Tampilkan postingan dengan label organisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label organisasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Mei 2020

Mbawon dan Kerja Bareng, Ikhtiyar untuk menghadapi Covid19


Rilis dari lembaga kesehatan dunia, World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa per tanggal 07 Mei 2020 sedikitnya ada 3.634.172 kasus terkonfirmasi di 215 Negara dan 251.446 diantaranya meninggal dunia. Sedangkan di Indonesia, sampai dengan tanggal yang sama ditemukan 12.438 Kasus di Konfirmasi, dan 895 diantaranya meninggal dunia. Dan yang memprihatinkan adalah tren data kasus positif semakin hari semakin bertambah. Hal ini memerlukan upaya pencegahan dan penanganan yang serius dan menyeluruh.

Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk menangkal semakin menyebarnya wabah virus corona, dan sudah ditindaklanjuti oleh Gubernur, Bupati dan Wali Kota. Namun tentunya, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri untuk menangani wabah yang sudah menjadi pandemi ini, butuh kerjasama dari semua unsur, tidak hanya dari instansi pemerintah maupun swasta, tapi juga dari masyarakat itu sendiri. Terutama dalam hal untuk menangani dampak yang ditimbulkan dari wabah ini.

Berawal dari adanya instruksi dari pimpinan pusat yang ditujukan kepada Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor diseluruh tingkatan, supaya turut serta membantu pemerintah dalam percepatan penanganan covid19 di indonesia, melalui pembentukan Gugus Tugas GP Ansor Penanganan Covid 19.  Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Cilacap menindaklanjuti dan meneruskan instruksi tersebut kepada 24 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) di Kabupaten Cilacap. Respon cepat ditujukan oleh seluruh PAC, Terhitung dalam waktu tidak lebih dari 5 hari, telah terbentuk Gugus Tugas Penanganan Covid 19 GP Ansor dimasing-masing kecamatan.


Gugus Tugas Penanganan Covid-19 merupakan sebuah perangkat organisasi yang dibentuk oleh Gerakan Pemuda Ansor, yang ditugaskan untuk membantu pemerintah dalam melakukan upaya pencegahan penyebaran dan penanganan dampak virus corona, sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh Gerakan Pemuda Ansor. Hari ini, Perangkat organisasi ini menjadi vital dan strategis, terlebih kabupaten Cilacap masuk dalam kategori daerah zona merah untuk persebaran virus corona.

Setelah terbentuk Gugus Tugas dimasing-masing kecamatan, kemudian melaksanakan berbagai kegiatan yang tujuannya adalah untuk memutus mata rantai persebaran virus. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk kepatuhan dalam menjalankan instruksi dari pimpinan pusat dan menjalankan nilai-nilai kemanusiaan yang selama ini dipegang erat oleh Gerakan Pemuda Ansor.  Kegiatan tersebut beberapa dilaksanakan secara mandiri oleh GP Ansor dan ada juga yang berkolaborasi dengan pihak lain.

Berikut beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh Gugus Tugas Penanganan Covid 19 GP Ansor :

1.       Assesmen Ketahanan Pangan masyarakat.
Kegiatan ini dilakukan secara daring dan cepat, dengan cara setiap ketua Ranting diminta untuk menjawab pertanyaan yang ada dalam formulir yang disebarkan melalui link/tautan. Ini merupakan kegiatan yang dilakukan dalam skala nasional, dikelola langsung oleh Pimpinan Pusat, semua kepengurusan Ansor ditingkatan paling bawah yakni Pimpinan Ranting (PR) setingkat dengan Desa, diinstruksikan untuk melakukannya.  Outputnya adalah tersedianya data tentang ketahanan pangan di setiap daerah bahkan setiap desa diseluruh indonesia. Data ini sangat penting, terutama bagi pemerintah sebagai pertimbangan untuk mengeluarkan berbagai kebijakan. Beruntungnya, GP Ansor merupakan organisasi yang besar, yang hari ini memiliki perangkat organisasi yang jelas, kuat dan mengakar sampai desa-desa, sehingga tidak memerlukan waktu yang lama untuk mendapatkan data-data tersebut.
Di Kabupaten cilacap sendiri, dari 284 desa/kelurahan, 70%-nya telah melakuan entry data pada form assesment tersebut.

2.       Penyemprotan desinfektan dan Pembagian Hand Sanitizer.
Diawal munculnya pandemi, sekitar bulan maret, kegiatan penyemprotan desinfektan ini dilaksanakan hampir diseluruh kader GP Ansor baik di kecamatan maupun desa yang ada di cilacap. Ada yang berkolaborasi dengan pihak kecamatan, atau pihak desa. Ada juga yang melakukan penyemprotan secara mandiri atas nama organisasi. Misalnya yang dilakukan oleh GP Ansor di Maos, mulai dari pembuatan cairan desinfektan dan hand sanitizer sampai dengan penyemprotan dan pembagiannya, mereka lakukan secara mandiri. Di Adipala, GP Ansor berkolaborasi dengan seluruh Badan Otonom Nahdlatul Ulama di Kecamatan tersebut.

Kader Banser melakukan Penyemprotan Desinfektan

Handsanitizer karya PAC GP Ansor Maos
Kegiatan penyemprotan desinfektan ini menyasar tempat-tempat yang menjadi sarana publik, misalnya masjid, mushola, gereja, sekolah, dan kantor-kantor pemerintahan.

3.       Pembagian Masker.
Masker sebagai Alat Pelindung Diri (APD) paling minimalis, pernah sangat susah untuk didapatkan oleh masyarakat. Padahal masker dalam pandemi seperti sekarang ini sangat membantu untuk mencegah adanya penularan virus dari satu orang ke orang lain.
Berangkat dari hal tersebut, Pembagian Masker kepada masyarakat umum menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Gugus Tugas GP Ansor.


Pembagian Masker Kepada Masyarakat
Ada yang membuat sendiri maskernya, tidak sedikit juga yang bekerjasama dengan pihak lain. Misalnya di Kecamatan Bantarsari, Gugus Tugas melakuan pembagian 2000 buah masker untuk masyarakat atas hasil swadaya anggotanya, lalu beberapa hari kemudian melakuan kegiatan serupa, 2020 buah masker atas kerjasama dengan Yutaka Indonesia, sebuah perusahaan manufaktur yang beralamatkan di Bekasi Jawa Barat.
Di Jeruklegi, GP Ansor berkolaborasi dengan Pemerintah desa untuk mendistribusikan masker kepada masyarakat.

4.       Pembagian Paket Sembako.
Meskipun Gerakan Pemuda Ansor berstatus organisasi nonprofit, namun bukan tidak mungkin untuk menyelenggarakan kegiatan pembagian paket sembako, kegiatan yang memerlukan dana  yang tidak sedikit. Terbukti GP Ansor mampu untuk menyelenggarakannya.

Kita dapat melihat inisiatif yang dilakukan oleh beberapa PAC GP Ansor di Cilacap, Misalnya di Kecamatan Bantarsari membagikan 315 Paket, Kesugihan 100 Paket, Kroya 50 Paket, Adipala 150 Paket, Jeruklegi 50 Paket, Kawunganten 97 Paket, Maos 315 Paket dan kecamatan lainnya yang dalam pantauan melakukan kegiatan serupa tapi belum melaporkannya. Bagaimana Ansor dapat melakukannya? kami akan mencoba menceritakan dengan mengambil contoh 1 kecamatan, yaitu Bantarsari.

Kader Ansor Bantarsari memberikan Sembako
kepada Masyarakat
Bantarsari ini memiliki 8 desa, dan semua desa sudah memiliki kepengurusan Ranting GP Ansor. GP Ansor di Kecamatan ini mampu untuk menyelenggarakan kegiatan pembagian 315 paket sembako kepada masyarakat dengan bermodal militansi, kekompakan dan kebersamaan yang sudah tertanam dalam diri masing-masing kader. Prosentasi terbesar pendanaan kegiatan ini adalah dari swadaya anggota dan selebihnya dari usaha open donasi yang dilakukan oleh PAC GP Ansor Bantarsari.  

Melalui musyawarah, masing-masing ranting diminta untuk berkontribusi dalam bentuk beras. Dan jumlahnya bervariasi, tergantung jumlah kader dan usaha yang dilakukan oleh kader. Ada ranting yang sampai memberikan 5 Kwintal, 4 Kwintal bahkan 1 Ton Beras.

Disamping mengandalkan anggotanya, GP Ansor Bantarsari juga mengandalkan posisi/peran masing-masing kader di entitas masyarakatnya. Misalnya ada yang menjadi guru TPQ, maka guru TPQ tersebut mengajak orangtua santrinya untuk turut serta dalam kegiatan bhakti sosial tersebut, masing-masing anak diminta untuk memberikan infak berupa beras. tentunya tidak dengan embel-embel apapun, mengajak untuk berkontribusi dengan penuh keikhlasan.

Ada kader yang menjadi Ketua RT, dengan kewenangannya ditengah masyarakat, kader tersebut mengajak lingkungannya untuk berkontribusi dengan berdonasi dalam kegiatan bhakti sosial tersebut.

Ada juga yang karena memang tidak memiliki kedudukan sosial ditengah masyarakat, anggota ini menyumbangkan tenaganya. Dengan berkolaborasi melakukakan kegiatan “Mbawon Bareng” yang hasil dari mbawon bareng ini disetorkan kepada Gugus Tugas Kecamatan untuk berpartisipasi dalam baksos pembagian sembako. 

Mbawon dapat diartikan sebagai aktivitas untuk memburuhkan diri kepada pemilik sawah/lahan pertanian, dengan turut memetik padi yang siap panen yang dimiliki oleh pemilik sawah/lahan.  Hal seperti ini sampai dilakukan oleh anggota Gerakan Pemuda Ansor, karena ingin turut berkontribusi dalam kegiatan yang digagas oleh PAC GP Ansor.

Untuk menentukan penerima bantuan, PAC GP Ansor Bantarsari menyerahkan sepenuhnya kepada masing-masing pimpinan ranting, karena pimpinan ranting lebih mengetahui detail tentang siapa yang pantas menerima dan membutuhkan bantuan tersebut.  PAC GP Ansor Bantarsari hanya memberikan kriteria penerima, yaitu prioritas untuk orang jompo yang hidup sebatang kara dan selanjutnya untuk masyarakat yang tidak mampu namun belum mendapat bantuan dari pemerintah. Dua kriteria ini yang menjadi prioritas pada kegiatan pembagian sembako.
Kader Ansor Jeruklegi memberikan Sembako
Kepada Masyarakat

Pembagian Sembako oleh PAC Kroya

Melaui posko gugus tugas di kecamatan bantarsari, seluruh logistik yang diperoleh oleh masing-masing ranting kemudian dikumpulkan dan dikemas bersama-sama, dibuat dalam bentuk paket-paket. Setiap paket sembako itu berisi Beras 5Kg, Telor, Minyak Goreng, Susu kaleng, Tepung Terigu, Mie Instan, dan Gula pasir.
Paket Sembako yang dibagikan GP Ansor Bantarsari
Selain 4 kegiatan diatas, GP Ansor di seluruh kecamatan dan desa/kelurahan di cilacap  didorong agar kader-kadernya berperan aktif dimasing-masing wilayahnya, membantu pemerintah kecamatan atau pemerintah desa untuk bersama-sama menghadapi pandemi covid19 ini. Dan kegiatan Gugus Tugas ini tidak akan berhenti hanya sampai hari ini.


===========

Sebagai organisasi besar yang memiliki struktur kepengurusan sampai tingkat komunitas masyarakat paling bawah, yaitu Desa, Gerakan Pemuda Ansor sangat siap untuk membantu pemerintah dalam upaya menghadapi dampak pandemi yang dirasakan masyarakat. Terutama membantu dari sisi sumberdaya manusia yang memiliki komitmen untuk  hidup bersama ditengah masyarakat.

Kami melihat, hari ini sudah harus ada gagasan dan implementasi untuk membuat lumbung pangan di setiap desa. Karena dampak dari pandemi covid19 ini sudah sangat dirasakan oleh masyarakat terutama dari sisi ekonomi. Banyak masyarakat yang sudah kehilangan pekerjaan, tidak memiliki penghasilan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. 

Situasi hari ini adalah situasi yang dilematis, disatu sisi masyarakat harus mengikuti anjuran pemerintah untuk membatasi diri beraktivitas diluar rumah, disisi lain kalau tidak keluar rumah, masyarakat tidak memiliki pendapatan untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Maka solusinya, agar masyarakat bersedia mengikuti anjuran pemerintah, harus ada yang menjamin kebutuhan masyarakat terpenuhi, terutama kebutuhan pangan. Kiranya tersedianya lumbung pangan menjadi salah satu jawaban atas situasi ini.

Kami meyakini, bahwa dengan kebersamaan, tidak saling menyalahkan, terbuka dengan berbagai masukan dan tersedianya data yang akurat, kita semua dapat mengatasi dampak dari pandemi covid19 ini. 













Oleh Ahmad Fajri Nida,
Sekretaris Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Cilacap, Kepala Gugus Tugas Penanganan Covid19 Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Cilacap. 
Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid 19 GP Ansor Cilacap, Gedung PCNU Cilacap Lantai 2, Jalan Raya Kalisabuk Km 15. No HP. 0812 2818 2336, Email : pcansorcilacap@gmail.com



Sabtu, 15 Februari 2020

CILACAP SIAP GELAR LI & SUSPELAT


Cilacap (kitaberjejak.blogspot.co.id) – Gelaran Latihan Instruktur (LI) dan Kursus Pelatih (SUSPELAT) bagi kader Gerakan Pemuda Ansor yang rencana akan dilaksanakan di kabupaten Cilacap sudah mulai hangat diperbincangkan. 

Sebagai tuan rumah, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Cilacap mulai sibuk untuk menyambut baik event tingkat wilayah ini. Mulai dari membentuk kepanitiaan, berkoordinasi dengan berbagai instansi dan tentunya berkoordinasi dengan Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah sebagai pihak yang berwenang mengurusi LI dan SUSPELAT.



Terhitung PC GP ANSOR kabupaten Cilacap telah menyelenggarakan 2 kali pertemuan, khusus untuk membicarakan persiapan LI dan SUSPELAT. Pertemuan pertama dilaksanakan tanggal 1 Februrari 2020. Pada pertemuan yang bertempat di Wana Wisata Wanarata ini, berhasil menyepakati susunan kepanitaan LI dan SUSPELAT tingkat Kabupaten yang selanjutnya menjadi perangkat PC GP ANSOR Cilacap untuk menyiapkan berbagai hal guna suksesnya kegiatan LI dan SUSPELAT. PC GP ANSOR Cilacap memberikan mandat kepada Ahmad Rusdan untuk menjadi ketua panitia penyelenggara.

Selain menyepakati kepanitiaan, pertemuan pertama ini juga menyepakati rencana waktu pelaksanaan dan lokasi kegiatan.  Rencananya tahapan pelaksanaan LI dan SUSPELAT akan dimulai dengan Screening pada tanggal 22 Maret 2020 di Pondok Pesantren Miftahul Huda Kroya. Sedangkan untuk tahap pelaksanaannya dilaksanakan pada tanggal 27, 28, 29 Maret 2020 di lokasi yang sama dengan Screening.

Pertemuan kedua diselenggarakan di Kantor PC GP ANSOR Cilacap, pada tanggal 15 Februari 2020 dengan menyepakati hal-hal teknis dan administratif kepanitiaan yang harus segera disiapkan. Pembicaraan dalam rapat kedua ini diantaranya adalah tentang kepesertaan, misalnya ketentuan dan Persyaratan Peserta, target peserta, juga merencanakan beberapa tahap perencanaan manajemen tempat acara beserta berbagai alternatifnya jika menemukan situasi-situasi yang tidak memungkinkan.

Ketua PC GP ANSOR Cilacap, ‘Aliman S.Pd, dalam beberapa kesempatan menyampaikan bahwa Cilacap bersyukur berkesempatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan LI dan SUSPELAT, ini adalah yang pertama di Cilacap. Dirinya juga mengajak kepada kader GP ANSOR di Cilacap untuk bersama-sama  menjadi tuan rumah yang baik.

Jumat, 14 Februari 2020

Serius, Karangpucung Susun Jadwal Rapat Anggota 14 Ranting.

Cilacap (kitaberjejak.blogspot.co.id) – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Karangpucung serius untuk mewujudkan tertib administrasi, dengan memastikan seluruh kepengurusan GP Ansor tingkat desa melaksanakan Rapat Anggota.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PAC GP ANSOR Karangpucung, Muhyi Awaludin melalui pesan singkat yang dikirim ke Redaktur Jejak Kita.

“Kami (PAC Karangpucung, red) telah menyusun jadwal pelaksanaan Rapat Anggota untuk 14 Pimpinan Ranting (PR) GP ANSOR, berharap semua dapat berjalan lancar.” Ungkapnya.

Jadwal Pelaksanaan Rapat Anggota PR se Karangpucung


Rapat Anggota sendiri merupakan forum tertinggi bagi Gerakan Pemuda Ansor tingkat ranting atau desa. Sebagai perwujudan demokratisasi dalam tubuh organisasi, rapat anggota wajib dilaksanakan oleh setiap Pimpinan Ranting sedikitnya 2 tahun sekali.

Mengacu pada Peraturan Rumah Tangga GP ANSOR, sedikitnya ada 3 agenda yang dibicarakan dalam Rapat Anggota, yaitu :
1. Pelaksanaan kegiatan dan Program Organisasi
2. Memilih Pimpinan Ranting
3. Hal-hal lain yang menyangkut kepentingan anggota.

Dalam pantauan Redaktur Jejak Kita, beberapa PR GP Ansor di kabupaten Cilacap telah melaksanakan Rapat Anggota dengan inisiatif sendiri atau karena ada permintaan dari PAC-nya. Namun, sampai saat ini baru PAC GP Ansor Karangpucung yang menginformasikan tentang jadwal rapat anggota untuk beberapa ranting yang ada di wilayahnya.

Melihat jadwal yang ada, PAC GP Ansor Karangpucung telah mengalokasikan waktu 2 bulan untuk menyelesaikan gelaran kegiatan 2 tahunan tersebut. Dimulai pada 14 Februari 2020 di Ranting Ciporos dan akan selesai pada 27 Maret 2020 di Ranting Gunungtelu.

Selasa, 13 November 2018

726 Anggota Baru bergabung di Semester Awal.


Cilacap (kitaberjejak.blogspot.co.id) - Semenjak Konferensi Cabang (Konfercab) pada April 2018 yang lalu, tampuk Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Cilacap dipegang oleh Aliman, kader GP Ansor dari Kecamatan Binangun. Terhitung sejak bulan Mei hingga Oktober ini, Kepemimpinan PC GP Ansor dibawah kendali Aliman sudah berjalan 6 (enam) bulan. Dalam satu periode kepengurusan PC GP Ansor, organisasi memberikan waktu 4 tahun untuk membuktikan kinerja pengabdiannya. Dan kiranya, enam bulan merupakan masa-masa penataan dan penyesuaian bagi sebuah kepengurusan beserta seluruh perangkatnya.  
Dalam pantauan redaksi kitaberjejak, dalam enam bulan pertama, perjalanan GP Ansor dibawah kepemimpinan Aliman telah menjalankan beberapa agenda diantaranya 

1.  Pengkaderan

Dalam periode Mei sampai Oktober 2018, kegiatan pengkaderan di lingkungan GP Ansor Cilacap, yang meliputi Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) maupun Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar), massif dilaksanakan dibeberapa titik. Diantaranya yaitu di Kecamatan Patimuan yang sukses melaksanakn PKD dan Diklatsar secara bersamaan, Kecamatan Cipari melaksanakan PKD dan Diklatsar, PKD di Gandrungmangu, Diklatsar di Kampunglaut, Diklatsar di Kroya, PKD dan Diklatsar serta Pembaretan di Cilacap Utara, dan yang terakhir PKD di Bantarsari. Dari kegiatan pengkaderan formal di 7 Kecamatan tersebut, dalam enam bulan ini sedikitnya GP Ansor Cilacap telah memiliki 726 Kader baru yang berikrar untuk aktif dalam seluruh kegiatan dan agenda GP Ansor.
Selain pengkaderan yang dilaksanakan di Wilayah kabupaten Cilacap, PC GP ansor Cilacap juga mengirimkan kader-kadernya untuk mendapatkan peningkatan kapasitas, dengan mengikutsertakan kader tersebut dalam kegiatan pengkaderan tingkat lanjut di kabupaten lain. Sebut saja PKL dan Susbalan di Wonogiri, Diklatsus di Jepara, Diklatsus Nasional Basada di Banyumas.

2.  Konsolidasi Organisasi

Selain agenda pengkaderan, agenda wajib yang harus diselenggarakan oleh sebuah organisasi adalah Konsolidasi. Baik yang sifatnya Formal struktural dalam bentuk rapat-rapat maupun konsolidasi yang bersifat kultural dalam bentuk majelis kopi. Jika pengkaderan dianalogikan sebagai ruhnya organisasi gerakan, maka konsolidasi adalah jasadnya. Jasad adalah sesuatu yang nampak, yang keberadaannya dapat dilihat dan dirasakan, baik oleh dirinya sendiri maupun oleh yang lainnya.
Untuk konsolidasi yang bersifat formal struktural, PC GP Ansor Cilacap telah mengikuti lebih dari 5 Rakor di PW GP Ansor Jawa Tengah, dengan agenda yang berbeda-beda. Yaitu tentang Kaderisasi, Cyber Media, Posko Mudik dan Kirab Satu Negeri (KSN). Mengikuti Forum-forum musyawarah yang di gagas oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap, yang meliputi Rapat Pleno PCNU, Musyawarah Kerja Cabang PCNU, dan Persiapan Hari Santri Nasional 2018. rapat-rapat yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah daerah misalnya adalah Mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Ormas se Cilacap oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cilacap, Mengikuti Apel dalam rangka Hari Anti Narkotika Internasional oleh BNNK Cilacap, Mengikuti Pembukaan kegiatan dalam rangka Hari Lahir KNPI Cilacap, mengikuti FGD Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, mengikuti Pembinaan Organisasi Kepemudaan oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Cilacap dan melakukan Audiensi dengan Bupati Cilacap di ruang kerja Bupati.
Mako Kemerdekaan, bareng Savic Ali
(Direktur NU Online).
Sedangkan untuk konsolidasi kultural, PC GP Ansor mempopulerkan istilah MAKO. Mako merupakan Akronim dari Majelis Konsolidasi, namun lebih jamak mengenalnya dengan akronim dari Majelis Kopi. Yang ditawarkan dalam Mako adalah konsep non formal, kultural, santai dan silaturohim, yang diselingi dengan pelbagai perbincangan dengan bobot beraneka macam.

3. Tata Kelola Administrasi dan Informasi Organisasi

Untuk pencapaian kinerja kepengurusan dalam Tata Kelola dan Penataan organisasi meskipun belum berjalan maksimal, setidaknya dalam 6 bulan ini PC GP Ansor telah mencoba melakukan beberapa hal yang arahnya untuk penataan organisasi, baik dari sisi Adminitrasi, pemberdayaan potensi pengurus dan pengawalan implementasi PD PRT GP Ansor. Diantaranya adalah menyusun struktur Kepengurusan PC GP Ansor Periode 2018-2022 melaui tim formatur mandataris Konfercab, mengajukan legalitas organisasi kepada Pimpinan Pusat, dan menggagas adanya sinkronisasi ke Administrasian, terutama Administrasi antara PC GP Ansor dengan Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serbaguna. Namun gagasan ini sampai bulan ke enam perjalanan kepengurusan PC GP Ansor Cilacap belum dapat terlaksana.
Dalam hal pengelolaan Informasi, PC GP Ansor pada periode ini telah memiliki akun resmi sosial media yang dapat diakses oleh publik. Platform media sosial yang digunakan meliputi Facebook, Instagram dan Twitter.
Kenapa memilih ketiga Platform media sosial tersebut? karena menurut Sri Widowati, Country Director Facebook Indonesia melalui detik.com disampaikan bahwa pengguna aktif facebook di dunia saat ini mencapai 2 miliar, dan indonesia menyumbang 115 juta pengguna. Selanjutnya, untuk Instagram di Indonesia setiap bulannya digunakan oleh 45 juta pengguna.
Melihat data-data tersebut PC GP Ansor menyimpulkan bahwa ketiga platform media sosial ini adalah media yang familiar ditengah masyarakat, dan tentunya merupakan media yang tepat untuk digunakan dalam memberikan dan menyebarluaskan  informasi kepada publik.
Berikut adalah ketiga akun resmi media sosial PC GP Ansor kabupaten cilacap, untuk Facebook akunnya adalah ansor cabang cilacap , Instagram  @ansorcilacap dan untuk Twitter @ansorcilacap1.
Poster Ajakan Menghindari HOAX

Selain pencapaian tersebut, tentunya dalam enam bulan pertama perjalanannya, PC GP Ansor Cilacap menemukan berbagai tantangan, nampaknya ulasan ini terlalu panjang jika disambung dengan berbagai tantangan yang dihadapi PC GP Ansor dalam enam bulan pertamanya. Jadi semoga saja redaktur kitaberjejak masih konsisten dan berbaik hati untuk mengulas beberapa tantangan yang ditemui oleh PC GP Ansor Cilacap dalam enam bulan perjalannya. Dan perlu dipahami, ulasan ini murni lahir dari sudut pandang tim redaksi kitaberjejak.

Selasa, 31 Juli 2018

Agustus, Banser Cilacap Gelar Diklat di Kampung Laut.


Cilacap, www.kitaberjejak.blogspot.com – Sebagai kecamatan paling muda di Kabupaten Cilacap, Kampung laut tentunya memiliki sisi-sisi yang berbeda dan menarik dibanding dengan kecamatan lainnya di Cilacap. Nyatanya memang demikian, setiap ada kabar apapun yang berkaitan dengan kampung laut selalu menjadi buah bibir, seolah kampung laut itu adalah sebuah magnet yang memiliki daya tarik besar. Apapun yang berkaitan atau dekat dia, langsung menyedot perhatian khalayak.

Hal ini juga terjadi di lingkungan Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) kabupaten Cilacap.  Akhir-akhri ini Kasak-kusuk tentang kampung laut hampir nyaris selalu ditemukan dalam majelis-majelis kopi yang didalamnya ada anggota Ansor Bansernya. Karena dalam waktu dekat di Kampung Laut akan segera dilaksanakan Pendidikan dan Latihan Dasar (DIKLATSAR) Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) untuk yang pertama kalinya.

Barisan Ansor Serbaguna (Banser)
Diklatsar Kampunglaut rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 24, 25, dan 26 Agustus 2018. Tidak seperti umumnya Diklatsar, Diklatsar Kampunglaut akan menggunakan sistem Nomaden, atau berpindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi yang lain. sedikitnya ada 3 lokasi yang sudah disiapkan oleh panitia untuk menyelenggarakan Diklatsar ini, yaitu SMP Maarif, Balaidesa Panikel dan satu tempat di Dusun Karanganyar Desa Ujung Gagak.

Diklatsar Kampung laut ini terbuka untuk umum, yang memenuhi syarat tentunya, beberapa diantaranya adalah pemuda sehat jasamani rohani yang berusia antara 20 – 35 tahun, telah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP ANSOR dan tentunya mendapat rekomendasi dari Pimpinan Ranting atau Pimpinan Anak Cabang atau Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor, jika dari Luar Kabupaten Cilacap.

Pada Bulan Agustus ini, tidak hanya kampung laut yang menyelenggarakan Diklatsar atau pendidikan dasar untuk kader Ansor Banser, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Gandrung Mangu juga menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) pada tanggal 3, 4, dan 5 Agustus 2018 di MI Miftahul Falah, Karanganyar, Gandrung mangu. Untuk dapat mengikuti PKD ini, apa saja yang diperlukan, dapat dibaca melalui poster berikut.
Poster PKD Gadrungmangu

Di Cilacap bagian Timur, Tepatnya di Kecamatan Kroya, diselenggarakan juga Diklatsar Banser yaitu pada tanggal 31 Agustus, 1, 2 September 2018. Untuk lokasinya, informasi terakhir akan dilaksanakan di Desa Karangmangu Kroya.

Agustus ini nampaknya akan menjadi bulan yang cukup sibuk bagi Ansor Banser di Kabupaten Cilacap, karena selain menyelenggarakan Diklatsar dan PKD tentunya pada bulan Agutus juga ada agenda –agenda yang bersifat rutinitas tahunan, untuk mengisi dan memeriahkan perayaan Ulang Tahun Republik Indonesia.

Saya kira semuanya dalam rangka untuk mengisi kemerdekaan, Ansor Banser mengisinya dengan menggunakan media Pendidikan Kader, menanamkan rasa cinta tanah air dan semangat kebangsaan kepada anggota-anggoatanya, dan masyarakat umum mengisi kemerdekaan dengan cara menyelenggarakan berbagai kegiatan yang penuh sukacita dan keakaraban, untuk mengeksrepesikan bahwa kita telah Merdeka. (123)

Minggu, 29 Juli 2018

Gus Mujib : Ansor Banser harus Kuasai Media Sosial.

Adipala, www.kitaberjejak.blogspot.com – Dalam arahan yang disampaikan di depan peserta Apel Ansor Banser Cilacap, pada ahad 29 Juli 2018, Mujiburrohman Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor Menyampaikan bahwa Ansor banser hari ini harus melek teknologi, jangan sampai ada kader yang gagap teknologi (Gaptek). Kenapa? Menurut Gus Mujib, sapaan akrabnya, Karena medan pertempuran dan lahan dakwah Ansor Banser hari ini bukan hanya di kampung-kampung, bukan hanya di masjid atau mushola, namun juga di dunia maya, melalui Media Sosial.

“Selama ini golongan diluar kita, yang ingin mengganti bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang merongrong kedaulatan indonesia, memanfaatkan keberadaan Media sosial untuk menyebar propaganda dan paham-pahamnya.” Terangnya.

Mujiburrohman, Ketua PP GP Ansor
Sebagai kader Asli Banyumas yang masuk dalam jajaran ketua di Pimpinan Pusat GP Ansor, Gus Mujib memang sangat konsen terhadap issue pemanfaatan media sosial sebagai alat dakwah dalam menyebarkan paham islam yang ramah dan Wawasan cinta tanah air. Mengingat selain karena Media sosial itu sudah menjadi hal yang familiar dan paling dekat dengan masyarakat belakangan ini, juga karena jumlah kader Ansor Banser, yang notabene sudah selesai dalam pemahaman Islam ramah dan soal kebangsaan, itu jumlahnya sangat banyak dan sangat memungkinkan untuk membuat gerakan yang massif dalam menyebarkan paham-paham tersebut. Hal inilah yang selalu beliau sampaikan dalam setiap kesempatan bertemu dengan kader-kader Ansor banser di daerah-daerah.

“Kalau kader Ansor Banser sudah menguasai medan dakwah media sosial, saya meyakini, bahwa Kedaulatan NKRI tetap terjaga, keindahan Islam yang ramah tetap lestari di Bumi Pertiwi. “ Ujar Gus Mujib.

Untuk menindaklanjuti arahan Gus Mujib tersebut, Banyumas dan Cilacap mulai meningkatkan intensitas komunikasi untuk membuat gerakan bersama pada ruang pemanfaatan Media Sosial. Misalnya adalah melanjutkan gagasan tentang memasukkan materi tentang Media Sosial dalam setiap pendidikan kader bagi Ansor Banser di Banyumas dan Cilacap. Gagasan tersebut sudah dimulai ketika Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) di Binangun beberapa waktu lalu, dengan memasukkan masteri tentang Cyber Media dan yang menjadi pemateri adalah sahabat-sahabat dari Banyumas.

Senada dengan Gus Mujib, Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Faisal Riza juga menyampaikan pentingnya membuat gerakan bersama dalam memanfaatkan media sosial. Melalui sambungan pribadi whatsapp, Faisal mengarahkan agar Banyumas dan Cilacap dalam waktu dekat untuk berkumpul mendiskusikan gerakan bersama soal pemanfaatan media sosial.

“Sebagai sebuah Gerakan, kita harus selalu satu Komando dan Satu Barisan, sehingga soal Media Sosial ini juga harus satu barisan. “ Terang pria Banjarmasin yang kini menjadi warga Banyumas ini. (123)

Ngader, GP Ansor Cilacap Kirim Bapak dan Anak ke Wonogiri


Wonogiri, www.kitaberjejak.blogspot.co.id – Pada Jumat (27/7) dini hari,  Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Cilacap bertolak ke dari Cilacap ke Wonogiri. Hal tersebut dilakukan dalam rangka untuk mengirimkan Kadernya, mengikuti Pendidikan Kaderisasi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah GP ANSOR Jawa Tengah yang berlokasi di Kabupaten Wonogiri.

Mengantarkan 4 Kader GP Ansor Cilacap
Untuk ikut PKL dan Susbalan di Wonogiri
Ke-empat kader tersebut masing-masing adalah 1 orang bernama Mahmudin dari Gandrungmangu Cilacap, mengikuti Kursus Banser Lanjutan (SUSBALAN), Yaitu Pendidikan kebanseran tingkat lanjut. Dan 3 orang masing-masing Haris Kusnandar, Muhammad Alfan Baihaqi, asal keduanya dari Kroya yang juga merupakan Bapak dan anak yang dikirim untuk mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) bersama dengan Arif Bahaudin dari Karangpucung.

Kegiatan PKL dan SUSBALAN di Wonogiri sendiri berlangsung mulai tanggal 27 sampai 29 Juli 2018 yang bertempat di Padepokan Daarussalam, Wonogiri.  Sebuah tempat, yang menurut pandangan redaksi kitaberjejak, strategis untuk digunakan sebagai tempat pelaksanaan pendidikan kader. Kenapa strategis? 1 hal yakni Jauh dari keramaian Karena untuk sampai dilokasi, harus melewati bentangan hutan yang cukup luas dengan medan jalan yang naik turun, dan tentunya kondisi di lokasi cukup kondusif dengan fasilitas yang disediakan. Kiranya peserta dapat melakukan kegiatan secara fokus dan penuh hidmat.

Pengiriman 4 kader ini merupakan bagian dari ikhtiyar yang dilakukan oleh PC GP Ansor Cilacap dalam melaksanakan perintah Ketua Umum Pimpinan Pusat GP ANSOR, H. Yaqut Cholil Qoumas. Perintah tersebut yaitu GP Ansor harus Ngaji, Ngader dan Makaryo. Dan mengikutkan kadernya dalam kegiatan PKL dan SUSBALAN di Wonogiri ini merupakan salah satu bentuk Ngader yang dilakukan oleh PC GP Ansor Cilacap.

Harapannya sepulang dari mengikuti pendidikan kader, kapasitas kader PC GP Ansor meningkat, terutama dalam penguasaan materi-materi yang diterima dalam kegiatan pendidikan tersebut. sejalan dengan meningkatnya kapasitas kader, diharapkan semakin memberikan kontribusi positif dalam mengembangkan organisasi. (123)

Bariskan Kadernya, GP Ansor Cilacap Respon Sentimen Kebangsaan

Adipala, kitaberjejak.blogspot.co.id – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Cilacap, Ahad 29 Juli 2018, menggelar Silaturohim dalam kemasan acara berbentuk Apel Bersama GP Ansor dan Banser. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Adipala dan diiktui oleh kader-kader GP Ansor dan Banser dari beberapa kecamatan, diantaranya dari Nusawungu, Binangun, Kroya, Adipala, Sampang, Maos dan beberapa kecamatan sekitarnya.

Inspeksi Peserta oleh Inspektur Apel
Selain dari GP Ansor dan Banser, terlihat juga dalam barisan, peserta apel dari Muslimat NU, Fatayat NU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama, Perwakilan dari Pengurus Ranting NU dan ormas kepemudaan Pemuda Pancasila.


Bertindak sebagai Inspektur Apel, ‘Aliman (34) Ketua PC GP Ansor Cilacap menyampaikan bahwa setidaknya ada 5 Sikap yang diambil oleh GP Ansor Cilacap, dalam merespon dinamika bangsa yang belakang muncul yaitu :

1. Gerakan Pemuda Ansor selalu siap sedia untuk mendukung negara dalam melawan segala bentuk Intoleransi, Radikalisme dan rongrongan berbagai pihak yang bermaksud merobohkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang dulu kyai-kyai Nahdlatul Ulama mempertaruhkan jiwa raga untuk turut serta memerdekakannya. 

2. Perjuangan melawan berbagai rongrongan tersebut, adalah perjuangan semesta, Yakni perjuangan di semua lini kehidupan berbangsa dan bernegara. GP Ansor Kabupaten Cilacap  akan selalu hadir dan berupaya maksimal dalam perjuangan tersebut.

3. Menempatkan 3 Prinsip Gerakan Ala Ansor yakni Ngaji, Ngader, dan Makaryo sebagai pilar untuk menopang dinamika organisasi dan sebagai semangat dalam menunjukkan bukti kecintaan kader terhadap NKRI. Kader ANSOR harus Ngaji, yakni Selalu berupaya untuk Belajar dan memperdalam ilmu kepada Kyai dan guru yang memiliki sanad keilmuan dan wawasan kebangsaan yang jelas. Kader ANSOR harus Ngader, yakni Menjalankan aktivitas yang memiliki orientasi dalam berjalannya kaderisasi, untuk menunjang dan memastikan keberlanjutan organisasi. Dan sebagai Kader Ansor juga harus Makaryo, Mewujudkan kemandirian kader dan organisasi dalam mencukupi kebutuhan Ekonomi.

4. Pimpinan Cabang GP Ansor Cilacap Menghimbau kepada seluruh elemen bangsa, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk selalu menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara dalam suasana yang damai dan saling menghargai perbedaan, terutama menjelang dan saat berlangsungnya Pemilihan Umum.

5. Dan yang terakhir, Seluruh kader GP Ansor di Kabupaten Cilacap, dengan segenap daya dan upaya, Siap mengawal dan melaksanakan seluruh instruksi dari Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor demi kemaslahatan masyarakat.

Selain para peserta apel, Hadir juga menempati kursi tamu undangan dalam Apel tersebut diantaranya adalah KH Imam Tobroni, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Cilacap, KH Sahal Adzkiya Rois Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Adipala, Mujiburrohman, Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor, H. Faisal Riza Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah dan beberapa tokoh dari lintas sektor dan lintas daerah.
GP Ansor Cilacap Satu Barisan dan Satu Komando

Di Penghujung acara, Aid Mustaqim, Mantan Ketua PC GP Ansor Wonosobo, memberikan orasi kebangsaan, menyulut kembali kobaran sentimen kebangsaan dan soliditas gerakan dengan mengajak seluruh kader GP Ansor untuk solid, satu barisan dan satu komando dalam mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sudah saatnya GP ANSOR untuk Solid Satu Barisan, satu komando untuk memenangkan pertempuran di berbagai lini kehidupan, demi tegak dan utuhnya Ajaran Islam Ahlussunnah wal jamaah An Nahdliyah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Pungkasnya. (123)

Minggu, 27 Mei 2018

Pesan Rois Syuriah PCNU Cilacap Untuk GP ANSOR

Kroya, www.kitaberjejak.blogspot.co.id, - Sudah sepekan lalu, Selasa (22/5) sejumlah kader Gerakan Pemuda Ansor (GP ANSOR) Kabupaten Cilacap mendatangi kediaman KH. Suada Adzkiya, Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cilacap.

Kegiatan mengunjungi kediaman untuk menghadap Rois Syuriah seperti ini merupakan kegiatan yang lazim dilakukan di lingkungan Nahdlatul Ulama, ada ataupun tidak ada kepentingan, Sowan kepada Kyai seakan menjadi hal yang wajib. Terlebih, Rois Syuriah merupakan pucuk pimpinan tertinggi di Nahdlatul Ulama.
Rois Syuriah
Bersama GP Ansor Cilacap

Dalam sowan tersebut, ada beberapa hal yang disampaikan oleh Rois Syuriah kepada GP ANSOR, sebagai kader-kader Muda NU, diantaranya :

1. Perkuat Aqidah
Mbah Su’ada, Panggilan Rois Syuriah, membaca bahwa kondisi zaman sudah banyak berubah. Tantangan Nahdlatul Ulama Kedepan tidak semakin ringan, justru sebaliknya. Salah satu tantangan tersebut adalah adanya paham-paham lain yang mepertentangkan tradisi dan amalan-amalan yang selama ini dipegang teguh oleh Kalangan Nahdliyin, misalnya adalah tentang Tahlilan, Ziarah Kubur, Tradisi 7, 40, 100 hari Orang yang meninggal dan tradisi-tradisi lainnya yang selama ini di laksanakan oleh kalangan Nahdliyin. Kalangan muda NU, sebagai generasi penerus harus paham tentang dasar hukum dari amalan-amalan yang dilakukan oleh NU. Sehingga pesan pertama mbah suada adalah GP ANSOR harus dapat menjadi ruang yang memberikan penguatan-penguatan terhadap kadernya dalam pemahaman akidah Ahlussunnah Wal Jamaah An Nahdliyah.

2. Berkhidmat sesuai dengan Wilayahnya masing-masing.
Pesan kedua adalah tentang motivasi dari mbah suada kepada generasi muda NU untuk berkhidmat pada wilayahnya masing-masing. Hal ini sekaligus menjadi ajakan untuk bersinergi bersama dengan PCNU dalam membesarkan NU di Cilacap. Sebagai Wadah bagi Pemuda dan calon penerus NU, GP ANSOR diharapkan untuk dapat menggarap secara maksimal seluruh potensi yang dimiliki oleh para kader-kader muda NU, agar kedepan ketika sudah masuk usia NU, kader-kader tersebut sudah siap untuk berkhidmat secara maksimal di NU sesuai dengan  potensi kader dan kebutuhan NU.

3. Taati Aturan yang berlaku
Rois Syuriah paham sekali kepentingan para pemuda NU dalam melakukan sowan kepada beliau. Disamping bersilaturohim, GP ANSOR ini memang memiliki misi untuk mendapatkan restu, dukungan dan masukan dari Rois Syuriah dalam menjalankan kepengurusan Pimpinan Cabang GP ANSOR pasca Konferensi Cabang (Konfercab) GP ANSOR di Sidareja, pada bulan april lalu. Sehingga tidak heran, mbah suada berpesan untuk memegang teguh apa yang telah menjadi aturan organisasi. GP ANSOR memiliki aturan yang baku, yang menjadi pijakan dalam menyelenggarakan organisasi disemua tingkatan, yaitu Peraturan Dasar, Peraturan Rumah Tangga dan Peraturan Organisasi GP ANSOR. “Mari bersama-sama menaati dan melaksanakan aturan yang sudah disusun bersama-sama untuk kebaikan organisasi.” Pesannya. 

4. Ambil sisi positif dari segala sesuatu.
Hal ini karena mbah suada memandang GP ANSOR dalam merespon kegiatan pendidikan kader yang dilakukan oleh PCNU kurang maksimal. Sebut saja Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU), yang selama sudah dilaksanakan disemua Majelis Wakil Cabang (MWC). Menurut mbah suada, GP ANSOR kurang antusias dengan kegiatan tersebut. Sehingga beliau berpesan, bahwa PKPNU adalah kegiatan yang memiliki sisi positif yang baik untuk menanamkan dan meningkatkan militansi kader terhadap Jam’iyyah Nahdlatul Ulama, sehingga GP ANSOR sebagai bagian dari NU dan juga memiliki kader yang banyak, diharapkan untuk dapat berperan aktif dalam PKPNU tersebut.
Dalam kesempatan baik tersebut, GP ANSOR juga memberikan masukan tentang posisi PKPNU diantara Pendidikan kaderisasi yang selama ini dilakukan oleh Badan Otonom NU.  GP ANSOR memandang perlu adanya penegasan dari para pihak yang terlibat dalam PKPNU, terutama PCNU bahwa Hasil dari PKPNU adalah dalam bentuk tumbuh dan meningkatnya Ghirah kader dalam ber Nahdlatul Ulama. Dan mestinya, jika kader GP ANSOR yang telah mengikuti PKPNU, lebih militan dalam ber ANSOR. Namun yang terjadi, PKPNU malah terkesan menjadi lembaga sendiri, membuat ruang-ruang sendiri. Harapan GP ANSOR bahwa PKPNU adalah Ruh yang menggerakkan kader untuk lebih militan, sedangkan Jasadnya tetap Badan Otonom dan Lembaga NU yang ada. Jika hal demikian yang terjadi, PKPNU ruh dan Banom Jasadnya, maka bukan tidak mungkin PC GP ANSOR siap untuk menyelenggarakan kegiatan PKPNU untuk seluruh kader-kader GP ANSOR di seluruh kabupaten cilacap berikut Barisan Ansor Serbagunanya.

Setidaknya empat point tersebut yang menjadi pesan rois syuriah, yang mampu tertangkap oleh tim kitaberjejak, dalam mengikuti GP ANSOR Cilacap bersilaturohim kepada Rois Syuriah PCNU Cilacap.
Wallohu A'lam. 

Senin, 07 Mei 2018

Mereka ber-NU dengan Riang Gembira.


Adipala, kitaberjejak.blogspot.co.id – Sudah Sepekan, Gelaran Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama Kabupaten Cilacap tahun 2018, telah usai digelar pada minggu malam, 29 April 2018. dengan puncak acara Pemilihan Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziyyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) untuk masa Khidmat 2018 – 2023. Terpilih kembali KH. Su’ada Adzkia sebagai Rois Syuriah dan KH. Drs. Nasrulloh Muchson sebagai Ketua Tanfidziyyah, dengan proses dan serangkaian kegiatan konfercab yang menurut pengamatan redaksi berjejak penuh dengan Riang gembira.
Ekspresi Peserta,
dalam Pembukaan Konfercab NU Cilacap 2018 

Bagaimana tidak riang gembira, dilihat dari postur rangkaian kegiatan, Konfercab ini lain dari pada yang lain. Bahkan Marsudi Suhud, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tidak canggung-canggung berseloroh dihadapan peserta konfercab dengan mengatakan Konfercab NU Cilacap itu Konfercab rasa Muktamar. Artinya tingkat keseriusan penyelenggaraan konfercab ini sudah paripurna.

Bagi saya, konfercab ini mencerminkan antusiasme masyarakat NU cilacap dalam berkhidmat dan bergabung dengan NU. Semakin kualitas penyelenggaraan konfercab yang baik, dan bahkan ada yang menyebutnya sudah berasa seperti Muktamar, artinya bahwa para pihak yang terlibat untuk mensukseskan kegiatan ini memang sangat cinta terhadap NU. Kata kyai saya, orang kalau sudah kadung cinta bisa melakukan apapun untuk memberikan yang terbaik kepada yang dicintainya. Jika boleh untuk mengambil kesimpulan awal, warga NU di cilacap sudah pada posisi, atau minimal mendekati posisi, percaya diri dan bangga menjadi bagian dari Nahdlatul Ulama.

Beberapa Rangkaian kegiatan konfercab tersebut diantaranya doa bersama dan Khotmil Quran, Pawai Taaruf, Apel Kebersamaan Banom dan Kader, Bazar, Pentas Seni, Lomba solo song, Tilawah dan Menulis, Donor Darah dan tentunya kegiatan utama adalah Sidang-sidang Konfercab.

Membaca beberapa tulisan menyatakan bahwa, Gembira, secara sederhananya dapat diartikan dengan rasa senang, bangga, bahagia, suka,. Dari beberapa pakar psikologi menyampaikan bahwa gembira atau kegembiaraan merupakan sebuah perasaan positif yang berasal dari keseluruhan hidup manusia yang ditandai dengan adanya kesenangan yang dirasakan oleh individu maupun kelompok ketika melakukan hal yang disenangi dengan tidak merasa menderita. Sejalan dengan pendapat para pakar psikologi tersebut, Seluruh elemen NU dan bahkan warga masyarakat di Cilacap, memancarkan energi positif, dalam pelaksanaan  konfercab NU ini.

Antusiasme Masyarakat
Untuk mengikuti Pawai Ta'aruf
(Sumber :Fb Lisa Choiriyah)
Aura kegembiraan jelas terpancar dari kegiatan ini, baik dari para tamu undangan, orang-orang yang terlibat dalam rangkaian kegiatan-kegiatan tersebut. mari kita lihat Misalnya pada saat pawai taaruf yang dilaksanakan, sehari sebelum upacara resmi pembukaan dimulai, luapan kegembiaraan sudah mengemuka dari warga Nahdliyin, secara sukarela berbondong-bondong untuk turut dalam pawai ini, tidak hanya dari warga Nahdliyin yang ada di kecamatan Adipala, pawai ini juga di ikuti oleh yang dari luar Adipala.  Terlebih di sore harinya langsung di sambut dengan pertunjukkan-pertunjukkan seni yang digawangi oleh Lembaga Seni dan Budaya Muslim (Lesbumi), sebuah Lembaga milik NU yang khusus menggarap Kesenian dan Kebudayaan, melalu Panggung Seni yang berdiri Megah di Komplek PP Raudlatul Huda Welahan. Dan menariknya Panggung Seni ini terus saja memproduksi hiburan sampai dengan malam terakhir Konfercab NU, dengan berbagai penampilan dan suguhan seni yang sangat menghibur masyarakat dan peserta konfercab.

Stand Bazar yang berada di sekitar
Arena Konfercab NU Cilacap 2018
Tidak hanya itu, untuk warga masyarakat atau tamu undangan yang hadir di arena Konfercab, sambil menikmati alunan musik, menonton drama teater, mendengarkan lantunan merdunya qosidah ataupun pertunjukkan seni laiinya, sembari berjalan-jalan melihat Bazar yang sengaja di sediakan oleh panitia. Panitia menggear bazar yang berisikan stand-stand untuk Jual beli atau sekedar Promosi di Halaman Masjid Baitul Muttaqin dan Sepanjang jalan antara Masjid sampai ke Madrasah Aliyah Raudlatul Huda Welahan Wetan.  Dari total 65 Stand yang disediakan panitia, ternyata jumlah tersebut masih kurang, karena setelah di data oleh panitia, jumlah stand atau pedagang ada 68, dan prakatis kekurangan stand tersebut menjadi tanggung jawab para pelapak. Ini juga menjadi salah satu bukti bahwa warga masyarakat mengapresiasi dengan baik penyelenggaraan Konfercab di Welahan Wetan ini.

Puncaknya pada proses pemilihan Pucuk pimpinan NU di Kabupaten Cilacap, saya melihat, prosesnya berjalan dengan lancar, hangat tanpa nuansa persaingan yang mencolok dan semangat berorganisasi yang positif. Jikapun ada insiden, saya meyakini insiden tersebut tidak lantas membuat pelaksanaan konfercab NU ini menjadi dinilai kurang baik. Karena sedari awal penyelenggaraanya, memang sudah dibungkus dengan berbagai kegiatan yang menarik, menghibur dan mengekspresikan kegembiraan ber organisasi.

Dan tepat sepekan pelaksanaan konfercab NU selesai dilaksanakan, Gus Nas, sapaan akrab dari KH Nasrulloh Muchson, Ketua Tanfidziyyah PCNU Cilacap hasil Konfercab di Welahan Wetan ini Ahad malam (6/5) memberikan ceramah dalam kegiatan Akhirussanah Majelis Ta’lim di Kuripan Kidul , Kesugihan. Dalam ceramahnya Gus Nas berpesan bahwa Sebagai Pengurus NU dan Warga Nahdliyin, harus berjam’iyyah atau berorganisasi dengan penuh gembira dan bangga, sehingga itu akan menjadi modal yang baik dalam berkhidmat kepada jam’iyyah tersebut. (Fajri)