Tampilkan postingan dengan label program. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label program. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Februari 2020

CILACAP SAMBUT BAIK KOIN MUKTAMAR NU

Cilacap (kitaberjejak.blogspot.co.id) – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah mengumumkan pelaksanaan Muktamar ke 34 Nahdlatul Ulama melalui surat keputusan Nomor 420/AII/04 D/10/2019. Dalam surat tersebut disampaikan bahwa lokasi pelaksanaan Muktamar NU tahun 2020 berada di Provinsi Lampung dan rencanaya akan dilaksanakan pada tanggal 22 hingga 27 Oktober 2020.



Dengan mengambil tema NU Mandiri Indonesia Bermartabat, Muktamar NU tahun 2020 menjadi momentum pembuktian kemandirian Nahdlatul Ulama sebagai organisasi Keagamaan terbesar di dunia. Sebagai konsekwensinya, PBNU berkomitmen untuk membiayai seluruh agenda muktamar secara mandiri, bertumpu pada partisipasi warga dan Jamaah NU melalui program Koin Muktamar atau kependekan dari KOtak INfak Muktamar.

Program ini direncanakan digelar dengan rentang waktu 10 bulan, terhitung mulai Desember 2019 hingga September 2020. Dalam rentang waktu tersebut, Koin Muktamar diharapkan dapat meraup perolehan dana secara nasional sebesar 50 Milyar.  Sebagai sebuah program yang diinisiasi oleh PBNU, Koin Muktamar bergulir dengan melibatkan seluruh warga dan jamaah NU diseluruh penjuru dunia, tanpa terkecuali adalah Kabupaten Cilacap.

Di Kabupaten Cilacap, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) menunjuk Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah (LAZIS) Nahdlatul Ulama (NU) untuk mengawal pelaksanaan Koin Muktamar di Cilacap.

Dukungan Barisan Ansor Serbaguna
dalam mengawal Koin Muktamar
Dalam prakteknya, untuk mengemban mandat PCNU Cilacap, Lazisnu Cilacap tidak berjalan sendiri. Lembaga yang berkantor di Jalan Masjid Cilacap ini, membuat tim lapangan untuk melaksanakan kerja-kerja teknis, yang komposisi timnya adalah perpaduan dari kader-kader Badan Otonom di lingkungan PCNU Cilacap. Mulai dari Muslimat NU, Fatayat NU, Gerakan Pemuda Ansor beserta Bansernya, IPNU, IPPNU, Sarbumusi dan dari Lazisnu itu sendiri. Tim inilah yang menjalankan kerja-kerja teknis yang telah disusun oleh Lazisnu guna suksesnya Koin Muktamar di Cilacap.

Sedikitnya, Ada 3 sasaran yang menjadi target Lazisnu cilacap dalam penghimpunan koin muktamar, yaitu : pertama, Lembaga Pendidikan dibawah Lembaga Pendidikan Maarif NU atau Lembaga Pendidikan dan Pondok Pesantren yang berafiliasi kepada NU. Kedua, Kegiatan Badan Otonom atau kegiatan ke NU an yang melibatkan jamaah secara massal. dan ketiga, Koin NU yang sudah menjadi program internal PCNU Cilacap.

Dalam pantauan tim redaksi jejak kita, Lazisnu Cilacap sudah melakukan aktivitas penghimpunan koin muktamar mulai Rabu 12 Februari 2020 beberapa waktu yang lalu. Aktivitas penghimpunan tersebut dikemas dalam bentuk kirab koin muktamar, yang menyasar pada lembaga pendidikan dibawah naungan LP Ma’arif NU atau yang berafiliasi kepada NU.

Antusiasme siswa siswi dan Guru
menyambut Koin Muktamar
Ada 3 Sekolah yang dikunjungi oleh Kirab Koin Muktamar pada kirab pertamanya, yaitu MI  Ya Bakii 01 Kesugihan, SMP Ya Bakii 01 Kesugihan dan SMA Ya Bakii 01 Kesugihan. Ketiga sekolah ini menyambut baik kirab koin muktamar dengan  mengajak seluruh peserta didiknya untuk turut serta berpartisipasi dalam kirab koin muktamar tersebut.

Pada kirab kedua yang dilaksanakan hari Jumat tangal 14 Februari 2020, Koin Muktamar mengunjungi SMK Al Mualim Kesugihan, MI Yabakii 02 Kalisabuk dan MTs Nailul Anwar Kalisabuk. Tidak berbeda dengan kirab pertama, pada kirab yang kedua ini koin muktamar juga mendapat sambutan positif dari sekolah yang dikunjungi. 


Melihat respon positif lembaga pendidikan dari dua kali kirab dilaksanakan, Wasbah Samudera Fawaid, Ketua Lazisnu Cilacap optimis pencapaian Koin Muktamar di kabupaten cilacap akan maksimal.

“Respon masyarakat yang demikian menunjukkan bahwa semangat dan kesadaran berjam’iyyah di kabupaten cilacap sudah mengakar dan kami optimis akan mendapat hasil maksimal dalam melaksanakan program Koin Muktamar ini.” terang pria yang akrab dipanggil Kaji Wasbah.

“Kita sudah mencoba menyusun program kerja untuk melakukan aktivitas penghimpunan Koin Muktamar di 24 Kecamatan, harapannya program tersebut dapat direalisasikan dan mendapat dukungan dari seluruh warga Nahdliyin.” Tambahnya. 

Jumat, 14 Februari 2020

Serius, Karangpucung Susun Jadwal Rapat Anggota 14 Ranting.

Cilacap (kitaberjejak.blogspot.co.id) – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Karangpucung serius untuk mewujudkan tertib administrasi, dengan memastikan seluruh kepengurusan GP Ansor tingkat desa melaksanakan Rapat Anggota.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PAC GP ANSOR Karangpucung, Muhyi Awaludin melalui pesan singkat yang dikirim ke Redaktur Jejak Kita.

“Kami (PAC Karangpucung, red) telah menyusun jadwal pelaksanaan Rapat Anggota untuk 14 Pimpinan Ranting (PR) GP ANSOR, berharap semua dapat berjalan lancar.” Ungkapnya.

Jadwal Pelaksanaan Rapat Anggota PR se Karangpucung


Rapat Anggota sendiri merupakan forum tertinggi bagi Gerakan Pemuda Ansor tingkat ranting atau desa. Sebagai perwujudan demokratisasi dalam tubuh organisasi, rapat anggota wajib dilaksanakan oleh setiap Pimpinan Ranting sedikitnya 2 tahun sekali.

Mengacu pada Peraturan Rumah Tangga GP ANSOR, sedikitnya ada 3 agenda yang dibicarakan dalam Rapat Anggota, yaitu :
1. Pelaksanaan kegiatan dan Program Organisasi
2. Memilih Pimpinan Ranting
3. Hal-hal lain yang menyangkut kepentingan anggota.

Dalam pantauan Redaktur Jejak Kita, beberapa PR GP Ansor di kabupaten Cilacap telah melaksanakan Rapat Anggota dengan inisiatif sendiri atau karena ada permintaan dari PAC-nya. Namun, sampai saat ini baru PAC GP Ansor Karangpucung yang menginformasikan tentang jadwal rapat anggota untuk beberapa ranting yang ada di wilayahnya.

Melihat jadwal yang ada, PAC GP Ansor Karangpucung telah mengalokasikan waktu 2 bulan untuk menyelesaikan gelaran kegiatan 2 tahunan tersebut. Dimulai pada 14 Februari 2020 di Ranting Ciporos dan akan selesai pada 27 Maret 2020 di Ranting Gunungtelu.

Selasa, 13 November 2018

726 Anggota Baru bergabung di Semester Awal.


Cilacap (kitaberjejak.blogspot.co.id) - Semenjak Konferensi Cabang (Konfercab) pada April 2018 yang lalu, tampuk Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Cilacap dipegang oleh Aliman, kader GP Ansor dari Kecamatan Binangun. Terhitung sejak bulan Mei hingga Oktober ini, Kepemimpinan PC GP Ansor dibawah kendali Aliman sudah berjalan 6 (enam) bulan. Dalam satu periode kepengurusan PC GP Ansor, organisasi memberikan waktu 4 tahun untuk membuktikan kinerja pengabdiannya. Dan kiranya, enam bulan merupakan masa-masa penataan dan penyesuaian bagi sebuah kepengurusan beserta seluruh perangkatnya.  
Dalam pantauan redaksi kitaberjejak, dalam enam bulan pertama, perjalanan GP Ansor dibawah kepemimpinan Aliman telah menjalankan beberapa agenda diantaranya 

1.  Pengkaderan

Dalam periode Mei sampai Oktober 2018, kegiatan pengkaderan di lingkungan GP Ansor Cilacap, yang meliputi Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) maupun Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar), massif dilaksanakan dibeberapa titik. Diantaranya yaitu di Kecamatan Patimuan yang sukses melaksanakn PKD dan Diklatsar secara bersamaan, Kecamatan Cipari melaksanakan PKD dan Diklatsar, PKD di Gandrungmangu, Diklatsar di Kampunglaut, Diklatsar di Kroya, PKD dan Diklatsar serta Pembaretan di Cilacap Utara, dan yang terakhir PKD di Bantarsari. Dari kegiatan pengkaderan formal di 7 Kecamatan tersebut, dalam enam bulan ini sedikitnya GP Ansor Cilacap telah memiliki 726 Kader baru yang berikrar untuk aktif dalam seluruh kegiatan dan agenda GP Ansor.
Selain pengkaderan yang dilaksanakan di Wilayah kabupaten Cilacap, PC GP ansor Cilacap juga mengirimkan kader-kadernya untuk mendapatkan peningkatan kapasitas, dengan mengikutsertakan kader tersebut dalam kegiatan pengkaderan tingkat lanjut di kabupaten lain. Sebut saja PKL dan Susbalan di Wonogiri, Diklatsus di Jepara, Diklatsus Nasional Basada di Banyumas.

2.  Konsolidasi Organisasi

Selain agenda pengkaderan, agenda wajib yang harus diselenggarakan oleh sebuah organisasi adalah Konsolidasi. Baik yang sifatnya Formal struktural dalam bentuk rapat-rapat maupun konsolidasi yang bersifat kultural dalam bentuk majelis kopi. Jika pengkaderan dianalogikan sebagai ruhnya organisasi gerakan, maka konsolidasi adalah jasadnya. Jasad adalah sesuatu yang nampak, yang keberadaannya dapat dilihat dan dirasakan, baik oleh dirinya sendiri maupun oleh yang lainnya.
Untuk konsolidasi yang bersifat formal struktural, PC GP Ansor Cilacap telah mengikuti lebih dari 5 Rakor di PW GP Ansor Jawa Tengah, dengan agenda yang berbeda-beda. Yaitu tentang Kaderisasi, Cyber Media, Posko Mudik dan Kirab Satu Negeri (KSN). Mengikuti Forum-forum musyawarah yang di gagas oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap, yang meliputi Rapat Pleno PCNU, Musyawarah Kerja Cabang PCNU, dan Persiapan Hari Santri Nasional 2018. rapat-rapat yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah daerah misalnya adalah Mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Ormas se Cilacap oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cilacap, Mengikuti Apel dalam rangka Hari Anti Narkotika Internasional oleh BNNK Cilacap, Mengikuti Pembukaan kegiatan dalam rangka Hari Lahir KNPI Cilacap, mengikuti FGD Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, mengikuti Pembinaan Organisasi Kepemudaan oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Cilacap dan melakukan Audiensi dengan Bupati Cilacap di ruang kerja Bupati.
Mako Kemerdekaan, bareng Savic Ali
(Direktur NU Online).
Sedangkan untuk konsolidasi kultural, PC GP Ansor mempopulerkan istilah MAKO. Mako merupakan Akronim dari Majelis Konsolidasi, namun lebih jamak mengenalnya dengan akronim dari Majelis Kopi. Yang ditawarkan dalam Mako adalah konsep non formal, kultural, santai dan silaturohim, yang diselingi dengan pelbagai perbincangan dengan bobot beraneka macam.

3. Tata Kelola Administrasi dan Informasi Organisasi

Untuk pencapaian kinerja kepengurusan dalam Tata Kelola dan Penataan organisasi meskipun belum berjalan maksimal, setidaknya dalam 6 bulan ini PC GP Ansor telah mencoba melakukan beberapa hal yang arahnya untuk penataan organisasi, baik dari sisi Adminitrasi, pemberdayaan potensi pengurus dan pengawalan implementasi PD PRT GP Ansor. Diantaranya adalah menyusun struktur Kepengurusan PC GP Ansor Periode 2018-2022 melaui tim formatur mandataris Konfercab, mengajukan legalitas organisasi kepada Pimpinan Pusat, dan menggagas adanya sinkronisasi ke Administrasian, terutama Administrasi antara PC GP Ansor dengan Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serbaguna. Namun gagasan ini sampai bulan ke enam perjalanan kepengurusan PC GP Ansor Cilacap belum dapat terlaksana.
Dalam hal pengelolaan Informasi, PC GP Ansor pada periode ini telah memiliki akun resmi sosial media yang dapat diakses oleh publik. Platform media sosial yang digunakan meliputi Facebook, Instagram dan Twitter.
Kenapa memilih ketiga Platform media sosial tersebut? karena menurut Sri Widowati, Country Director Facebook Indonesia melalui detik.com disampaikan bahwa pengguna aktif facebook di dunia saat ini mencapai 2 miliar, dan indonesia menyumbang 115 juta pengguna. Selanjutnya, untuk Instagram di Indonesia setiap bulannya digunakan oleh 45 juta pengguna.
Melihat data-data tersebut PC GP Ansor menyimpulkan bahwa ketiga platform media sosial ini adalah media yang familiar ditengah masyarakat, dan tentunya merupakan media yang tepat untuk digunakan dalam memberikan dan menyebarluaskan  informasi kepada publik.
Berikut adalah ketiga akun resmi media sosial PC GP Ansor kabupaten cilacap, untuk Facebook akunnya adalah ansor cabang cilacap , Instagram  @ansorcilacap dan untuk Twitter @ansorcilacap1.
Poster Ajakan Menghindari HOAX

Selain pencapaian tersebut, tentunya dalam enam bulan pertama perjalanannya, PC GP Ansor Cilacap menemukan berbagai tantangan, nampaknya ulasan ini terlalu panjang jika disambung dengan berbagai tantangan yang dihadapi PC GP Ansor dalam enam bulan pertamanya. Jadi semoga saja redaktur kitaberjejak masih konsisten dan berbaik hati untuk mengulas beberapa tantangan yang ditemui oleh PC GP Ansor Cilacap dalam enam bulan perjalannya. Dan perlu dipahami, ulasan ini murni lahir dari sudut pandang tim redaksi kitaberjejak.

Selasa, 31 Juli 2018

Agustus, Banser Cilacap Gelar Diklat di Kampung Laut.


Cilacap, www.kitaberjejak.blogspot.com – Sebagai kecamatan paling muda di Kabupaten Cilacap, Kampung laut tentunya memiliki sisi-sisi yang berbeda dan menarik dibanding dengan kecamatan lainnya di Cilacap. Nyatanya memang demikian, setiap ada kabar apapun yang berkaitan dengan kampung laut selalu menjadi buah bibir, seolah kampung laut itu adalah sebuah magnet yang memiliki daya tarik besar. Apapun yang berkaitan atau dekat dia, langsung menyedot perhatian khalayak.

Hal ini juga terjadi di lingkungan Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) kabupaten Cilacap.  Akhir-akhri ini Kasak-kusuk tentang kampung laut hampir nyaris selalu ditemukan dalam majelis-majelis kopi yang didalamnya ada anggota Ansor Bansernya. Karena dalam waktu dekat di Kampung Laut akan segera dilaksanakan Pendidikan dan Latihan Dasar (DIKLATSAR) Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) untuk yang pertama kalinya.

Barisan Ansor Serbaguna (Banser)
Diklatsar Kampunglaut rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 24, 25, dan 26 Agustus 2018. Tidak seperti umumnya Diklatsar, Diklatsar Kampunglaut akan menggunakan sistem Nomaden, atau berpindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi yang lain. sedikitnya ada 3 lokasi yang sudah disiapkan oleh panitia untuk menyelenggarakan Diklatsar ini, yaitu SMP Maarif, Balaidesa Panikel dan satu tempat di Dusun Karanganyar Desa Ujung Gagak.

Diklatsar Kampung laut ini terbuka untuk umum, yang memenuhi syarat tentunya, beberapa diantaranya adalah pemuda sehat jasamani rohani yang berusia antara 20 – 35 tahun, telah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP ANSOR dan tentunya mendapat rekomendasi dari Pimpinan Ranting atau Pimpinan Anak Cabang atau Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor, jika dari Luar Kabupaten Cilacap.

Pada Bulan Agustus ini, tidak hanya kampung laut yang menyelenggarakan Diklatsar atau pendidikan dasar untuk kader Ansor Banser, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Gandrung Mangu juga menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) pada tanggal 3, 4, dan 5 Agustus 2018 di MI Miftahul Falah, Karanganyar, Gandrung mangu. Untuk dapat mengikuti PKD ini, apa saja yang diperlukan, dapat dibaca melalui poster berikut.
Poster PKD Gadrungmangu

Di Cilacap bagian Timur, Tepatnya di Kecamatan Kroya, diselenggarakan juga Diklatsar Banser yaitu pada tanggal 31 Agustus, 1, 2 September 2018. Untuk lokasinya, informasi terakhir akan dilaksanakan di Desa Karangmangu Kroya.

Agustus ini nampaknya akan menjadi bulan yang cukup sibuk bagi Ansor Banser di Kabupaten Cilacap, karena selain menyelenggarakan Diklatsar dan PKD tentunya pada bulan Agutus juga ada agenda –agenda yang bersifat rutinitas tahunan, untuk mengisi dan memeriahkan perayaan Ulang Tahun Republik Indonesia.

Saya kira semuanya dalam rangka untuk mengisi kemerdekaan, Ansor Banser mengisinya dengan menggunakan media Pendidikan Kader, menanamkan rasa cinta tanah air dan semangat kebangsaan kepada anggota-anggoatanya, dan masyarakat umum mengisi kemerdekaan dengan cara menyelenggarakan berbagai kegiatan yang penuh sukacita dan keakaraban, untuk mengeksrepesikan bahwa kita telah Merdeka. (123)

Minggu, 29 Juli 2018

Gus Mujib : Ansor Banser harus Kuasai Media Sosial.

Adipala, www.kitaberjejak.blogspot.com – Dalam arahan yang disampaikan di depan peserta Apel Ansor Banser Cilacap, pada ahad 29 Juli 2018, Mujiburrohman Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor Menyampaikan bahwa Ansor banser hari ini harus melek teknologi, jangan sampai ada kader yang gagap teknologi (Gaptek). Kenapa? Menurut Gus Mujib, sapaan akrabnya, Karena medan pertempuran dan lahan dakwah Ansor Banser hari ini bukan hanya di kampung-kampung, bukan hanya di masjid atau mushola, namun juga di dunia maya, melalui Media Sosial.

“Selama ini golongan diluar kita, yang ingin mengganti bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang merongrong kedaulatan indonesia, memanfaatkan keberadaan Media sosial untuk menyebar propaganda dan paham-pahamnya.” Terangnya.

Mujiburrohman, Ketua PP GP Ansor
Sebagai kader Asli Banyumas yang masuk dalam jajaran ketua di Pimpinan Pusat GP Ansor, Gus Mujib memang sangat konsen terhadap issue pemanfaatan media sosial sebagai alat dakwah dalam menyebarkan paham islam yang ramah dan Wawasan cinta tanah air. Mengingat selain karena Media sosial itu sudah menjadi hal yang familiar dan paling dekat dengan masyarakat belakangan ini, juga karena jumlah kader Ansor Banser, yang notabene sudah selesai dalam pemahaman Islam ramah dan soal kebangsaan, itu jumlahnya sangat banyak dan sangat memungkinkan untuk membuat gerakan yang massif dalam menyebarkan paham-paham tersebut. Hal inilah yang selalu beliau sampaikan dalam setiap kesempatan bertemu dengan kader-kader Ansor banser di daerah-daerah.

“Kalau kader Ansor Banser sudah menguasai medan dakwah media sosial, saya meyakini, bahwa Kedaulatan NKRI tetap terjaga, keindahan Islam yang ramah tetap lestari di Bumi Pertiwi. “ Ujar Gus Mujib.

Untuk menindaklanjuti arahan Gus Mujib tersebut, Banyumas dan Cilacap mulai meningkatkan intensitas komunikasi untuk membuat gerakan bersama pada ruang pemanfaatan Media Sosial. Misalnya adalah melanjutkan gagasan tentang memasukkan materi tentang Media Sosial dalam setiap pendidikan kader bagi Ansor Banser di Banyumas dan Cilacap. Gagasan tersebut sudah dimulai ketika Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) di Binangun beberapa waktu lalu, dengan memasukkan masteri tentang Cyber Media dan yang menjadi pemateri adalah sahabat-sahabat dari Banyumas.

Senada dengan Gus Mujib, Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Faisal Riza juga menyampaikan pentingnya membuat gerakan bersama dalam memanfaatkan media sosial. Melalui sambungan pribadi whatsapp, Faisal mengarahkan agar Banyumas dan Cilacap dalam waktu dekat untuk berkumpul mendiskusikan gerakan bersama soal pemanfaatan media sosial.

“Sebagai sebuah Gerakan, kita harus selalu satu Komando dan Satu Barisan, sehingga soal Media Sosial ini juga harus satu barisan. “ Terang pria Banjarmasin yang kini menjadi warga Banyumas ini. (123)

Rabu, 28 Maret 2018

Peringati Hari Jadi ke 84, GP ANSOR Kesugihan Gelar Sorban Cup

Kesugihan, kitaberjejak.blogspot.co.id- Dalam rangka menyambut dan merayakan Hari Lahir ke 84 Gerakan Pemuda ANSOR, yang akan jatuh pada tanggal 24 April, Pengurus Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kesugihan menggelar Turnamen Sepakbola 16 Besar.

Turnamen yang bertajuk “SORBAN (Ansor Banser) CUP 2018” ini, dijadwalkan akan berlangsung selama satu bulan penuh. Rencananya Turnamen ini akan Dimulai tanggal 29 Maret 2018, dan akan berakhir pada tanggal 29 April 2018.
Ilustrasi, Sumber Google.


Peserta Turnamen ini adalah Tim Sepakbola di Wilayah kecamatan kesugihan dan sekitarnya, yang telah mendapatkan rekomendasi dari Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda ANSOR asal Tim tersebut. Artinya bahwa Tim Sepakbola yang berniat menjadi peserta dari turnamen harus berkoordinasi dengan Pengurus Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda ANSOR dimana Tim tersebut berasal untuk mendapatkan surat rekomendasi dari pengurus Gerakan Pemuda ANSOR di tingkat desa. Hal ini dilakukan  agar masyarakat, terutama para pemuda, lebih mengenal dengan keberadaan Gerakan Pemuda ANSOR.

Menggunakan sistem setengah kompetisi pada babak penyisihan, 16 Tim akan dibagi dalam 4 group dan akan berebut menjadi juara dan runner up group, karena hanya juara dan runner up group yang dapat melaju ke babak berikutnya.

Hadi mustofa, selaku panitia penyelenggara Sorban Cup 2018 berharap agar pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan lancar, mendapat dukungan dari berbagai pihak dan tentunya berdampak baik terhadap Gerakan Pemuda Ansor maupun kepada masyarakat.

“Karena pelaksanaan kegiatan ini semangatnya adalah untuk merayakan Ulang Tahun Gerakan Pemuda Ansor, kita berharap semua yang terlibat dalam kegiatan ini dapat menunjukkan ekspresi bahagia dan penuh dengan semangat kebersamaan, walaupun dalam berkompetisi.“ Ungkap pria yang juga Kepala Satkoryon Barisan Ansor Serbaguna Kecamatan Kesugihan.

Dari total 16 Tim Peserta Turnamen Sorban Cup 2018 itu, 15 Tim berasal dari desa di wilayah kecamatan kesugihan, dan 1 tim bersal dari Kecamatan Cilacap Utara. (123)

Kamis, 15 Februari 2018

18 Calon Banser Kesugihan digembleng di Binangun

Binangun, kitaberjejak.blogspot.co.id – Jumat Pagi (16/2) Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Kesugihan dibawah Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) ANSOR Kesugihan melaksanakan Apel di Halaman Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kabupaten Cilacap. Apel ini dilaksanakan dalam rangka untuk melepas 18 Calon kader Banser Kesugihan yang akan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (DIKLATSAR) di Kecamatan Binangun.
Apel Banser Kesugihan
di Halaman Pusdiklat PCNU Cilacap

Pada Diklatsar Binangun ini, Satkoryon Kesugihan mengirimkan calon kader Bansernya sebanyak 18 orang. Jumlah ini berkurang dari yang sebelumnya mendaftar berjumlah 21 orang, karena beberapa alasan ada 3 peserta yang datanya sudah masuk ke Satkoryon Kesugihan terpaksa belum bisa mengikuti Diklatsar di Binangun.

Diklatsar di Binangun sendiri, merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh PAC GP  ANSOR Kecamatan Binangun. Kegiatan ini merupakan kaderisasi formal yang harus diikuti oleh seluruh orang yang bergabung dan menjadi bagian dari Banser.  Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari, mulai dari tanggal 16 hingga 18 Februari ini dilaksanakan di Komplek MI dan MTs Al Kholidiyah Widarapayung Wetan Binangun.

18 Calon Peserta dari Kesugihan
Rencananya kegiatan ini akan dibuka langsung oleh KH Su’ada Adzkiya, Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Cilacap. Sampai berita ini dirilis, Lokasi kegiatan yang dipusatkan di Mts Al kholidiyah sudah ramai dipadati oleh calon peserta diklatsar maupun Instruktur dari Satkorcab Banser Cilacap, maupun para tamu Undangan yang akan mengikuti Acara Pembukaan. (123)

Selasa, 06 Februari 2018

Angka 9, Bambu Runcing dan Totalitas

Karangpucung, kitaberjejak.blogspot.co.id – Baju Hijau berkombinasi Putih itu terpaksa kulepas, saat menaiki motor Sport sejenis KLX ketika gerimis masih saja tidak menunjukkan i’tikadnya untuk berhenti berjatuhan di Desa Sindangbarang Karangpucung. Kondisi ini mengharuskan saya untuk hanya berkaos oblong berwarna hitam, ketika pulang dari Rihlah bersama sahabat-sahabat kelompok 6.  karena bagi saya baju hijau tersebut harus terlindungi dari percikan air berlumpur yang ditimbulkan oleh laju sepeda motor tanpa penutup roda belakang tersebut. Apalagi baju tersebut masih akan dipakai sampai malam hari, untuk melanjutkan kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) Gerakan Pemuda Ansor (GP ANSOR) Kabupaten Cilacap.

Rihlah merupakan satu dari sekian Sesi, yang harus diikuti oleh seluruh peserta PKL GP ANSOR Kabupaetn Cilacap. Pada sesi rihlah ini, peserta diharuskan berbaur dengan masyarakat di wilayah yang telah ditentukan, untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat tersebut. tak hanya di identifikasi, persoalan tersebut juga harus dianalisa kemudian dirumuskan solusi pemecahan masalahnya dan dituangkan dalam rekomendasi hasil Rihlah. Rihlah merupakan sesi penghujung dari rangkaian acara PKL yang diselenggarakan sejak 2 hingga 4 Februari 2018 oleh Pimpinan Cabang (PC) GP ANSOR Kabupaten Cilacap.
Rihlah di Dusun Jetak, Sindangbarang, Karangpucung

PKL merupakan kaderisasi formal tingkat menengah yang hanya dapat diikuti oleh kader GP ANSOR yang telah lulus kaderisasi tingkat dasar dan hanya dapat diselenggarakan oleh Kepengursan GP ANSOR setingkat Cabang atau diatasnya. Pada PKL yang diselenggarakan di MI Nurul Iman Sendangbarang Karangpucung ini, di ikuti oleh 63 Peserta dari 3 kabupaten yang berbeda, yaitu Cilacap, Banyumas dan Purbalingga. Dengan dipandu langsung oleh instruktur tingkat Wilayah Jawa Tengah, dan 5 Narasumber dari Pimpinan Pusat GP ANSOR.

Dalam pelaksanaannya, dalam pandangan saya, PKL ini memiliki beberapa hal yang menarik dan kemungkinan hal tersebut merupakan sebuah pesan yang memiliki filosofi yang dalam. Dan baru disadari menjelang Penutupan. Beberapa hal yang menjadi pembelajaran menarik tersebut diantaranya :

1. Angka Sembilan (9)

Kita tahu bahwa angka sembilan merupakan angka yang sangat dekat dengan Organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Angka Keramat yang tidak bisa dilepaskan dengan NU. Hal itu bisa dilihat dari jumlah bintang yang ada di Lambang NU berjumlah 9 buah, yang memiliki filosofi bahwa NU itu meneruskan semangat perjuangan Walisongo yang berjumlah sembilan orang, dalam berdakwah menyebarkan ajaran islam ditanah jawa.
Tidak hanya di NU, angka sembilan juga sangat lekat dengan orang jawa. Bahwa dalam tradisi arab tulisan jawa terdiri dari huruf Jim dan Wawu yang mana masing-masing memiliki bobot nilai. Huruf Jim berbobot 3 dan Wawu berbobot 6 jika keduanya dijumlahkan hasilnya menjadi angka 9. Lantas apa hubungannya angka 9 dengan PKL ini?

Pada PKL ini, jika diperhatikan secara tidak langsung juga penuh dengan angka sembilan. Lihat saja dari target 100 Peserta yang direncanakan oleh PC GP ANSOR Cilacap, hanya terpenuhi 63 peserta. Jika angka enam (6) dan angka tiga (3) dijumlahkan, maka akan menjadi sembilan (9). Mungkin ini hanya kebetulan. Apakah benar kebetulan? Mari kita cari kebetulan lain yang menunjukkan bahwa PKL ini lekat dengan angka sembilan.

Yaitu pada tanggal pelaksanaannya, tanggal 2, 3, dan 4. Jika ketiga angka tersebut dijumlahkan maka hasilnya adalah sembilan. 2+3+4 = 9. Padahal sebelumnya PKL ini sudah diagendakan pada tanggal 19, 20, 21 Januari 2018, namun atas kehendak Alloh baru dapat dilaksanakan pada tanggal 2, 3, 4 Februari. Dan pelaksanaan PKL ini juga pada tahun 2018 yang dalam penulisannya biasa disingkat dengan ’18, jika dijumlahkan juga menjadi sembilan.

Saya kira terlepas dari kebetulan-kebetulan tersebut, yang hanya Alloh yang tahu atas kebenarannya, ada pesan yang disampaikan kepada semua orang yang terlibat, terutama para peserta, bahwa PKL ini harus melahirkan kader yang benar-benar siap untuk meneruskan garis perjuangan Nahdlatul Ulama. Kader yang memiliki semangat perjuangan walisongo dalam mendakwahkan ajaran islam yang membawa rahmat untuk seluruh masyarakat jawa dan masyarakat umum.

2.  Filosofi Bambu dan Semangat Perjuangan.

PKL ini juga identik dengan Bambu, hampir semua orang yang terlibat dalam PKL menyapakati hal ini. Terbukti dari obrolan yang lalulalang digroup Whatsapp terlihat peserta PKL, Instruktur, dan Pimpinan GP ANSOR Cilacap ramai membicarakan tentang keberadaan Bambu di PKL ini. Sebenarnya hanya ada 2 moment yang memperlihatkan kehadiran bambu dalam kegiatan ini, yaitu saat sesi istirahat makan, dan Saat Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP ANSOR Jawa Tengah mem-baiat atau melantik 63 Peserta PKL.

Moment pertama adalah saat Istirahat makan, Selama saya mengikuti kegiatan ke-GP ANSOR-an, baru di PKL ini saya menemukan dan merasakan sayur Pohon Bambu sebagai hidangan yang disajikan oleh panitia untuk dimakan Peserta dan orang yang hadir dalam PKL. Dihari ke 2 kegaiatan PKL, hampir seharian peserta disuguhi sayuran yang oleh orang cilacap kebanyakan disebut dengan sayur rebung (Bambu Muda) ini.

Selanjutnya adalah Saat Pelantikan yang dilakukan oleh Solahudin Aly,  Ketua PW GP ANSOR Jawa Tengah. Sebelum pelantikan, terlihat Ketua PW GP ANSOR memeluk sebilah potongan bambu, yang kemudian dicelupkan dalam air yang digunakan untuk membasuh kepala seluruh peserta yang dilantik. Awalnya saya agak keheranan dengan apa yang dilakukan oleh Ketua PW GP ANSOR tersebut. Namun keheranan itu terjawab ketika beliau memberikan Arahan kepada seluruh peserta terlantik.
Solahudin Aly,
Ketua PW GP ANSOR Jateng

Beliau menyampaikan bahwa dirinya baru saja mendapat ijazah dari seorang guru, dan gurunya tersebut mendapat ijazah berupa Bambu Runcing yang diberikan langsung oleh KH Subchi Parakan (wafat 1959) atau yang lebih dikenal dengan Kyai Bambu Runcing yang berasal dari Parakan Temanggung.

Dikalangan NU kyai Subchi sudah masyhur dikenal sebagai seorang pejuang yang gigih untuk merebut kemerdekaan Republik Indonesia. Beliaulah yang menggalang kekuatan para pemuda untuk merebut dan membela Kemerdekaan RI tersebut. beliau juga dikenal sebagai salah satu Guru dari Panglima Besar Jenderal Sudirman.
Semangat perjuangan mbah Subchi inilah yang harus diteruskan oleh kader GP ANSOR, terutama yang telah mengikuti PKL. Apalagi telah dilantik dengan air yang sudah mendapat sentuhan dari Bambu Runcingnya Mbah Subchi.

Selain semangat perjuangan mbah Subchi, Sebagai Kader GP ANSOR juga harus memahami Filosofi Bambu, saya mencoba mencari referensi di internet yang mengulas tentang Filosofi pohon bambu. Disana disampaikan bahwa bambu tidak akan menunjukkan pertumbuhan berarti selama 5 tahun pertama. Walaupun setiap hari disiram dan dipupuk, tumbuhnya hanya beberapa puluh centimeter saja. Namun setelah 5 tahun kemudian, pertumbuhan pohon bambu sangat dahsyat dan ukurannya tidak lagi dalam hitungan centimeter melainkan meter. Pohon bambu pada usia lima tahun pertama ia mengalami pertumbuhan dahsyat pada akar Bukan pada Batang, yang artinya, pohon bambu sedang mempersiapkan pondasi yang sangat kuat agar ia bisa menopang ketinggiannya yang berpuluh puluh meter kelak dikemudian hari.

Sebagai kader harus siap sedia menggarap ummat di akar rumput, harus membuat pondasi organisasi yang kuat, di tingkatan yang paling bawah sekalipun. Agar nantinya bangunan organisasi menjadi kokoh dan dan tahan banting meskipun berbagai badai menerjangnya. Jikapun nanti sudah berhasil dari membuat bangunan organisasi, diri setiap kader tidak lantas berbesar hati, berbangga diri melainkan harus tetap rendah hati, menjauhkan dari congkak dan kesombongan.

3.  Loyalitas dan Totalitas.

Pembelajaran ini saya dapatkan dalam PKL ini melihat dari apa yang dilakukan oleh pantia pelaksana. Mereka dengan penuh serius mempersiapkan segala hal guna suksesnya acara pengkaderan ini. Mulai dari menyiapkan tempat, membuat ijin dan pemberitahuan ke berbagai pihak, mencari dukungan, menghubungi narasumber dan hal lainnya yang semuanya harus disiapkan agar PKL dapat berjalan lancar. Tidak mudah untuk melakukan itu semua, tidak semua orang dapat melakukannya meskipun terlihat sederhana. Butuh orang yang memiliki jiwa Totalitas tinggi untuk bersedia menyiapkan semuanya, apalagi kegiatan yang melibatkan banyak orang, dilakukan lebih dari 2 hari dan tentunya orang yang mempersiapkan juga memiliki kesibukan lainnya yang tidak hanya mengurusi PKL. Karena cintalah orang akan melakukannya meskipun banyak menuai tantangan, karena cintalah orang bersedia melakukannya terus menerus bahkan harus mengorbankan dirinya sendiri agar kegiatan yang sedang di persiapkan dapat berjalan lancar. 

Begitulah kader yang memiliki totalitas dan loyalitas tinggi terhadap organisasi. Dan saya melihat itu juga yang dicontohkan oleh panitia pelaksana kegiatan PKL ini. Kang Narto misalnya, Ketua Panitia pelaksana PKL yang tidak dapat mengikuti dan memantau jalannya PKL. Dirinya harus pulang untuk istirahat bahkan harus dilarikan ke klinik, karena kondisi kesehatan yang menurun akibat harus mempersiapkan semua kegiatan PKL dan kegiatan sebelumnya. Sampai malam terakhir kegiatan, kang narto belum dapat bergabung dengan yang lain karena masih harus Istirahat. Tidak hanya kang Narto, belakangan saya mendengar kabar, salah satu panitia Kang Aziz, juga dilarikan ke Klinik untuk Opname karena kondisi fisik yang menurun. Bagi saya, Keduanya menjadi pembelajaran dan potret kader yang memiliki Loyalitas yang tinggi terhadap organisasi. 

Bahwa menjadi kader harus penuh totalitas melaksanakan mandat yang diberikan oleh organisasi kepada dirinya. Apapun yang terjadi, tugas harus dituntaskan semaksimal mungkin.

Beberapa hal  diatas saya dapatkan selama mengikuti proses PKL, dan tentunya masing-masing yang terlibat dalam PKL memiliki pembelajaran tersendiri. Silahkan mengambil hikmah dari apa yang saya tuliskan. Wallohu A’lam Bishhowab.
-----

Baju hijau berkombinasi putih itu adalah identitas organisasi, siapapun yang memakainya harus menjaganya, harus mampu memberikan yang terbaik. Karena siapapun yang memakai identitas organisasi, sebenarnya dirinya sedang mencitrakan organisasi tersebut. sehingga, jikapun kita belum bisa memberikan yang terbaik untuk organisasi kita, minimal jangan sekali-sekali membuat “kotor” organisasi kita. (123)

Minggu, 24 Desember 2017

Menjelang Natal, Banser Kesugihan Berulah.

Kesugihan, kitaberjejak.blogspot.co.id – Sebanyak 80 Personil BANSER Kesugihan diturunkan untuk menyerbu 3 rumah warga di dusun Kedungsari Desa Dondong Kecamatan Kesugihan. Penyerbuaan ini terjadi pada minggu 24 Desember 2017, tepat satu hari menjelang perayaan natal. Penyerbuan ini langsung dipimipin oleh Kepala Satuan Koordinasi Rayon (Ka Satkoryon) BANSER Kesugihan Hadi Mustofa.

Seperti diketahui bersama, beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 15 Desember 2017, Gempa bumi berkekuatan 7.3 SR telah mengguncang pulau Jawa. 3 Rumah yang diserbu oleh Banser merupakan sebagian dari beberapa rumah warga desa Dondong Kecamatan Kesugihan yang terdampak dari Gempa tersebut.

Banser Kesugihan Bergotong Royong
Membantu Warga Desa Dondong
Masing-masing adalah rumah milik Dadang yang berlokasi di Rt 008 Rw 007, Saebani di Rt 005 Rw 007 dan Yas Rt 001 Rw 007, kesemuanya warga dusun Kedungsari Desa Dondong. Dan Ketiganya merupakan Rumah yang diserbu oleh BANSER Rayon Kesugihan untuk dibantu proses pembongkarannya. Karena pasca gempa, ketiga rumah tersebut mengalami kerusakan yang cukup membahayakan jika tetap ditempati. Harus dirobohkan terlebih dahulu, sebelum kemudian di bangun dengan material yang lebih baik untuk dapat ditempati kembali.

Dadang, salah satu pemilik rumah yang dibantu Banser proses pembongkarannya menyampaikan apresiasi kepada Banser. Apa yang dilakukan Banser sangat membantunya, mengingat selama ini dirinya memiliki keterbatasan dari sisi tenaga untuk merobohkan dan merapihkan rumahnya.

Dirinya menambahkan, Tentunya tidak hanya Banser yang membantu dirinya dan para korban Gempa, namun para pihak lain juga diharapkan untuk memberikan uluran tangannya, agar pembangunan rumah para korban gempa segera selesai sehingga masing-masing korban dapat menempati kembali rumahnya. Selama rumahnya belum terbangun, para korban gempa yang rumahnya dirobohkan tersebut, bertempat tinggal di rumah saudara dan keluarga dekatnya masing-masing.  

Terpisah, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kesugihan, Ali Basroh menyampaikan bahwa Banser sebagai kader inti dari GP Ansor sudah sepatutnya untuk selalu hadir ditengah masyarakat yang membutuhkan, tanpa membeda-bedakan latarbelakang, Golongan, agama ataupun Ras, terutama masyarakat yang terkena musibah. Hal tersebut sebagai wujud komitmen Banser dalam mengaktualisasikan prinsip-prinsip hubungan bermasyarakat di Indonesia, salah satunya Gotong Royong melalui bongkar rumah bersama-sama.

Senin, 11 Desember 2017

ANSOR Cilacap Gelar PKL

Cilacap, kitaberjejak.blogspot.co.id- Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor (GP ANSOR) Kabupaten Cilacap akan menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL). Hal itu disampaikan oleh Ketua PC GP ANSOR Cilacap dalam Majelis Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) GP ANSOR Cilacap, Sabtu lalu 9 Desember 2017 di Pondok Pesantren Metal Tobat Gandrungmangu.

PKL merupakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan kader jenjang menengah dalam sistem kaderisasi GP ANSOR yang dimaksudkan untuk mencetak kader pemimpin organisasi dan masyarakat di tingkatan pimpinan cabang. Peserta PKL adalah kader GP ANSOR yang telah lulus PKD sekurang-kurangnya enam bulan terakhir yang dibuktikan dengan fotocopy sertifikat dan/atau surat keterangan kelulusan dari pengurus yang berwenang dan direkomendasikan oleh PAC atau PC setempat.

Jajaran Pengurus Harian
PC GP ANSOR Kabupaten Cilacap
PC GP ANSOR Cilacap rencananya akan menyelenggarakan PKL ini pada bulan Januari 2018, ditempatkan di Kecamatan Karangpucung. 100 peserta menjadi target pelaksanaan PKL ini, artinya masing-masing PAC harapannya minimal dapat mengirimkan 5 kadernya untuk dapat mengikuti kegiatan tersebut. Tidak menutup kemungkinan peserta PKL juga bisa dari kabupaten tetangga.  

Selain membicarakan PKL, Rakorcab yang hadiri oleh 15 PAC itu juga membicarakan beberapa program dari PC GP ANSOR Cilacap yang akan dilaksanakan mulai Januari 2018. Diantaranya adalah akan diselenggarakannya Akreditasi Pimpinan Ranting yang ditarget dapat dilaksanakan pada bulan Maret 2018. Selain itu, forum tersebut juga menyinggung tentang kegiatan Konferensi Cabang (Konfercab) GP ANSOR Cilacap yang rencananya akan dilaksanakan sebelum masa khidmat kepengurusan periode sekarang berakhir, yaitu sekitar bulan Juni 2018.


Tidak ketinggalan, pada forum yang dipandu oleh Sahabat Aliman ini, 15 Pengurus PAC yang hadir juga diminta untuk menginformasikan perkembangan masing-masing capaian kegiatan kepengurusannya. Mulai dari kegiatan rutin ke-ANSOR-an, kegiatan Ekonomi organisasi, Kegiatan Pengkaderan, sampai dengan kondisi ranting yang sudah memiliki pengesahan ataupun belum. 

Minggu, 10 Desember 2017

MWCNU Kesugihan, Siap Konferensi.

Kesugihan, kitaberjejak.blogspot.com- Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Kesugihan, dalam waktu yang tidak lama akan menggelar Konferensi MWC NU. Rencananya, agenda rutin 5 tahunan tersebut akan di gelar di Komplek Masjid Al Itqon Desa Kuripan Kidul pada hari Ahad tanggal 24 Desember 2017.


Seperti diketahui bersama bahwa Konferensi MWC NU Kesugihan tahun ini, merupakan kewajiban kepengurusan MWC NU mandataris Konferensi sebelumnya, atau konferensi yang dilaksanakan kisaran tahun  2012. Pada Konferensi sebelumnya telah berhasil memilih KH. Labiburrohmat sebagai Rois Syuriyah dan Drs. Akhmad Sulman (Alm) sebagai Ketua Tanfidziyah. Pada perjalanannya, karena Drs. Akhmad Sulman meninggal dunia, sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga NU, sehingga posisi Ketua Tanfidziyyah diberikan kepada H. Towil Al Baha, yang saat itu selaku Wakil Ketua Tanfidziyyah.

Saat ini, Pengurus MWCNU Kesugihan telah membentuk kepanitian yang diberi mandat untuk menyelenggarakan dan mensukseskan agenda tersebut. Melihat strategisnya agenda ini, baik bagi Lembaga NU,  Badan Otonom (Banom) maupun warga Nahdliyyin  di kesugihan, maka menjadi penting untuk semua elemen warga Nahdliyyin dapat turut serta mensukseskannya. Bagaimana caranya? Minimal bersama-sama mendoakan agar Musyawarah tersebut dapat berjalan dengan lancar, sukses dan tentunya menghasilkan keputusan yang membawa kebaikan untuk semua kalangan, khususnya untuk NU sendiri.

Beberapa kalangan berharap, siapapun nantinya yang terpilih menjadi Rois Syuriyah dan Ketua Tanfidziyyah, semoga kedepan kepengurusan MWC NU Kesugihan lebih solid dan lebih progresif dalam mengawal Program-programnya untuk kemaslahatan masyarakat. Terlebih MWCNU Kesugihan memiliki potensi yang besar untuk berkembang. Mulai dari ketersediaan Sumber Daya Manusia yang tersebar di 16 Desa baik yang masuk dalam jajaran struktural NU dan Banomnya maupun kultural, Jaringan Pondok Pesantren, Lembaga Pendidikan, Layanan Kesehatan, dan Potensi-potensi lainnya yang tentunya harus digarap dan dimaksimalkan dengan baik.

Mari Sukseskan 
dan 
Selamat mempersiapkan Konferensi. (123)

Sabtu, 25 November 2017

Ranting ANSOR se-Kesugihan siap di Akreditasi

Cilacap, kitaberjejak.blogspot.co.id- Setelah sukses mengikuti Akreditasi Organisasi GP ANSOR untuk tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC), GP ANSOR Kesugihan kini sedang menyiapkan diri untuk menyongsong Akreditasi ditingkat Ranting. Hal ini dilakukan mengingat Akreditasi Organisasi merupakan mandat yang harus dijalankan oleh semua kepengurusan di semua tingkatan, tak terkecuali Pimpinan Ranting sekalipun.

Visitasi Akreditasi PW GP ANSOR Jawa Tengah
di Kabupaten Cilacap
Seperti yang diketahui, Beberapa saat lalu, Pimpinan Wilayah (PW) GP ANSOR Jawa Tengah melakukan kegiatan penilaian secara sistematis dan komprehensif, dalam wujud Akreditasi Organisasi untuk tingkat kepengurusan PAC. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung PUSDIKLAT PCNU Cilacap pada tanggal 22 Oktober 2017, bertepatan dengan Peringatan Hari Santri Nasional 2017. Alhasil, PAC GP ANSOR dalam Akreditasi itu mendapat nilai A-.

Seperti yang tertuang dalam Peraturan Organisasi GP ANSOR tentang Akreditasi Organisai Gerakan Pemuda Ansor, Akreditasi merupakan kegiatan penilaian yang dilakukan oleh Pimpinan Pusat terhadap Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang, Pimpinan Wilayah terhadap Pimpinan Anak Cabang, dan Pimpinan Cabang terhadap Pimpinan Ranting.  Tujuan Akreditasi itu sendiri adalah untuk mengukur dan menentukan tingkat kelayakan organisasi dalam menyelenggarakan kegiatan serta untuk memperoleh gambaran tentang kinerja organisasi. Setidaknya ada 6 Program Pokok yang dinilai yaitu keberadaan program Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor, Amal Usaha Produktif, Kaderisasi dan Pemberdayaan Kader, Pengembangan BANSER, Struktur Kepengurusan, dan Kegiatan sosial kemasyarakat dan Kepemudaan. 6 Komponen ini harus disajikan dalam form Borang yang menjadi standar pelaksanaan Akreditasi.

“Kesugihan, pada akreditasi kemaren hanya kurang tentang catatan Amal Usaha Produktif, sehingga nilai Akreditasinya hanya memperoleh A -  saja atau masih belum sempurna. “ Ujar Ali Basroh, Ketua PAC GP ANSOR Kesugihan.

Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD),
Kaderisasi salah satu komponen yang di Nilai. 
Semangat untuk mengelola organisasi dengan tertib Administrasi yang baik coba di tularkan oleh PAC GP ANSOR Kesugihan ke seluruh jajaran Pimpinan Ranting yang ada di Wilayah Kesugihan. Tidak lama setelah Akreditasi PAC, langkah yang dilakukan oleh PAC GP ANSOR Kesugihan adalah melakukan Sosialisasi Akreditasi untuk Pimpinan Ranting melalui Rapat Koordinasi Anak Cabang yang diselenggarakan di Kompleks Masjid Al Ijtihad Kuripan. Dalam Acara yang diselenggarakan dalam Awal November tersebut, PAC GP ANSOR Kesugihan memberikan paparan tentang Pentingnya Akreditasi, Apa saja yang harus disiapkan sampai dengan memperkenalkan Form Borang Akreditasi yang harus di isi oleh Pimpinan Ranting.

Selama bulan Desember ini Pimpinan Ranting diharapkan dapat menuangkan hasil kinerjanya dalam Form Borang yang sudah dibagikan sebelumnya oleh PAC dan Pertengahan bualn Januari 2018 harapannya setiap ranting di Kesugihan sudah siap untuk menghadapi tim penilai dari cabang.
“Ranting Kalisabuk sudah mulai nyicil untuk mengisi Borang yang dibagikan, semoga akhir desember sudah lengkap.” Kata Mohammad Toha, Sekretaris GP ANSOR Ranting Kalisabuk ketika menanggapi permintaan update progres program Akreditasi Ranting dari PAC melalui Whatsapp.


Saat ini, Kesugihan telah memiliki struktur kepengurusan Ranting GP ANSOR di 13 Desa dari total 16 Desa di Wilayah Kecamatan Kesugihan. Dan semoga sesuai waktu yang ditentukan, ke 13 Pimpinan Ranting dapat menjalankan program Akreditasi yang menjadi mandat dari Peraturan Organisasi.  (123) 

Kamis, 23 November 2017

13 Peserta DIKLATSAR Banyumas, berasal dari Kesugihan.

Cilacap, kitaberjejak.blogspot.co.id- Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor (GP ANSOR) Kecamatan Kesugihan, melalui Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) akan mengirimkan kader-kadernya, calon anggota BANSER, untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (DIKLATSAR) BANSER di Banyumas.

Barisan Ansor Serbaguna (BANSER)
DIKLATSAR merupakan kaderisasi kedua, bagi kader-kader GP ANSOR yang hendak terjun untuk fokus menjadi bagian dari satuan BANSER. Artinya, siapapun yang memiliki keinginan untuk menjadi anggota BANSER, menjadi peserta DIKLATSAR hukumnya Fardlu ‘ain (Wajib dan bersifat pribadi yang bersangkutan). Kenapa DIKLATSAR menjadi Kaderisasi kedua? Karena memang begitu prosesnya. BANSER adalah kader inti dari GP ANSOR dan tentunya adalah bagian yang tidak terpisahkan. Sehingga untuk menjadi BANSER, setiap orang harus berikrar terlebih dahulu menjadi bagian dari GP ANSOR melalui Forum kaderisasi yang namanya Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP ANSOR. Baru setelah dinyatakan Lulus dalam PKD, dan memiliki keinginan untuk menjadi kader inti yang militan di GP ANSOR, orang tersebut dapat mengikuti kaderisasi yang kedua yakni DIKLATSAR.

Sistem kaderisasi ditubuh GP ANSOR sudah memiliki standar baku yang tertuang pada Peraturan Organisasi maupun Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) penyelenggaraan Pendidikan tersebut. Sehingga, daerah penyelenggaraan kegiatan tidak menjadi persoalan. Hal itulah yang melatarbelakangi, PAC GP ANSOR Kesugihan mengirimkan kader-kadernya untuk dapat mengikuti kegiatan DIKLATSAR sampai di kabupaten Banyumas.  

Sampai hari kamis, 23 November 2017, data kader GP ANSOR Kesugihan yang masuk ke pengurus Satkoryon untuk mengikuti DIKLATSAR di Banyumas sejumlah 13 kader. Dengan komposisi, 11 dari Desa Kuripan Kidul, 2 dari Desa Menganti, dan tentunya masih memungkinkan untuk bertambah. Rencananya Peserta dari Kesugihan tersebut akan berangkat secara bersama-sama pada hari Jumat, tanggal 24 November 2017 bakda sholat jum’at, sekitar pukul 13.00 WIB.

Hadi Muatofa,
Kepala Satkoryon BANSER Kesugihan
Hadi Mustofa, selaku Kepala Satkoryon BANSER Kesugihan melalui Whatsapp menyampaikan bahwa  13 Peserta DIKLATSAR akan dilepas hari besok, melalui Apel yang rencananya akan diselenggarakan di Kuripan Kidul.

“Apel tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan calon peserta, baik kesiapan fisik mental ataupun kesiapan syarat-syarat administratif yang harus dipenuhi. Selain itu juga untuk memberikan pesan bahwa, dalam BANSER yang dikedepankan adalah semangat kekeluargaan dan kebersamaan, dimulai dari berangkat DIKLATSAR secara bersama-sama.” Ujar pria yang akrab disapa Ndan Tofa.

Untuk DIKLATSAR di Banyumas sendiri, secara teknis diselenggarakan oleh Satkoryon BANSER Kemranjen. Mengambil Lokasi di Komplek Masjid Jami’ Nurussalafiyah Gemawang, Sidamulya, Kecamatan Kemranjen. Kegiatan ini akan dilaksanakan mulai jumat 24 November dan rencananya akan selesai pada hari Ahad, 26 November 2017.


Selamat mengikuti Pendidikan Sahabat, semoga jalan kita selalu mendapat Ridlo Alloh Subhanahu Wata’ala. Aamiin. (123)

ANSOR Kesugihan, Siap Gunakan Internet untuk Berwirausaha.

Cilacap, kitaberjejak.blogspot.co.id- Laju pertumbuhan teknologi bergerak sangat cepat, hampir setiap saat selalu ada teknologi baru yang dicipatkan oleh manusia. Dan ini menjadi tantangan bagi kita, terlebih anak-anak usia muda, yang hidup ditengah derasnya pertumbuhan teknologi. Jika kita tidak bisa mengikuti laju tersebut, sudah pasti akan tertinggal. Hal tersebut juga berlaku untuk organisasi atau instansi kelembagaan yang lainnya, tidak terkecuali  Gerakan Pemuda Ansor (GP ANSOR).

Peserta Pelatihan Internet Marketing
dari GP ANSOR Kesugihan
Sebagai salah satu bagian dari organisasi sosial kepemudaan, yang sedang tumbuh dan berkembang pada era global seperti saat ini, GP ANSOR yang beranggotakan generasi milenial atau generasi muda ini, tentunya harus membekali anggotanya dengan kemampuan untuk menguasai teknologi. Saat ini yang sedang booming dan menjadi keharusan untuk mampu untuk menguasainya adalah penggunaan internet untuk mendukung segala lini kehidupan. Baik untuk kepentingan personal, untuk menunjang dunia bisnis, maupun untuk menunjang aktivitas organisasi.

Melalui Kegiatan Pelatihan Internet Marketing, yang dilaksanakan hari Rabu lalu, tanggal 22 November 2017, GP Ansor kecamatan Kesugihan mengikutsertakan 10 Kadernya untuk mengikuti kegiatan tersebut. Pelatihan yang bertempat di Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (PUSDIKLAT) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kabupaten Cilacap ini, merupakan pelatihan pemahaman  dasar tentang teknik pemasaran dengan memanfaatkan jaringan online atau internet sebagai komponen utamanya. Sebagai penyelenggara kegiatan, Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Kabupaten Cilacap, menargetkan adanya pemahaman dan keterampilan dasar kader-kader muda NU dalam penggunaan internet untuk meningkatkan aspek kehidupan dalam bidang perekonomian.
   
Bagi GP ANSOR Kesugihan Dengan melibatkan anggotannya dalam kegiatan ini, menunjukkan komitmennya dalam upaya pengingkatan kapasitas anggota, agar tidak tertinggal dengan derasnya laju teknologi. Terlebih GP Ansor Kesugihan, pada tahun 2018 memiliki gagasan yang salah satu fokusnya mengarah pada peningkatan ekonomi organisasi maupun anggoatanya. Sehingga, berbagai kesempatan yang ditawarkan untuk melibatkan GP ANSOR dalam usaha peningkatan kapasitas dalam bidang ekonomi selalu direspon baik. Salah satunya adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh LPNU ini.

Kegiatan ini menyasar kepada kader-kader muda NU, terlihat dari 49 peserta mengikutinya berangkat dari lembaga maupun Badan Otonom (Banom) yang ada di lingkugan NU. Selain dari GP ANSOR peserta yang lainnya dari Fatayat NU, para Alumni Pendidikan Kader Penggerak NU (PKPNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan beberapa kader NU lainnya yang tidak mewakili lembaga ataupu banom.

Harapannya pasca kegiatan pelatihan ini, PCNU Cilacap melalui LPNU, dapat memiliki wadah untuk anggotanya yang bergelut dalam dunia kewirausahaan, terutama yang memanfaatkan internet dalam melakukan usahanya. Wadah tersebut dapat berupa sebuah komunitas maupun sebuah forum Ikatan para Marketing yang berangkat dari kalangan Nahdliyin.


Di GP ANSOR Kesugihan sendiri, para kadernya yang dikirim untuk mengikuti pelatihan tersebut diharapkan dapat menginisiasi gagasan ataupun melahirkan aktivitas usaha yang mengarah pada kegiatan alternatif untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi anggotanya maupun lembaganya. Semoga.. (123)