harus membuat pondasi organisasi yang kuat, di tingkatan yang paling bawah sekalipun. Agar nantinya bangunan organisasi menjadi kokoh dan dan tahan banting meskipun berbagai badai menerjangnya. Jikapun nanti sudah berhasil dari membuat bangunan organisasi, diri setiap kader tidak lantas berbesar hati, berbangga diri melainkan harus tetap rendah hati, menjauhkan dari congkak dan kesombongan.

3.  Loyalitas dan Totalitas.

Pembelajaran ini saya dapatkan dalam PKL ini melihat dari apa yang dilakukan oleh pantia pelaksana. Mereka dengan penuh serius mempersiapkan segala hal guna suksesnya acara pengkaderan ini. Mulai dari menyiapkan tempat, membuat ijin dan pemberitahuan ke berbagai pihak, mencari dukungan, menghubungi narasumber dan hal lainnya yang semuanya harus disiapkan agar PKL dapat berjalan lancar. Tidak mudah untuk melakukan itu semua, tidak semua orang dapat melakukannya meskipun terlihat sederhana. Butuh orang yang memiliki jiwa Totalitas tinggi untuk bersedia menyiapkan semuanya, apalagi kegiatan yang melibatkan banyak orang, dilakukan lebih dari 2 hari dan tentunya orang yang mempersiapkan juga memiliki kesibukan lainnya yang tidak hanya mengurusi PKL. Karena cintalah orang akan melakukannya meskipun banyak menuai tantangan, karena cintalah orang bersedia melakukannya terus menerus bahkan harus mengorbankan dirinya sendiri agar kegiatan yang sedang di persiapkan dapat berjalan lancar. 

Begitulah kader yang memiliki totalitas dan loyalitas tinggi terhadap organisasi. Dan saya melihat itu juga yang dicontohkan oleh panitia pelaksana kegiatan PKL ini. Kang Narto misalnya, Ketua Panitia pelaksana PKL yang tidak dapat mengikuti dan memantau jalannya PKL. Dirinya harus pulang untuk istirahat bahkan harus dilarikan ke klinik, karena kondisi kesehatan yang menurun akibat harus mempersiapkan semua kegiatan PKL dan kegiatan sebelumnya. Sampai malam terakhir kegiatan, kang narto belum dapat bergabung dengan yang lain karena masih harus Istirahat. Tidak hanya kang Narto, belakangan saya mendengar kabar, salah satu panitia Kang Aziz, juga dilarikan ke Klinik untuk Opname karena kondisi fisik yang menurun. Bagi saya, Keduanya menjadi pembelajaran dan potret kader yang memiliki Loyalitas yang tinggi terhadap organisasi. 

Bahwa menjadi kader harus penuh totalitas melaksanakan mandat yang diberikan oleh organisasi kepada dirinya. Apapun yang terjadi, tugas harus dituntaskan semaksimal mungkin.

Beberapa hal  diatas saya dapatkan selama mengikuti proses PKL, dan tentunya masing-masing yang terlibat dalam PKL memiliki pembelajaran tersendiri. Silahkan mengambil hikmah dari apa yang saya tuliskan. Wallohu A’lam Bishhowab.
-----

Baju hijau berkombinasi putih itu adalah identitas organisasi, siapapun yang memakainya harus menjaganya, harus mampu memberikan yang terbaik. Karena siapapun yang memakai identitas organisasi, sebenarnya dirinya sedang mencitrakan organisasi tersebut. sehingga, jikapun kita belum bisa memberikan yang terbaik untuk organisasi kita, minimal jangan sekali-sekali membuat “kotor” organisasi kita. (123)

Senin, 11 Desember 2017

ANSOR Cilacap Gelar PKL

Cilacap, kitaberjejak.blogspot.co.id- Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor (GP ANSOR) Kabupaten Cilacap akan menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL). Hal itu disampaikan oleh Ketua PC GP ANSOR Cilacap dalam Majelis Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) GP ANSOR Cilacap, Sabtu lalu 9 Desember 2017 di Pondok Pesantren Metal Tobat Gandrungmangu.

PKL merupakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan kader jenjang menengah dalam sistem kaderisasi GP ANSOR yang dimaksudkan untuk mencetak kader pemimpin organisasi dan masyarakat di tingkatan pimpinan cabang. Peserta PKL adalah kader GP ANSOR yang telah lulus PKD sekurang-kurangnya enam bulan terakhir yang dibuktikan dengan fotocopy sertifikat dan/atau surat keterangan kelulusan dari pengurus yang berwenang dan direkomendasikan oleh PAC atau PC setempat.

Jajaran Pengurus Harian
PC GP ANSOR Kabupaten Cilacap
PC GP ANSOR Cilacap rencananya akan menyelenggarakan PKL ini pada bulan Januari 2018, ditempatkan di Kecamatan Karangpucung. 100 peserta menjadi target pelaksanaan PKL ini, artinya masing-masing PAC harapannya minimal dapat mengirimkan 5 kadernya untuk dapat mengikuti kegiatan tersebut. Tidak menutup kemungkinan peserta PKL juga bisa dari kabupaten tetangga.  

Selain membicarakan PKL, Rakorcab yang hadiri oleh 15 PAC itu juga membicarakan beberapa program dari PC GP ANSOR Cilacap yang akan dilaksanakan mulai Januari 2018. Diantaranya adalah akan diselenggarakannya Akreditasi Pimpinan Ranting yang ditarget dapat dilaksanakan pada bulan Maret 2018. Selain itu, forum tersebut juga menyinggung tentang kegiatan Konferensi Cabang (Konfercab) GP ANSOR Cilacap yang rencananya akan dilaksanakan sebelum masa khidmat kepengurusan periode sekarang berakhir, yaitu sekitar bulan Juni 2018.


Tidak ketinggalan, pada forum yang dipandu oleh Sahabat Aliman ini, 15 Pengurus PAC yang hadir juga diminta untuk menginformasikan perkembangan masing-masing capaian kegiatan kepengurusannya. Mulai dari kegiatan rutin ke-ANSOR-an, kegiatan Ekonomi organisasi, Kegiatan Pengkaderan, sampai dengan kondisi ranting yang sudah memiliki pengesahan ataupun belum. 

Sabtu, 25 November 2017

Ranting ANSOR se-Kesugihan siap di Akreditasi

Cilacap, kitaberjejak.blogspot.co.id- Setelah sukses mengikuti Akreditasi Organisasi GP ANSOR untuk tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC), GP ANSOR Kesugihan kini sedang menyiapkan diri untuk menyongsong Akreditasi ditingkat Ranting. Hal ini dilakukan mengingat Akreditasi Organisasi merupakan mandat yang harus dijalankan oleh semua kepengurusan di semua tingkatan, tak terkecuali Pimpinan Ranting sekalipun.

Visitasi Akreditasi PW GP ANSOR Jawa Tengah
di Kabupaten Cilacap
Seperti yang diketahui, Beberapa saat lalu, Pimpinan Wilayah (PW) GP ANSOR Jawa Tengah melakukan kegiatan penilaian secara sistematis dan komprehensif, dalam wujud Akreditasi Organisasi untuk tingkat kepengurusan PAC. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung PUSDIKLAT PCNU Cilacap pada tanggal 22 Oktober 2017, bertepatan dengan Peringatan Hari Santri Nasional 2017. Alhasil, PAC GP ANSOR dalam Akreditasi itu mendapat nilai A-.

Seperti yang tertuang dalam Peraturan Organisasi GP ANSOR tentang Akreditasi Organisai Gerakan Pemuda Ansor, Akreditasi merupakan kegiatan penilaian yang dilakukan oleh Pimpinan Pusat terhadap Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang, Pimpinan Wilayah terhadap Pimpinan Anak Cabang, dan Pimpinan Cabang terhadap Pimpinan Ranting.  Tujuan Akreditasi itu sendiri adalah untuk mengukur dan menentukan tingkat kelayakan organisasi dalam menyelenggarakan kegiatan serta untuk memperoleh gambaran tentang kinerja organisasi. Setidaknya ada 6 Program Pokok yang dinilai yaitu keberadaan program Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor, Amal Usaha Produktif, Kaderisasi dan Pemberdayaan Kader, Pengembangan BANSER, Struktur Kepengurusan, dan Kegiatan sosial kemasyarakat dan Kepemudaan. 6 Komponen ini harus disajikan dalam form Borang yang menjadi standar pelaksanaan Akreditasi.

“Kesugihan, pada akreditasi kemaren hanya kurang tentang catatan Amal Usaha Produktif, sehingga nilai Akreditasinya hanya memperoleh A -  saja atau masih belum sempurna. “ Ujar Ali Basroh, Ketua PAC GP ANSOR Kesugihan.

Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD),
Kaderisasi salah satu komponen yang di Nilai. 
Semangat untuk mengelola organisasi dengan tertib Administrasi yang baik coba di tularkan oleh PAC GP ANSOR Kesugihan ke seluruh jajaran Pimpinan Ranting yang ada di Wilayah Kesugihan. Tidak lama setelah Akreditasi PAC, langkah yang dilakukan oleh PAC GP ANSOR Kesugihan adalah melakukan Sosialisasi Akreditasi untuk Pimpinan Ranting melalui Rapat Koordinasi Anak Cabang yang diselenggarakan di Kompleks Masjid Al Ijtihad Kuripan. Dalam Acara yang diselenggarakan dalam Awal November tersebut, PAC GP ANSOR Kesugihan memberikan paparan tentang Pentingnya Akreditasi, Apa saja yang harus disiapkan sampai dengan memperkenalkan Form Borang Akreditasi yang harus di isi oleh Pimpinan Ranting.

Selama bulan Desember ini Pimpinan Ranting diharapkan dapat menuangkan hasil kinerjanya dalam Form Borang yang sudah dibagikan sebelumnya oleh PAC dan Pertengahan bualn Januari 2018 harapannya setiap ranting di Kesugihan sudah siap untuk menghadapi tim penilai dari cabang.
“Ranting Kalisabuk sudah mulai nyicil untuk mengisi Borang yang dibagikan, semoga akhir desember sudah lengkap.” Kata Mohammad Toha, Sekretaris GP ANSOR Ranting Kalisabuk ketika menanggapi permintaan update progres program Akreditasi Ranting dari PAC melalui Whatsapp.


Saat ini, Kesugihan telah memiliki struktur kepengurusan Ranting GP ANSOR di 13 Desa dari total 16 Desa di Wilayah Kecamatan Kesugihan. Dan semoga sesuai waktu yang ditentukan, ke 13 Pimpinan Ranting dapat menjalankan program Akreditasi yang menjadi mandat dari Peraturan Organisasi.  (123) 

Kamis, 23 November 2017

13 Peserta DIKLATSAR Banyumas, berasal dari Kesugihan.

Cilacap, kitaberjejak.blogspot.co.id- Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor (GP ANSOR) Kecamatan Kesugihan, melalui Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) akan mengirimkan kader-kadernya, calon anggota BANSER, untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (DIKLATSAR) BANSER di Banyumas.

Barisan Ansor Serbaguna (BANSER)
DIKLATSAR merupakan kaderisasi kedua, bagi kader-kader GP ANSOR yang hendak terjun untuk fokus menjadi bagian dari satuan BANSER. Artinya, siapapun yang memiliki keinginan untuk menjadi anggota BANSER, menjadi peserta DIKLATSAR hukumnya Fardlu ‘ain (Wajib dan bersifat pribadi yang bersangkutan). Kenapa DIKLATSAR menjadi Kaderisasi kedua? Karena memang begitu prosesnya. BANSER adalah kader inti dari GP ANSOR dan tentunya adalah bagian yang tidak terpisahkan. Sehingga untuk menjadi BANSER, setiap orang harus berikrar terlebih dahulu menjadi bagian dari GP ANSOR melalui Forum kaderisasi yang namanya Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP ANSOR. Baru setelah dinyatakan Lulus dalam PKD, dan memiliki keinginan untuk menjadi kader inti yang militan di GP ANSOR, orang tersebut dapat mengikuti kaderisasi yang kedua yakni DIKLATSAR.

Sistem kaderisasi ditubuh GP ANSOR sudah memiliki standar baku yang tertuang pada Peraturan Organisasi maupun Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) penyelenggaraan Pendidikan tersebut. Sehingga, daerah penyelenggaraan kegiatan tidak menjadi persoalan. Hal itulah yang melatarbelakangi, PAC GP ANSOR Kesugihan mengirimkan kader-kadernya untuk dapat mengikuti kegiatan DIKLATSAR sampai di kabupaten Banyumas.  

Sampai hari kamis, 23 November 2017, data kader GP ANSOR Kesugihan yang masuk ke pengurus Satkoryon untuk mengikuti DIKLATSAR di Banyumas sejumlah 13 kader. Dengan komposisi, 11 dari Desa Kuripan Kidul, 2 dari Desa Menganti, dan tentunya masih memungkinkan untuk bertambah. Rencananya Peserta dari Kesugihan tersebut akan berangkat secara bersama-sama pada hari Jumat, tanggal 24 November 2017 bakda sholat jum’at, sekitar pukul 13.00 WIB.

Hadi Muatofa,
Kepala Satkoryon BANSER Kesugihan
Hadi Mustofa, selaku Kepala Satkoryon BANSER Kesugihan melalui Whatsapp menyampaikan bahwa  13 Peserta DIKLATSAR akan dilepas hari besok, melalui Apel yang rencananya akan diselenggarakan di Kuripan Kidul.

“Apel tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan calon peserta, baik kesiapan fisik mental ataupun kesiapan syarat-syarat administratif yang harus dipenuhi. Selain itu juga untuk memberikan pesan bahwa, dalam BANSER yang dikedepankan adalah semangat kekeluargaan dan kebersamaan, dimulai dari berangkat DIKLATSAR secara bersama-sama.” Ujar pria yang akrab disapa Ndan Tofa.

Untuk DIKLATSAR di Banyumas sendiri, secara teknis diselenggarakan oleh Satkoryon BANSER Kemranjen. Mengambil Lokasi di Komplek Masjid Jami’ Nurussalafiyah Gemawang, Sidamulya, Kecamatan Kemranjen. Kegiatan ini akan dilaksanakan mulai jumat 24 November dan rencananya akan selesai pada hari Ahad, 26 November 2017.


Selamat mengikuti Pendidikan Sahabat, semoga jalan kita selalu mendapat Ridlo Alloh Subhanahu Wata’ala. Aamiin. (123)

ANSOR Kesugihan, Siap Gunakan Internet untuk Berwirausaha.

Cilacap, kitaberjejak.blogspot.co.id- Laju pertumbuhan teknologi bergerak sangat cepat, hampir setiap saat selalu ada teknologi baru yang dicipatkan oleh manusia. Dan ini menjadi tantangan bagi kita, terlebih anak-anak usia muda, yang hidup ditengah derasnya pertumbuhan teknologi. Jika kita tidak bisa mengikuti laju tersebut, sudah pasti akan tertinggal. Hal tersebut juga berlaku untuk organisasi atau instansi kelembagaan yang lainnya, tidak terkecuali  Gerakan Pemuda Ansor (GP ANSOR).

Peserta Pelatihan Internet Marketing
dari GP ANSOR Kesugihan
Sebagai salah satu bagian dari organisasi sosial kepemudaan, yang sedang tumbuh dan berkembang pada era global seperti saat ini, GP ANSOR yang beranggotakan generasi milenial atau generasi muda ini, tentunya harus membekali anggotanya dengan kemampuan untuk menguasai teknologi. Saat ini yang sedang booming dan menjadi keharusan untuk mampu untuk menguasainya adalah penggunaan internet untuk mendukung segala lini kehidupan. Baik untuk kepentingan personal, untuk menunjang dunia bisnis, maupun untuk menunjang aktivitas organisasi.

Melalui Kegiatan Pelatihan Internet Marketing, yang dilaksanakan hari Rabu lalu, tanggal 22 November 2017, GP Ansor kecamatan Kesugihan mengikutsertakan 10 Kadernya untuk mengikuti kegiatan tersebut. Pelatihan yang bertempat di Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (PUSDIKLAT) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kabupaten Cilacap ini, merupakan pelatihan pemahaman  dasar tentang teknik pemasaran dengan memanfaatkan jaringan online atau internet sebagai komponen utamanya. Sebagai penyelenggara kegiatan, Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Kabupaten Cilacap, menargetkan adanya pemahaman dan keterampilan dasar kader-kader muda NU dalam penggunaan internet untuk meningkatkan aspek kehidupan dalam bidang perekonomian.
   
Bagi GP ANSOR Kesugihan Dengan melibatkan anggotannya dalam kegiatan ini, menunjukkan komitmennya dalam upaya pengingkatan kapasitas anggota, agar tidak tertinggal dengan derasnya laju teknologi. Terlebih GP Ansor Kesugihan, pada tahun 2018 memiliki gagasan yang salah satu fokusnya mengarah pada peningkatan ekonomi organisasi maupun anggoatanya. Sehingga, berbagai kesempatan yang ditawarkan untuk melibatkan GP ANSOR dalam usaha peningkatan kapasitas dalam bidang ekonomi selalu direspon baik. Salah satunya adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh LPNU ini.

Kegiatan ini menyasar kepada kader-kader muda NU, terlihat dari 49 peserta mengikutinya berangkat dari lembaga maupun Badan Otonom (Banom) yang ada di lingkugan NU. Selain dari GP ANSOR peserta yang lainnya dari Fatayat NU, para Alumni Pendidikan Kader Penggerak NU (PKPNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan beberapa kader NU lainnya yang tidak mewakili lembaga ataupu banom.

Harapannya pasca kegiatan pelatihan ini, PCNU Cilacap melalui LPNU, dapat memiliki wadah untuk anggotanya yang bergelut dalam dunia kewirausahaan, terutama yang memanfaatkan internet dalam melakukan usahanya. Wadah tersebut dapat berupa sebuah komunitas maupun sebuah forum Ikatan para Marketing yang berangkat dari kalangan Nahdliyin.


Di GP ANSOR Kesugihan sendiri, para kadernya yang dikirim untuk mengikuti pelatihan tersebut diharapkan dapat menginisiasi gagasan ataupun melahirkan aktivitas usaha yang mengarah pada kegiatan alternatif untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi anggotanya maupun lembaganya. Semoga.. (123)